
"Takdir? Kenapa anda bicara tentang ini tiba-tiba?"
"Dalam Ramalan Kono, semuanya di takdirkan akan hancur,"
"Apa?"
Lee Chae-won masih tidak mengerti tentang apa yang dia dengar.
Tapi sebelum Sang Constellation menjawab lagi, Loki datang kesana dengan wajah pucat dan terlihat terburu-buru memotong pembicaraan antara keduanya,
"Ada hal gawat terjadi."
Odin segera mencoba menenangkan Loki dan mulai bertanya,
"Kenapa buru-buru?"
"Bintang Jatuh...."
"Apa? Kamu kalau bicara yang jelas!"
"Salah satu Constellation milik Heavenly Realm jatuh!!"
Ekspresi terkejut segera muncul di wajah Odin begitu pula dengan Lee Chae-won.
"Apa? Bagaimana bisa? Belum lama sejak kita berada di sana?"
"Aku juga tidak tahu, pihak mereka belum bisa dihubungi sampai sekarang, sepertinya ada semacam gangguan sinyal, agar tidak bisa menghubungi mereka. Saat ini, pintu gerbang portal di Zona Khusus menuju disana di blokir, dan tidak bisa kesana untuk sementara,"
"Sialan, ternyata kita kalah langkah dan dibodohi seperti ini,"
"Bersiap kesana!"
"Tapi, Apakah tidak apa-apa kita bergerak lebih dulu? Jika kita pergi, bagaimana jika tempat ini yang malah diserang?" Kata Loki dengan cemas.
Saat ini, jelas situasi menjadi tidak terkendali. Mereka masih tidak mengetahui apa tujuan musuh.
Odin menatap buku yang ada ditangannya, perasaannya benar-benar tidak enak, jika sampai tujuan akhir sampai menjadi begitu besar, hal-hal menjadi tidak terkendali.
"Tidak ada yang perlu di cemaskan, suruh semua Constellation penghuni Asgard untuk segera berkumpul dalam pertemuan darurat, Aku akan mengatur pembagian pasukan jika seandainya ada serangan mendadak,"
"Baik, Ayah. Aku akan segera membuat laporan pada yang lainnya."
Lalu tatapan Odin menatap kearah Lee Chae-won yang dari tadi diam saja karena tidak tahu harus bagaimana.
"Kamu ikut Aku, sebelum pertemuan di mulai, ada yang ingin aku katakan padamu, rahasia dari kekuatan milikmu..."
"Apa?"
Lee Chae-won tidak begitu mengerti namun dia segera mengikuti Odin menuju ke sebuah ruangan kosong.
####
Di tempat lainnya, begitu Kim Jung-Hwa datang dan berniat membantu Seo Jun-Woo, keduanya dikejutkan oleh musuh yang seharusnya mereka lawan tiba-tiba menghilang.
"Maaf, Constellation-Nim, aku tidak merasakan keberadaan musuh itu, benar-benar terasa hilang."
Ekspresi Seo Jun-Woo menjadi buruk, rasanya seperti kekuatan yang dikerahkan dari tadi untuk melawan musuh itu terbuang percuma Karena musuh itu melarikan diri.
"Dia melarikan diri."
"Namun Constellation-Nim, bagaimana dia melakukannya?"
Seo Jun-Woo juga tidak tahu, karena musuh itu benar-benar menghilang saat serangan terjadi, padahal Seo Jun-Woo ingat masih ada Charles yang harusnya mencegahnya untuk melarikan diri.
Apakah di saat terakhir, Shadow Charles sempat menghilang karena dirinya kehabisan mana?
"Baiklah, percuma untuk memikirkan hal-hal ini sebaiknya kita segera keluar dari sini,"
"Ya, Constellation-Nim benar,"
"Tapi Kim Jung-Hwa, apakah kamu sekarang sudah tidak apa-apa?"
