The Atrocious Duke'S Wife

The Atrocious Duke'S Wife
Chapter 14 : Daging Ayam



KARYA INI HANYA FIKSI. NAMA, TOKOH, PERISTIWA, TEMPAT, HANYALAH KHAYALAN SEMATA. HARAP PEMBACA BIJAK DALAM MENANGGAPI.


"Nyonya, anda di perintahkan untuk makan malam bersama Tuan dan Nyonya Anastasia," ucapnya menyampaikan pesan untukku.


Aku mengernyit bingung, makan malam bersama?


Tidak biasanya.


"Sekarang juga?" tanyaku, dan pelayan itu mengangguk. Ada apa ini? Jarang-jarang sekali makan malam bersama seperti ini. Apa ini rencana baru Anastasia?


Jujur, aku sangat malas bahkan hanya untuk sekedar bangkit dari kasurku yang empuk ini. Namun mau bagaimana lagi, aku juga tidak bisa menolak.


"Baiklah, sampaikan padanya untuk menunggu ku sebentar," perintahku.


"Baik, Nyonya."


Aku pun mulai bersiap secara cepat untuk makan malam merepotkan itu di bantu dengan Elise yang memakai kan pakaian padaku.


Karena jika aku telat dan membuat pria itu marah, mungkin dia juga tidak akan segan-segan mencambuk ku karena aku tak bisa datang tepat waktu.


...🥀...


Meja makan mewah yang di penuhi banyak hidangan menggiurkan tepat berada di hadapanku. Dan dua manusia yang mempunyai surai pirang itu pun menoleh di kala aku telah berada di hadapan mereka.


"Duduklah, Cassandra!" seru Anastasia dengan senyum palsu nya seperti biasa. Oh ayolah, kemana raut wajahmu yang sangat jelek saat menamparku kemarin?


Karena tak ingin membuat masalah, aku pun hanya menunjukkan senyum manisku padanya lalu duduk di kursi kosong di sebelah Anastasia.


"Apa yang kau lakukan? Duduklah di sebelahku," perintah pria meyebalkan itu menghentikan kegiatan makannya dan protes terhadapku.


Pasal tempat duduk pun kau masalah kan? Astaga, benar-benar!


Lagi-lagi aku hanya tersenyum manis, aku hanya sedang tidak mood untuk pertengkaran atau masalah.


Ku daratkan pangkal paha ku di kursi sebelahnya, kemudian dengan anggun dan pelan mengambil sepasang sendok dan garpu yang telah di siapkan.


Awalnya, suasana hening. Namun tak lama dari itu, suara imut nan menjengkelkan Anastasia mulai mengisi keheningan.


"Cassandra, aku minta maaf karena waktu itu telah menampar dan membentak mu. Aku waktu itu sangat khawatir dengan keadaan Arlen, jadi aku tak sengaja melampiaskan semuanya terhadapmu," sesal nya palsu membuatku malas.


"Ya, tidak apa-apa, Anastasia. Aku mengerti apa yang kau rasakan," jawabku dengan tersenyum.


Lama-lama, wajahku menjadi sakit karena terlalu banyak menampilkan senyum paksa dan palsu.


Argh! Aku harap ini cepat selesai, agar aku bisa kembali berbaring di kasurku! Aku butuh asupan rebahan!


"Oh iya, Arlen. Karena sebentar lagi aku akan ber ulang tahun, bisa kah kita membuat pesta untuk ku?"


Pesta? Astaga, memang nya kau bocah tadika yang masih perlu pesta ulang tahun?!


Aku melirik pria itu sejenak yang masih setia dengan makanannya, dari raut wajahnya, sepertinya dia akan menolaknya.


"Tentu," ucap Arlen singkat. 


Apaaa?! Yang benar saja woi!


"Benarkah?! Terimakasih, Arlen!" seru wanita iblis itu sambil kegirangan. Aku tak tahu apakah kegirangannya itu palsu atau tidak.


Diam-diam, aku pun memutar bolamataku jengah. Sebenarnya aku tak peduli dia mau merayakan ulang tahunnya atau tidak.


Namun, pasti ada suatu rencana di balik semua ini. Aku yakin itu. Ku lanjutkan kembali acara mengunyah ku dengan husyuk, tapi kehusyukanku langsung buyar di kala aku melihat makanan yang telah membuatku trauma.


Ayam goreng.


Kenapa makanan laknat itu tepat berada persis di hadapanku?!


Makanan yang dulu nya menjadi makanan favoritku, entah kenapa sekarang dengan hanya melihatnya saja membuatku ingin muntah.


"Cassandra, apa kau baik-baik saja? Wajahmu terlihat sangat pucat...," ujar Anastasia kembali berpura-pura mengkhawatirkan ku di hadapan Arlen.


"Ya... aku baik-baik saja, kau tak perlu khawatir," jawabku dengan senyum manis yang sangat sangat di paksakan.


