The Constellation Comeback To See The Hero

The Constellation Comeback To See The Hero
Episode 187: Kemampuan Sesungguhnya (Part 3)



Benturan antara dua kekuatan besar tidak bisa dihindari dan membuat seluruh tempat pelatihan dan sekitarnya menjadi bergetar hebat. Karena efek asap yang timbul mengganggu pandangan semua orang, beberapa orang tidak bisa melihat dengan jelas apa yang terjadi.


Namun sepertinya hasil dari pertarungan itu segera terlihat di detik berikutnya. Dimana Lee Chae-won saat ini terbaring di tanah dan tidak sadarkan diri bersama dengan palu ditangannya yang sudah berada di tanah.


Asura masih berdiri tegap menatap kearah Lee Chae-won. Terlihat sekali tidak ada luka yang mengenainya, berbeda dengan Lee Chae-won yang saat ini terlihat babak belur penuh dengan luka di sekujur tubuhnya, itu bukan luka kritis, namun tetap saja dia babak belur.


Namun Asura yang menjadi pemenang dalam pertarungan itu tidak menunjukkan ekspresi senang sama sekali. Ekspresinya sedikit menunjukkan wajah kesal.


"Sudah di guda, Tuan Asura akan menang, lagi pula terlalu berlebihan untuk seorang manusia bisa mengalahkan Constellation," kata salah satu Prajurit penjaga disana, memberikan komentar pada hasil pertarungan.


Namun untuk beberapa orang yang jeli dan mengamati pertarungan itu dengan baik hasil ini sepertinya tidak seperti itu.


"Lihatlah, sepertinya salah satu tangan Asura patah, walaupun itu tidak terlihat jelas dari luar, namun salah satu tulang di tangannya patah. Lee Chae-won benar-benar memiliki potensi yang sangat baik, benar-benar anak menarik, pantas saja Thor memilihnya," kata The Great Sage memberikan komentar pada pertarungan itu.


Seo Jun-Woo yang mendengar komentar itu juga tersenyum. Memang masih berlebihan untuk bisa mengalahkan Constellation sekuat Asura sendirian, Constellation yang disebut dengan God War dan Master of Weapons.


Namun hasil ini tidak buruk sama sekali, hal ini masih menunjukkan seberapa banyak potensi Lee Chae-won.


"Dia memang memiliki potensi yang sangat bagus, bisa mematahkan Tulang Dewa Perang, sungguh pencapaian yang tidak terduga," kata Seo Jun-Woo dengan ekspresi serius di wajahnya.


Dan baru setelah pertarungan itu selesai, Sang Great Sage baru memperhatikan seorang pemuda yang ada di sampingnya. Awalnya dia terlalu fokus pada Medan pertarungan hingga tidak memperhatikan sekelilingnya, dia hanya berbicara santai dengan seseorang yang ada di sampingnya, Dia kira itu mungkin salah satu Constellation melihat bagaimana cara dia berbicara begitu santai padanya, namun tidak mengira jika dia adalah seorang manusia.


"Heh, Kamu sepertinya lebih menarik daripada orang itu. Kamu sepertinya cukup berani juga untuk bisa berbicara santai denganku,"


"Maaf jika itu menyinggung anda Constellation-Nim."


"Pffff, melihat dari caramu berbicara, sepertinya tidak ada ketulusan sama sekali. Melihat gayamu berbicara Kamu sepertinya orang yang kuat?"


Seo Jun-Woo yang mendengar pertanyaan itu hanya tersenyum dan menjawab dengan santai,


"Entahlah? Siapa yang tahu?"


"Tertarik untuk melakukan pertarungan kapan-kapan?"


"Anda terlalu berlebihan Constellation-Nim."


Setelah mengatakan itu, Seo Jun-Woo segera pergi dari sana bersama Kim Jung-Hwa. Menuju ke tempat istirahat yang cukup sepi yang hanya ada mereka berdua di sana.


"Hyung-Nim, apakah menurut anda aku bisa mengalahkan Sang God of War?"


Seo Jun-Woo yang mendengar pertanyaan itu segera berhenti berjalan, dan berkata,


"Apakah kamu tidak percaya diri dengan kemampuanmu sendiri? Bukankah kamu sendirian yang telah mengalahkan sebagai dari Para Constellation Zodiak itu? Itu sudah lebih dari cukup untuk membuktikan seberapa hebatnya kamu."


"Itu... Aku pikir, God of War sedikit berbeda,"


"Benar, sesuai namanya, dia hanya orang gila yang sangat suka pertarungan, namun tidak ada orang yang begitu Absolut dan selalu menang, bahkan Constellation sekalipun,"


Namun pertanyaan Kim Jung-Hwa berikutnya begitu tidak terduga,


"Lalu bagaimana dengan anda?"


