The Constellation Comeback To See The Hero

The Constellation Comeback To See The Hero
Episode 67: Jebakan (Part 1)



Mendengar perkataan dari Park Shin Jun, Seo Jun-Woo memutuskan untuk lebih hati-hati dan waspada lagi. Dan tepat saat itu, mereka juga segera keluar dari kabut hitam.


Namun pemandangan yang mereka lihat setelah keluar dari kabut masihlah hamparan gurun yang luas yang entah kapan berakhir.


"Astaga, aku paling benci tempat semacam ini gurun tiada akhir," keluh Viona lagi.


"Kamu tadi tadi mengeluh terus, bertarung juga tidak," respon Seo Jun-Woo yang mendengar keluhan gratis yang berjalan di dekatnya itu.


"Apa maksudmu? Aku Healer! Tentu saja aku harus menghemat lebih banyak energi agar bisa menyembuhkan lebih banyak orang nantinya jadi jelas aku tidak bertarung! Kamu benar-benar pintar mengatakan omong kosong!"


Seo Jun-Woo sedikit tertawa mengoda gadis pemarah yang ada di sampingnya itu. Setidaknya selama perjalanan di gurun tandus dan hambar ini jadi tidak terasa terlalu membosankan.


Di antara padang pasir panjang ini, mereka mulai melihat beberapa monster yang mulai muncul lagi. Salah satunya adalah sejenis Golem, namun itu jelas bukan Golem biasa.


Sand Golem


Rank S


Itu adalah olem raksasa yang terbuat dari pasir dan batu, ketika beberapa orang mulai menyerang golem pasir itu, Monster itu ternyata dapat menyerap serangan fisik dan membalasnya dengan kekuatannya yang besar.


Ini bukan lebih buruk daripada Sand Kanker sebelumnya, jika itu adalah Monster Pasir yang memiliki inti, namun memiliki pertahanan yang rendah sehingga cukup mudah untuk mencari inti Mosnter ini dan menghancurkan nya. sungguh berbeda dengan golem pasir yang ada di depan pertahanan nya jelas cukup kuat dan yang lebih parah adalah itu Monster Rank S.


Phoenix sebagai ketua tim penyerangan segera memberikan serangan api kepada monster Golem itu, namun karena itu terbuat dari batu dan pasir serangan itu hampir tidak mempan sama sekali.


Seo Jun-Woo juga melihat bagaimana Phoenix terlihat kecewa dengan serangannya sendiri. Yah, bahkan Api memiliki beberapa kelemahan semacam ini?


Seo Jun-Woo mengira, mungkin pergi ke Gurun merupakan hal-hal yang paling tidak cocok untuk penguna Elemen Api seperti dia. Seo Jun-Woo jelas tidak memiliki waktu untuk memperhatikan orang lain bertarung karena dia juga sibuk dengan pertarungan nya sendiri.


Ada golem-golem yang lebih kecil perlahan-lahan mulai muncul disekitar mereka. Ukurannya memang lebih kecil, namun karena lebih kecil itulah golem itu menjadi sedikit lebih Fleksibel. Gerakannya benar-benar cepat seperti robot yang terorganisir dengan baik, bahkan memegang beberapa senjata seperti pemukul yang terbuat dari Batu yang keras.


Salah satu Anggota Tim, sepertinya terkenal serangan pukulan yang mengerikan itu. Viona sebagai penyembuh, segera datang untuk melihat yang terluka dan mengobatinya.


CRASSS


Suara pantulan pedang dan tongkat batu saling beradu. Seo Jun-Woo yang menyerang salah satu golem itu, jelas merasa kaget melihat pemukul golem itu tidak terbelah oleh bertanya sepertinya struktur senjata mereka tidak dibuat dengan batu biasa. Apakah itu batu besi atau sesuatu?


Yang jelas, itu adalah sesuatu yang sangat keras.


Merasa sepertinya akan sulit untuk menghancurkan senjata lawan, Seo Jun-Woo segera mengganti serangannya. Dia memutuskan untuk mencari Inti Monster lawan. Kali ini tepat di bagian mata kiri monster itu.


Namun Moster ini cukup agresif dan benar-benar menutupi mata kirinya dengan baik, agar tidak terkena serangan.


Seo Jun-Woo benar-benar merasa kewalahan hanya bisa menggunakan pedang semacam ini, seandainya saja bisa menggunakan kemampuannya yang lain, hal-hal yang ada di depannya jelas bisa dihadapi dengan lebih mudah. Misalnya dengan Solarflare atau Shadow Blast.


Namum menggunakan kemampuan kemampuan itu di hadapan begitu banyak orang akan sangat merepotkan. sekali lagi tidak ada tempat untuk bersembunyi atau menyembunyikan diri di tengah gurun pasir itu.


Seo Jun-Woo jadi merasa sangat benci dengan gurun pasir juga.


Butuh beberapa tenaga ekstra untuk Seo Jun-Woo sampai berhasil mengalahkan satu monster. Itupun dibantu oleh salah satu anggota tim yang lain.


Itu juga menjadi salah satu pertarungan panjang lainnya. Namun setidaknya, jumlah master kali ini tidak sebanyak ketika berada di dalam kabut.


Pertarungan disana terjadi cukup lama, sampai mereka mulai bergerak maju. Karena ini sebuah gurun tidak ada tujuan yang jelas yang bisa mereka lakukan adalah untuk terus bergerak maju ke depan.


Semakin ke depan tentu saja akan memiliki Monster yang lebih ganas dan berbahaya.


Kali ini,


Dust Devil


Rank A


Monster tornado kecil yang berputar-putar di atas pasir, dapat mengangkat dan melemparkan orang ke udara. Gelombang badai pasir mendatangi rombongan itu.


