
"Memang gara-gara Guild Starlight kalian, aku jadi tidak bisa pergi ke sana," keluh Cha Eun dengan kesal.
"Dari awal memang mastermu itu selalu membuat gara-gara dengan Guild kami!"
"Tidak! Master tidak seperti itu! Kalian kan yang dari awal membuat masalah dengan kami?"
Seo Jun-Woo yang melihat pertengkaran itu akhirnya mencoba untuk menghentikannya.
"Astaga Cukup aku bilang jika kalian masih ingin bertengkar lakukan di tempat lain, Aku akan pergi,"
Namun kepergian Seo Jun-Woo itu tiba-tiba dicegah oleh dua gadis itu yang masing-masing memegang tangan kanan dan tangan kirinya. Yang berakhir membuat dua gadis itu kembali bertengkar.
"Tuan Jun Woo, jangan terpengaruh oleh tipuan gadis itu, dan termakan rayuan masuk Guild Zodiak Knight," kata Choi Hana mencoba memberikan nasehat.
"Apa maksudmu menipu dan merayu dia? Aku jelas tidak berniat apapun! Kamu jangan asal menuduhku ya!"
"Lalu Kenapa kamu seolah ingin memonopoli dia seperti itu?"
Cha Eun yang menyadari tindakannya yang cukup agresif sampai merangkul tangan Seo Jun-Woo itu merasa sedikit malu, dan menujukan wajah memerah. Dia segera melepaskan tangan itu dan berkata,
"Sudahlah lupakan. Seo Jun-Woo Mari kita ngobrol Lain kali saja ketika tidak ada antek-antek Starlight menyebalkan itu, Aku undur diri dulu, dan lagi jangan terlalu terpengaruh oleh omongannya, Guild Zodiak Knight kami adalah Guild yang baik,"
Dengan itu, Lee Cha-Eun yang merasa malu itu segera melarikan diri dari tempat itu membuat Seo Jun-Woo yang melihat reaksi itu menjadi termenung, tidak tahu harus merespon seperti apa. Hanya tiba-tiba saja kasihan dengan gadis itu yang tertipu oleh Guild Zodiak, sebenarnya apa yang telah Guild Zodiak Knight lakukan untuk mendapatkan Cha Eun ini?
Seo Jun-Woo tiba-tiba memiliki firasat tidak nyaman.
"Tuan Seo Jun-Woo, Apakah anda benar-benar tertarik untuk memasuki Guild Zodiak Knight?"
Mendengar pertanyaan Choi Hana, dia segera menjawab dengan ekspresi jijik,
"Tidak sudi bahkan hanya memikirannya saja,"
"Itu sangat bagus, namun Kamu terlihat cukup dekat dengan gadis barusan?"
Seo Jun-Woo yang ditanya itu segera terdiam dan memikirkannya.
"Hmm, entahlah Aku juga tidak mengerti, hanya saja Aku merasa dia tidak seburuk itu,"
"Namun dia Anggota Guild Zodiak Knight,"
Seo Jun-Woo yang mendengar itu juga paham benar apa maksudnya. Mungkin ada suatu saat di mana dia harus memilih, apakah akan melawan Cha Eun atau tidak, dan saat itu mungkin tiba. Jika dia harus membunuhnya jika perlu...
Ketika memikirkan hal ini, perasaan Seo Jun-Woo menjadi cukup tidak nyaman, dia mungkin belum lama kenal dengan Cha Eun, namun setelah dia kembali, Gadis itu adalah sedikit dari orang-orang yang bersikap ramah dan baik padanya, tanpa memandang status yang dia miliki.
Seo Jun-Woo tahu, tidak bisa menilai orang dari sampulnya karena dia pernah dikhianati. Namun bukan berarti dia menjadi sangat agresif hingga tidak bisa percaya siapapun lagi.
Hanya...
"Tuan Seo Jun-Woo?"
"Entahlah aku juga tidak tahu, Guild Zodiak Knight itu, seperti apa sebenernya Para Anggota nya?"
Choi Hana yang ditanya itu juga segera terdiam, karena mungkin juga tidak benar-benar tahu jawabannya. Dan sepertinya itu adalah akhir dari percakapan mereka, Choi Hana juga pergi menuju jalan yang berbeda, Seo Jun-Woo sendiri segera melanjutkan latihannya.
####
Pagi itu, Seo Jun-Woo segera menuju ke markas Asosiasi Hunter, tujuannya sudah jelas dia ingin meminta bergabung untuk Tim Ekspedisi.