"Pfff, pertanyaan macam apa itu? Apakah kamu sebenarnya sangat tertarik untuk mencoba bertarung denganku secara langsung?"


Kim Jung-Hwa yang mendengar pertanyaan itu terdiam, tidak menjawab apapun. Seo Jun-Woo yang melihat itu hanya sedikit tertawa dan berkata,


"Maaf jika tidak sopan Hyung-Nim."


"Mungkin lain kali kita bisa mencobanya untuk saling bertarung,"


"Apakah sebuah latih tanding?"


Seo Jun-Woo tidak menjawab pertanyaan itu dan melanjutkan berjalan. Sejujurnya, dia juga sangat tertarik untuk melakukan latihan dengan Kim Jung-Hwa, namun mungkin Kim Jung-Hwa masih akan menahan diri, atau mereka masih tidak benar-benar bisa bertarung secara penuh.


Lagipula, yang namanya pertarungan sebenarnya adalah sesuatu yang bertujuan menghabisi lawan, untuk melihat kekuatan yang sesungguhnya. Kim Jung-Hwa sekarang telah tumbuh melebihi ekspektasinya.


Seo Jun-Woo juga benar-benar tertarik, di antara mereka berdua siapa yang menjadi lebih kuat?


Tapi Seo Jun-Woo selalu merasa, musuh paling buruk untuknya mungkin Kim Jung-Hwa. Untunglah mereka ada di pihak yang sama.


Jadi pertarungan sungguhan mungkin tidak akan pernah terjadi diantara mereka. Lupakan gagasan itu, kapan-kapan latih tanding juga bukan hal yang buruk.


Setelah pertarungan itu, Acara Perjamuan Makan Malam dilanjutkan dengan tenang. Seo Jun-Woo sendiri, pergi bersama Emiliana untuk menyembuhkan Lee Chae-won yang saat ini masih pingsan dan baru saja dibawa ke ruang kamar istirahat.


"Bagaimana keadaannya?" Tanya Seo Jun-Woo, Dia menanyakan ini hanya sekedar basa-basi tidak benar-benar khawatir, karena masih percaya pada kemampuan Lee Chae-won, tidak akan mati semudah itu.


"Aku sudah menyembuhkan luka-lukanya yang cukup parah seharusnya sebentar lagi dia akan sadar."


Dan benar, tempat setelah Emiliana bilang begitu, Lee Chae-won mulai bangun dari pingsannya. Dia hanya menatap mereka berdua, dan tidak mengatakan apa-apa.


Namun terlihat sekali wajahnya yang menunjukkan ekspresi kekecewaan. Seo Jun-Woo segera membeli tanda agar Emiliana keluar, ada yang ingin dia bicarakan segera dengan orang itu.


Emiliana cukup tanggap dan segera keluar dari ruangan itu meninggalkan keduanya.


"Apakah kamu kecewa?" Tanya Seo Jun-Woo tiba-tiba.


Lee Chae-won tentu masih diam dan tidak menjawab pertanyaan itu.


"Aku sudah mengatakan semua kelemahannya sebelumnya, kamu terlalu angkuh dan sombong pada kemampuanmu,"


Lee Chae-won yang mendengar itu segera menjadi tidak tahan dan berkata,


"Aku tahu, Aku lemah."


Ada nada kekecewaan dan rasa frustasi di sana.


"Itu bagus. Sepertinya tidak perlu ada yang aku khawatirkan lagi, yang paling penting untuk bisa menjadi pertarung yang hebat adalah menyadari kelemahan diri sendiri, Aku harap kamu belajar banyak dari pengalaman ini. Kekuatan sesungguhnya adalah menyadari bahwa kamu memiliki kekurangan, dan harus terus berlatih menjadi lebih kuat."


Lee Chae-won menatap kearah Seo Jun-Woo, Dia pernah mendengar kata-kata ini sebelumnya ketika mereka berdua berlatih. Mungkin karena rasa percaya diri dan ego yang terlalu tinggi, dia tidak mendengarkan nasehat itu.


"Kamu benar. Ternyata masih banyak yang belum aku kuasai, Aku lemah."


"Ini masih belum terlambat,"


Setelah mengatakan itu, Seo Jun-Woo juga segera pergi dari ruangan itu setelah memiliki pemahaman diam-diam dengan Lee Chae-won.


Seo Jun-Woo juga masih merasa dirinya lemah, dia harus menjadi lebih kuat lagi untuk mencapai tujuannya.


Baik, karena sekarang dia berada di Heavenly Realm, salah satu tempat yang merupakan sumber dari Kekuatan Cahaya, harusnya dia bisa mendapatkan sesuatu di sini untuk menjadi lebih kuat.