The Atrocious Duke'S Wife

The Atrocious Duke'S Wife
{Season 2} Prologue



...~•The Atrocious Duke's Wife •~...


...Prologue...


Kehidupan baru, yang diawali oleh sebuah kematian konyol.


Ya, hal itu kini kembali terjadi padaku. Aku meninggalkan kehidupan lamaku yang amat membosankan kemudian kembali ke tempat itu.


Lagi.


Tempat di mana aku bertemu dengannya. Tempat di mana aku merasa nyaman di dekatnya. Tempat di mana aku bisa merasakan perasaan tulus yang hanya ia berikan kepadaku.


Walaupun hal itu tercapai melalui kematian konyol yang sempat membuatku tertawa hambar.


Akhirnya, keinginanku selama ini tercapai. Akhirnya... keinginanku untuk bertemu dengannya lagi tercapai.


Tentu saja... aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Aku tidak akan membuang-buang kesempatanku seperti dulu.


Buah jerukku... akhirnya aku bisa kembali bertemu denganmu. Akhirnya aku bisa kembali merasakan manisnya dirimu di balik kulit yang keras dan pahit.


Di kehidupan kali ini, aku tidak akan lagi bersikap lemah. Aku tidak akan lagi mudah untuk diperdaya, ataupun dipermainkan.


Aku telah bertekad, aku ingin berbahagia dalam hidupku. Aku ingin berusaha agar kebahagiaan bisa kembali menyatukan kita berdua.


Aku tidak akan lemah, aku tidak akan lagi bersikap lembut terhadap semua orang, aku tidak akan bersikap seolah-olah aku tak tahu.


Semua rencana licik, sandiwara yang menusuk, dan pertahanan yang kuat. Aku akan melakukan itu semua. Dan aku tidak berniat untuk kalah kali ini.


Aku berniat memenangkannya, untuk bisa kembali dalam pelukanmu... dan tak ada seorang pun yang bisa mengganggu kita.


Semua kisah tragis yang sempat menimpa kita, kuusahakan dan kupastikan tidak akan terulang lagi. Karena aku tidak ingin lagi merasakan sakit ketika aku meninggalkanmu hari itu.


Juga... aku tidak tahan, melihat dirimu yang seperti akan mati ketika aku pergi meninggalkanmu.


Aku sudah tidak tahan, aku ingin segera kembali padamu. Aku ingin segera kembali berada di dekatmu. Sebenarnya apa yang salah dari itu sehingga takdir bersikap kejam terhadap kita?


Semua ini sungguh tidak masuk akal, kita terpisahkan di dunia yang berbeda. Tetapi selalu ada hal yang masih bisa menjadi penghubung antara kita.


Aku sering bertanya, sebenarnya apa itu? Sebenarnya apa yang membuat kita selalu bisa kembali lagi, walaupun perpisahan akan terus mengikuti kita dari belakang?


Apa karena perasaan kita berdua? Jika begitu... kenapa takdir malah memisahkan dua jiwa yang sangat menyayangi satu sama lain?


Apa takdir begitu senang melihat kita yang selalu menderita? Apa saat ini takdir tengah menertawakan kita?


Seluruh pertanyaan itu selalu terngiang, dan tak pernah mendapat jawaban. Tapi aku tak peduli, dan aku tak ingin terlalu memikirkannya.


Karena kesempatan emas telah berada tepat di hadapanku, dan aku tak akan menyia-nyiakannya.


Tidak peduli bahwa aku harus mengulang semuanya dari awal, tidak peduli bahwa kau akan mengingatku atau tidak.


Karena aku akan tetap terus bertahan. Dan memainkan semua permainan takdir yang tengah mengepung.


Tak ada seorangpun yang akan memisahkan kita lagi. Tiada lagi takdir kejam yang akan menjadi jembatan perantara di antara kita.


Aku akan melawan takdir, aku akan melawan dunia, demi bisa bersamamu.


Permainan hidup dan mati ini telah dimulai.


Tidak akan ada lagi... hal yang akan memisahkan kita.


...Prologue...


...04.01.2021...