Walaupun Seo Jun-Woo bertanya, sebetulnya wajahnya sudah pucat dan darah mulai keluar lagi dari mulutnya, tubuhnya juga sudah terasa tidak bisa digerakkan karena terlalu lelah dan terlalu banyak menahan rasa sakit.
"Aku sudah baik-baik saja, walaupun racun belum sepenuhnya menghilang namun tidak akan menyebar lebih luas,"
Dengan akhir dari pertarungan yang tidak terduga itu keduanya mulai keluar dari ruangan cermin itu masih mencoba untuk mencari jalan keluar dari kuil itu. Pertama Seo Jun-Woo mengeluarkan cermin aneh yang dia dapatkan sebelumnya dia tunjukkan kepada Kim Jung-Hwa.
"Cermin apa ini Constellation-Nim?"
"Aku menemukan cermin aneh ini secara tidak sengaja barusan,"
Hal ini tentu mengingatkan Kim Jung-Hwa pada sebuah kunci yang baru saja dia dapatkan. Segera dia mengeluarkan kunci itu. Hal-hal tidak terduga segera terjadi ketika dua barang itu bertemu.
[Barang peninggalan Constellation of The Light Beresonansi]
"Hah, apakah barang ini ada seperangkat atau sejenisnya dan meminta kita untuk mengumpulkannya?" Kata Seo Jun-Woo dengan binggung.
"Saya tidak tahu."
Dan dalam sekejap, lagi-lagi pemberitahuan mengejutkan segera muncul.
[Cari keberadaan Altera of The Light, Kebenaran yang sesungguhnya akan di temukan]
Seo Jun-Woo suka memecahkan teka-teki semacam ini. Namun dia juga tidak tahu, kali ini kebenaran apalagi yang akal diadakan. Karena merasa sepertinya, semua rahasia dunia sudah dia dapatkan.
Namun sesuatu seperti keberadaan Raja Iblis Lucifer, masih terasa menjadi misteri untuknya. Dia mulai berpikir, mungkin saja jika memecahkan teka-teki ini dia mendapatkan petunjuk untuk mengalahkan Sang Raja Iblis dan mungkin juga petunjuk kelemahan Dewa Kegelapan.
Walaupun sampai sekarang tujuan Seo Jun-Woo untuk menghabisi Dewa Kegelapan, namun sampai saat ini dia masih belum menemukan petunjuk apapun tentang bagaimana cara mengalahkannya. Tidak mungkin untuk melawan kegelapan dengan kegelapan, Constellation of The Darkness, Dewa Kegelapan, adalah simbol kegelapan itu sendiri dan merupakan sumber dari segala kegelapan.
Namun hanya Kekuatan Cahaya sepertinya masih belum cukup, kalau tidak kenapa Constellation of The Light kalah dengan pertarungan dengan Dewa Kegelapan dan hanya bisa menghilang dan membuat sistem untuk manusia?
Jika kekuatan cahaya bisa sekuat itu, sejujurnya bukankah semua tragedi ini tidak ada terjadi?
Mungkin di Altera itu, akan ada petunjuk yang menguntungkan.
"Hah, ini benar-benar membuatku pusing. Tidak ada petunjuk sama sekali bagaimana cara menemukan hal ini," keluh Seo Jun-Woo, yang benar-benar kesal, bagaimana dia menemukannya jika hal itu tidak diberikan petunjuk?
Apakah benar ada di Dimensi Manusia?
Di dal portal?
Di Dimensi Constellation?
"Mari pikirkan itu, nanti Saja dan keluar dari ini."
Mereka segera memasukkan dan menyimpan kembali dua barang-barang penting itu, dan mencoba mencari jalan keluar dari tempat itu. Sepertinya satu-satunya cara yang mereka pikirkan adalah ruangan di mana Crystal itu berada sebelumnya.
Sepintas tidak ada yang aneh dari ruangan tempat Crystal itu berada, akibat efek pertarungan sebelumnya tempat itu menjadi berantakan. Namun ada sebuah patung, yang tidak tergores setelah berbagai insiden yang terjadi di ruangan itu.