Tidak hanya monster itu, yang muncul namun ada juga,


Sand Wraith


Rank S


Wajah Seo Jun-Woo sekarang mulai penuh dengan pasir bahkan merepotkan bahkan jika dia memakai masker. Bertarung di Gurun Pasir, ternyata lebih merepotkan dari yang dia juga bahkan beberapa anggota tim juga kerepotan.


Misalnya Choi Hana, karena salah satu kemampuannya adalah mengendalikan angin dan membuat angin di gurun pasir itu artinya adalah badai pasir, membuat dia harus membatasi penggunaan kemampuan dan bertarung secara manual sama seperti Masternya, Phoenix yang kekuatan apinya hampir tidak berguna.


Namun sepertinya, itu mempan pada Sand Wraith, dan membakar Iblis itu sampai ke tulangnya. Cukup beruntung juga di sana memiliki beberapa pengguna Elemen Air, dari beberapa Guild lainnya.


Dan ada juga penguna Elemen Air yang cukup mencolok sepertinya salah satu anggota dari Calestia Triad yang bersama dengan Tim Guild Mystic Trinity. Kali ini tim dari perwakilan Zodiak benar-benar mulai terlihat kegunaannya.


Elemen Air memang paling cocok untuk bertarung di tengah gurun untuk menghancurkan monster monster jahat yang kebal apapun itu.


Terik matahari di atas langit juga semakin membuat orang-orang kewalahan, pertarungan itu selain menguras tenaga juga menguras dua orang orang. Benar-benar terasa seperti di neraka.


Seo Jun-Woo yang bertarung menjadi cukup berkeringat sekarang. Rasanya dia benar-benar sangat membutuhkan air di tempat-tempat semacam ini.


Namun tidak mungkin mendatangi orang-orang dari Guild Zodiak bukan?


Ketika Seo Jun-Woo merasa begitu lelah itu, tiba-tiba beberapa udara sejuk dan sedikit lembab mulai mendatangi nya, Seo Jun-Woo menengok ke arah samping dan ternyata melihat Viona mengunakan Kemampuannya padanya.


"Cukup nyaman bukan? Aku sebenarnya juga penguna Elemen Air, walaupun ini bukan tipe yang cocok untuk bertarung. Aku jelas sangat berguna di tempat seperti ini kan?" Kata gadis itu sambil tersenyum, terlihat sekali sangat bangga dengan kemampuannya.


Seo Jun-Woo hanya bisa menggelengkan kepala melihat sikap sombong gak di situ yang sekarang mulai unjuk gigi.


Namun memang, sedikit kesejukan ini sedikit memulihkan stamina, mungkin ini juga memberikan beberapa Buff?


Sudah di duga, dari salah satu Tim Support dari Guild Starlight.


Hampir tidak ada jeda selama pertarungan panjang itu dan sejauh mata memandang hanya ada padang gurun yang panjang.


Sampai kemudian di tengah-tengah pertarungan yang melelahkan itu salah satu anggota tim mulai berteriak seperti orang gila.


"Lihat! Aku melihat air di sana! Air! Ini Danau!"


Mungkin karena efek dari cuaca yang panas beberapa orang berhalusinasi tentang melihat danau semacam itu, itu hanya sebuah fatamorgana dari gurun, hal-hal yang sangat lumrah.


Beberapa Anggota Tim, terlihat mulai mengabaikan kata-kata dari orang yang berteriak-teriak itu, menganggapnya omong kosong untuk melihat sebuah danau di tengah gurun ini.


Sampai Seo Jun-Woo mulai mencoba mengaktifkan kemampuan deteksinya dan mulai merasakan energi tertentu dari arah yang ditunjuk orang tadi. Dan setelah dia memperhatikannya dengan teliti, hal yang di lihat oleh salah satu Member itu, ternyata adalah sebuah kebenaran.


"Hey, aku juga melihat seperti ada sebuah danau atau setidaknya ada sesuatu di arah sana!" Kata Seo Jun-Woo menuju ke arah yang dituju oleh orang tadi.


Viona yang baru saja menyembuhkan salah satu orang, mulai mendekat ke arah Pria itu, dan menambahkan komentar,


"Tidakkah kamu mulai berkhayal juga karena terlalu kepanasan?"


"Aku sungguh tidak mengatakan kebohongan perhatikanlah baik-baik dari sudut ini!"


Orang-orang yang awalnya tidak begitu antusias dan tertarik itu mulai memperhatikan lagi arah yang ditunjuk itu Jika diperhatikan memang seperti ada sesuatu di sana?


Apakah itu benar-benar sebuah danau?


Mereka tidak benar-benar tahu namun yang jelas itu merupakan sesuatu yang bukan hanya pasir. Melihat pasir di sepanjang gurun Tentu saja sangat melelahkan.


"Benar ada sesuatu disana!"


"Lihat? Benar kataku bukan? Itu pasti sebuah Oasis!"


"Astaga, Aku benar-benar ingin melihat air sekarang!"


Phoenix sebagai ketua tim itu, juga Mulai memperhatikan arah yang dilihat orang-orang.


"Baik, Mari kita menuju ke arah itu mungkin kita juga bisa beristirahat di sana,"


Tepat setelahnya, rombongan itu mulai menuju kearah yang terlihat seperti Oasis itu. Tentu saja, mereka tidak bisa berjalan terlalu cepat karena masih ada beberapa monster yang menghadang perjalanan mereka.


Namun tanpa orang-orang ketahui, ada beberapa orang yang menyelinap keluar dari rombongan, berjalan lebih cepat menuju sesuatu seperti Oasis itu. Karena pertarungan cukup kacau jadi Tentu saja orang-orang tidak benar-benar memperhatikan sekitar sangat mudah menyelinap di tempat-tempat semacam itu.