"Owh, Sudah lama kita tidak bertemu sejak Dungeon Terakhir, Bagaimana kabarmu akhir-akhir ini?"
Itu adalah Park Shin Jun yang kebetulan ada di dekat Ruang Depan, kebetulan melihat Seo Jun-Woo masuk, dan menyapanya.
"Aku baik-baik saja."
"Jadi kenapa kamu cukup Pagi Pergi ke sini? Apakah kamu ingin pergi mencari Dungeon lagi?"
"Kamu benar-benar tahu. Itu benar, Aku memang memiliki rencana untuk memasuki Dungeon."
"Kamu itu benar-benar si penggila Dungeon."
"Tidak perlu terlalu berlebihan seperti itu,"
"Jadi Dungeon macam apa yang ingin kamu masuki sekarang?"
"Aku ingin memasuki Dungeon di Gurun Sahara."
Ekpersi terkejut jelas muncul di wajah Park Shin Jun, Dia segera berkata dengan heran,
"Aku tahu kamu gila sejak kamu memiliki jadwal Dungeon Padat dan hampir setiap hari pergi ke Dungeon, namun aku tidak berpikir kamu segela ini sampai-sampai ingin memasuki Dungeon di Gurun Sahara yang berbahaya itu, bahkan beberapa Hunter Rank A saja, cukup takut untuk mencoba memasuki tempat itu,"
"Itu karena mereka Semua pengecut, wajar untuk seorang Hunter memasuki Dungeon, itu adalah tugas dan kewajiban."
"Namun tidak perlu juga memaksakan diri pergi ke tempat yang tidak akan bisa kamu selesaikan, Aku tahu kamu kuat, namun Aku sarankan jangan nekat,"
"Aku tidak nekat,"
Park Shin Jun seolah benar-benar sudah menebak jawaban itu hanya bisa menghela nafas dan berkata lagi,
"Namun kamu tahu? Tidak sembarang orang bisa ikut Masuk ke Dungeon itu. Aku bahkan tidak bisa seenaknya untuk mencoba Ikut Tim Ekspedisi kesana,"
"Tentu saja aku tahu, namun bukankan Pak Presdir yang mengatur Tim Ekspedisi?"
"Sialan, Apakah kamu mencoba untuk membujuk Pak Tua itu agar memasukkanmu ke dalam tim?"
Seo Jun-Woo yang ditanya itu hanya segera tersenyum dan berkata lagi pada pria yang ada di depannya,
"Astaga, pokoknya aku tidak tanggung jawab jika kamu ditolak atau dimarahi,"
"Tentu saja, Terimakasih atas bantuannya."
Dua orang itu sebenarnya cukup dekat belakagan sejak Dungeon terakhir. Seo Jun-Woo sering Keluar Masuk Dungeon, dan menjadi pembicaraan setidaknya di antara Anggota Asosiasi, walaupun tidak mencolok itu. Park Shin Jun yang memang cukup tertarik dengan keberadaan Seo Jun-Woo, jelas mengambil berbagai kesempatan untuk bisa berbicara dengan Seo Jun-Woo setelah dia menyelesaikan Dungeon yang hampir setiap hari itu.
Setidaknya, Seo Jun-Woo merasa senang, ada orang yang akan membantunya. Dan sangat kebetulan, Pagi itu Pak Presdir Asosiasi memiliki waktu luang jadi Seo Jun-Woo segera bisa bertemu dengannya di ruangannya.
Seo Jun-Woo saat ini mulai memasuki ruangan Lee Ji-Sung, sesudah mulai memikirkan rencana apa yang akan dia katakan kepada Pak Presdir Asosiasi ini agar bisa ikut masuk ke Dungeon.
"Aku dengar dari Park Shin Jun, kamu ingin membicarakan sesuatu yang penting denganku apa itu?"
Sepertinya Presdir Asosiasi, benar-benar langsung bertanya to the point tentang tujuannya datang ke sana.
"Saya dengar, Pak Presdir adalah seseorang yang bertanggung jawab untuk mengatur Tim Ekspedisi ke Dungeon Hitam di Gurun Sahara?"
Seo Jun-Woo memulai pertanyaan sederhana terlebih dahulu.
"Dari mana kamu dengar hal itu?"
"Apakah ini sesuatu yang dirahasiakan?"
"Tentu saja tidak."
"Aku mendegarnya dari, Choi Hana dari Guild Starlight."