Itu bagian patung yang membawa Crystal misterius sebelumnya.
Keduanya saling menatap, lalu segera memegang patung itu bersama, sambil mulai mengedarkan energi cahaya yang mereka miliki.
Dalam sekejap, cahaya menutupi keduanya membuat penglihatan mereka sedikit buram, dan membuat keduanya perlahan-lahan menutup mata mereka. Kemudian hal pertama yang mereka lihat ketika membuka mata, itu adalah sebuah Air Mancur yang familiar.
Seo Jun-Woo mulai menatap sekelilingnya sedang memeriksa mereka di mana. Ternyata itu ada di air mancur di gerbang depan Istana Sang Acrhangel Mikaela.
Seo Jun-Woo lalu mulai melihat keadaan Istana yang terlihat baik-baik saja.
"Ini... Sepertinya kita sudah kembali keluar," kata Kim Jung-Hwa.
Namun Seo Jun-Woo tidak memiliki waktu untuk mengagumi sekitar, ada hal penting lain yang harus dia lakukan, ya itu mengecek medan perang di mana pertarungan antara Raja Iblis dan Arcangel terjadi.
"Tunggu, kita harus ke Istana Uriel..."
"Tapi, Constellation-Nim, anda harus istirahat dulu..."
Seo Jun-Woo juga tahu itu, saat ini dirinya tidak dalam posisi untuk mengkhawatirkan hal lain, bahkan walaupun dia ke sana dia tidak bisa membantu apapun.
"Tidak, kita harus tetap kesana, ada sesuatu yang ingin Aku pastikan,"
Melihat Seo Jun-Woo yang keras kepala, Kim Jung-Hwa membatunya berjalan menuju ke lokasi yang mereka cari.
Dalam perjalanan menuju ke sana Mereka bisa mendengar ledakan ledakan yang berasal dari lokasi yang mereka tuju.
"Jangan bilang, Istana itu di serang?" Tanya Kim Jung-Hwa kaget, ketika mendengar ledakan-ledakan seperti sebuah pertarungan besar.
"Sepertinya begitu, serangan ini tidak hanya terjadi di kuil misterius itu namun juga di Istana salah satu Arcangel,"
"Sungguh, mereka sangat berani. Sebenarnya siapa sih mereka itu?"
"Utusan Raja Iblis Lucifer,"
Kim Jung-Hwa tentu tidak banyak tahu rahasia seperti Seo Jun-Woo. Dalam perjalanan itu, Seo Jun-Woo mulai menceritakan hal-hal yang dia tahu juga identitas dari lawan yang mereka lawan sebelumnya.
"Dewa Jahat dari Dimensi luar?"
"Bener, dan sepertinya mereka menjalin kerja sama dengan Raja Iblis."
Namun percakapan mereka segera berakhir karena mereka sudah tiba di tempat yang mereka tuju. Istana Sang Acrhangel Uriel, istana yang awalnya indah dan megah itu sekarang sudah hampir tidak berbentuk.
Reruntuhan berada di mana-mana di tempat itu.
DUARRRR DUARRRR
Seo Jun-Woo melihat, bagaimana Sang Acrhangel Mikaela saat ini memegang tombak miliknya, dengan energi cahaya dan petir yang sangat kuat, mengumpulkan gelombang energi ke tombak itu.
Seo Jun-Woo cukup familiar dengan kemampuan itu, yang mirip dengan Heavenly Thunder miliknya, hanya saja warna dan struktur gelombang energi yang ada di sana sedikit berbeda.
Itu sedikit lebih kompleks, seolah salah saja mengendalikan energi itu akan terjadi ledakan dan penggunaannya akan terluka. Energi terkompresi dengan rumit.
"Sepertinya tidak ada yang perlu dikhawatirkan..."
Melihat itu, Seo Jun-Woo setidaknya merasa cukup lega, hal paling buruk yang dia kira tidak akan terjadi.