Tentu aku tak baik-baik saja saat makanan yang menjadi penyebab kematian dan trauma ku tepat berada di hadapanku!


"Kalau begitu, mau kah kau mencicipi ayam goreng buatanku?"


Cobaan apa lagi ini, Tuhan!


Tapi, jangan senang dulu wahai teman-temanku! Wanita itu kembali melancarkan aksinya seperti biasa.


"Sayang sekali... padahal aku sudah membuatnya dengan senang hati untukmu... karena dulu kau sangat menyukai ayam goreng...."


Argh ingin sekali ku cakar-cakar bibir wajah palsunya itu! Namun, ternyata Cassandra la Devoline ternyata menyukai ayam goreng juga?


Hm, kami berdua kelihatannya memiliki selera yang hampir sama.


"Setidaknya cicipilah sedikit, dia telah bersusah payah membuatkannya untukmu," sahut Arlen.


Mohon maaf yah, Tuan Duke yang terhormat! Aku trauma memakan makanan laknat itu! Trauma! Bukan karena aku tidak ingin!


Aku menarik nafas ku gusar, jika mereka berdua telah memojok kan diriku seperti ini, bagaimana aku bisa menolak?!


Dan, jika aku berkata dengan jujur bahwa aku trauma dengan ayam goreng secara tiba-tiba, mereka pasti akan curiga, karena Cassandra la Devoline juga menyukai ayam terkutuk ini.


"Baiklah, kalau begitu aku akan mencicipinya sedikit," pasrah ku.


Ku tatap sejenak ayam laknat itu, lalu aku memantapkan hati ku. Kau bisa melakukannya Cassandra!


Jangan mudah di taklukan oleh sebuah satu gigitan ayam! Kemarin kau bahkan bisa membunuh orang dengan tanganmu sendiri, bukan?!


Kau harus bisa melakukannya! Tinggal gigit saja!


Ekor mataku melirik sejenak ke arah Anastasia, wanita itu menampilkan senyum miring yang tengah berusaha ia sembunyikan.


Apa sejak awal dia mengetahui bahwa aku tidak menyukai makanan haram ini? Entahlah, pokoknya kau hanya harus fokus pada daging coklat keemasan yang berada di hadapanmu, Cassandra!


Dengan tangan bergetar, aku akhirnya bisa memegang paha daging ayam itu, dan dengan keringat dingin dan bibir yang bergetar, aku mulai membuka kedua bibirku yang awalnya mengatup dan mulai mendekatkan ayam yang ada di genggamanku.


Aroma ayam goreng yang awalnya selalu menggiurkan dan selalu membuat saliva ku menetes, kini langsung berubah menjadi menjijikan di kala aroma daging itu menusuk dan menyeruak di dalam indra penciumanku.


Akhirnya segigit daging itu masuk dan rasa dari daging itu langsung menyebar ke dalam lidahku.


"Bagaimana, apa itu terasa enak, Cassandra?" tanya Anastasia sambil tersenyum manis dengan kedua bola mata yang ia besar-besarkan dan berbinar.


"Hm...!" Aku mengangguk-anggukan kepalaku sambil mengunyah pelan daging itu. "Ini sangat enak, Anatasia! Bagaimana cara kau membuatnya?" Aku berbalik bertanya dan kini ekspresi tak suka menghampiri wajahnya, tapi wanita itu dengan cepat kembali tersenyum manis.


"Ah... kau terlalu memuji. Aku hanya mengikuti resep pelayan di sini," ucap nya merendah membuatku berdecih dalam hati.


"Kau sangat hebat! Aku harap aku bisa pintar memasak sepertimu!" puji ku penuh dengan kepalsuan.


Dan, berlanjutlah makan malam bersama itu dengan di penuhi oleh kebohongan dan tipu muslihat di dalamnya.


.


.


.


.


Beberapa saat kemudian...


"Hoek!!" Seluruh perutku langsung keluar melalui kerongkongan dan mulutku menuju kloset kamar mandi ku.


Akhirnya perutku pun terasa lega, dan aku mengusap-usap bibirku dengan tangan yang terkepal.


Sialan kau, Anastasia! Ternyata selain menjijikkan, daging ayam itu juga sangat pedas dan seakan membakar lidahku dan area tenggorokanku.


Wajar saja wanita itu tersenyum miring saat melihat ku akan memakan ayam racun yang di buatnya.


Dan kebetulan sekali, aku juga tidak tahan pedas!


Huh... untung saja aku tadi masih bisa bersandiwara seolah-olah tidak ada yang salah pada ayam itu.


Jika tidak, mungkin wanita iblis itu akan sangat puas melihatku yang menderita. Lihat saja kau, Anastasia! Aku tak akan berdiam diri jika kau mencoba mencari masalah denganku dan mengganggu ketenangan ku.


Tunggu pembalasanku, dasar wanita ular berkaki dua!


^^^I Become Wife of the Atrocious Duke^^^


^^^10 November 2020^^^