Lee Ji-Sung yang mendengar hal itu lalu segera tertawa dan berkata,
"Kamu benar-benar seseorang yang cukup menarik, bahkan kenal dengan Choi Hana, aku rasa dia bukanlah tipe yang akan mengatakan hal-hal semacam itu sebarang orang, dan yang lebih menarik, sepertinya aku bisa menebak alasan kenapa kamu menanyakan hal ini padaku, kamu pasti ingin pergi ke sana juga?"
"Pak Presdir benar-benar bisa menebak nya dengan tepat."
"Namun maaf aku tidak bisa memberimu izin. Dungeon ini, terlalu berbahaya untuk kamu masuki, kami melakukan seleksi yang ketat dan hanya mengijinkan Rank A dan Rank S yang masuk, karena kami masih tidak bisa menilai seberapa bahaya hal-hal yang ada di dalam dan lagi menambah orang hanya akan memberikan beberapa beban kepada tim kamu harus mengerti apa maksudku,"
"Aku pasti bisa menjaga diriku sendiri tidaknya Tim Ekspedisi ini, membutuhkan beberapa Tim Support atau sesuatu bukan?"
Lee Ji Sung lalu segera menghela nafas dan berkata,
"Kamu benar karena sekala dari ekspedisi ini cukup besar kami memang membutuhkan beberapa Tim Support, dan tentu saja Para Rank A, memiliki harga diri terlalu tinggi untuk mau menjadi tim pendukung untuk melakukan beberapa pekerjaan manual,"
"Permintaanku tidak besar hanya cukup memasukkan ku ke dalam Tim Support."
Pria tua itu mulai terdiam mendengar permintaan tiba-tiba itu.
"Apa alasanmu ingin masuk ke sana?"
"Jika aku menjawabnya apakah kamu akan mengizinkan ku?"
"Itu tergantung jawabanmu,"
Seo Jun-Woo segera mulai menghilang nafas, Dia tentu sudah menyiapkan tentang jawaban dari pertanyaan itu.
"Aku mungkin tahu sesuatu tentang Struktur isi Dungeon Hitam."
Ekpersi Lee Ji-Sung, jelas menunjukkan ke terkejutan setelah beberapa saat dia langsung terbawa.
"Kamu berkata jujur. Sungguh kamu itu benar-benar orang yang menarik, aku rasa kamu tidak akan menjawabnya jika aku bertanya dari mana kamu tahu?"
"Ya, aku memilih untuk merahasiakan hal itu."
"Hah, baiklah, aku akan mengatur kamu untuk bisa masuk menjadi salah satu Tim Ekspedisi."
"Terimakasih atas Bantuannya, aku pasti akan mendukung tim sebisa mungkin."
Setelah mengatakan itu dia hendak pergi dari ruangan itu namun sebuah pertanyaan mengejutkannya,
"Sebenarnya Siapa kamu?"
Seo Jun-Woo kembali mengalihkan tatapannya kepada ketua asosiasi dan berkata dengan tenang,
"Aku Seo Jun-Woo."
Melihat pertanyaannya tidak akan dijawab oleh pria muda yang ada di depannya, Lee Ji-Sung terlihat menyerah untuk bertanya.
"Baik, semoga Beruntung, kamu akan diberikan rinciannya nanti setelahnya."
Seo Jun-Woo hal ini benar-benar pergi dari sini sama dengan ekspresi tenang setidaknya rencananya untuk ikut memasuki Dungeun itu berhasil.
Jadi apa yang harus dia lakukan sekarang?
Mengigat sekalanya cukup besar, harusnya masih ada satu sampai dua minggu untuk menyelesaikan persiapan nya?
Tidak, karena kecemasan orang-orang, harusnya satu minggu untuk persiapan nya itu artinya dia masih memiliki waktu luang selama satu minggu.
"Apakah sebaiknya aku melakukan pemanasan di Dungeon?"
Seo Jun-Woo memulai rencananya itu jadi selama beberapa hari dia mencari Dungeon dengan kemampuannya, dan melakukan Dungeon Solo, untuk meningkatkan kemampuan sekaligus menutup membiasakan diri dengan kemampuan barunya. Akan sangat buruk jika dia bertarung tanpa bisa memanfaatkan seluruh kemampuannya nanti.
Dungeon Hitam jelas bukan hal yang main-main.
Selain isinya berbahaya, disana memiliki struktur yang cukup rumit.
Namun entah, nanti Dungeun apa yang ada di Gurun itu.