
setelah mendengar cerita dari bu sera bu shoko terlihat semangat lagi menjalani kehidupanya. dia terharu bahagia mendengar cerita sesungguhnha dari suaminya itu.
begitupula olive dia sangat senang mendengar ayahnya adalah orang yang hebat dan suka menolong sesama tak perduli d
engan keadaanya sendiri layaknya super hero.
setelah makan malam mereka berdua langsung tidur. dan keesokan harinya olive berangkat sekolah dengan lebih semangat lagi dari biasanya.
hari hari berlalu begitu cepat hingga akhirnya olive sudah menginjak kelas 3 sd, dia mulai menunjukan bakatnya kepada sang ibu, ternyata dia sangat suka menggambar dan melukis bakat yang terpendam perlahan muncul dan membuat ibunya semakin bangga pada anaknya.
hingga di ulang tahun olive yang ke 9 dia mendapat kado yanv berisikan alat alat melukis, seperti kanvas cat air kuas dll sebagai media untuk melukis.
dia sangat senang dan semakin semangat untuk melukis, dia suka menulis pemandangan yang ada di desanya.
hingga akhirnya karya olive mulai di kenal banyak orang termasuk bu yuli dan dia menyarankan agar lukisan olive di jual agar bisa membantu perekonomian keluarga kecil itu.
" ehh bu gimana kalo lukisan olive ini di jual hasilnya lumayan lo buat mencukupi keseharian kalian " ucap bu yuli yang tengah melihat olive melukis pemandangan.
ibu olive pun seketika berfikir, akan percakapan temanya itu " emm lebih baik aku pikir pikir dulu yul, soalnya tinggal keputusan olivenya gimana kalo mau ya aku bakal dukung asal tidak mengganggu sekolahnya aja "
" benar itu yul.. tapi kalo nanti olivenya setuju dan dapat persetujuanmu aku bisa bantu kog kamu kan tau sendiri aku ahlinya jualan " ucap bu yuli dengan senyum
" iyalah nanti aku tanya olive dulu.. tapi janji ya bantu jualinya nanti kita bagi hasil aja gimana? " tanya bu shoko
" ahh ndak usah lah bu.. lagian kita kan tetangga bahkan kamu sudah aku anggap sodara sendiri sebagai kakak aku sendiri mana mungkin aku tega ambil keuntungan.. oh ya aku boleh panggil kamu mbak ndak bu? " jawab bu yuli
" boleh lah... emm kamu memang adik yang baik yul banyak banget ngebantu aku makasih ya atas semua kebaikanmu. tapi aku janji bakal kasih kamu kog kalo memang jadi. "
waktu menunjukan hampir saatnya makan siang, bu yuli pun segera pulang untuk memasak begitu pula bu shoko yang langsung ke dapur untuk memasak.
" udah siang nih bu.. aku pulang dulu ya mau masak buat erin " ucap bu yuli sambil meninggalkan mereka
" iya yul.. aku juga mau masak buat malaikat kecilku " ucap bu shoko
olive di tinggal di depan rumah dia kelihatan masih sibuk melukis.
jam makan siang pun tiba " live udah dulu lukisnua mari kita makan siang bersama " perintah ibunya
" entar bu aqu mau nagkung " ucap olive yang masih serius melukis
" baiklah ibu siapin dulu kalo begitu nanti saat ibu panggil langsung masuk ya keburu dingin " ucap ibunya
akhirnya lukisan olive pun selesai dia menutup lukisan ya dengan selembar kain yang sebelumnya di duduki saat melukis tadi.
" kamu buat apa sih live ibu lihat kelihatan serius banget " tanya ibunya
olive hanya tersenyum kepada ibunya membuat bu shoko penasaran apa yang sebenarnya di lukis anaknya.
setelah makan siang olive meminta ibunya menutup mata, dia ingin membuat kejutan untuk ibunya.
dan akhirnya ibunya di suruh membuka mata " udah bu cilahkan di buqak matanya "
dan berapa terkejutnya sang ibu melihat lukisan anaknya, di lukisan itu terdapat ramahnya dengan pemandangan yang sangat indah bagai rumah itu di surga.
" wahhhh live ini bagus banget ibu kagum padamu nak kamu memang anak yang hebat " puji bu shoko
olive hanya tersenyum dan trsipu malu mendengar pujian Ibunya itu
ibunya mendekati olive " live gimana kalo lukisan kamu di jual aja biar kita bisa dapat duit untuk biaya hidup sehari hari dan biaya kamu sekolah kedepanya.. kalo kamu setuju ibu akan hubungi bu yuli agar lukisanmu bisa dia jual "
olive pun tak berfikir lama dia langsung mengaguk menandakan dia setuju kalo sebagian lukisanya di jual.
" ia bu olip ga aqan lupa blajar qoog " jawab olive
" yaudah kamu tidur saja kalo ngantuk istirahatkan pikiranmu dulu ya nanti sore baru boleh main " perintah ibu sembari membereskan meja makan
olive yang mendengar ucapan ibunya langsung ke kamarnya, sementara itu bu shoko langsung menuju rumah bu yuli setelah selesai mencuci piring.
dia menuju ke rumah bu yuli untuk membicarakan soal harga lukisan olive.
TOK TOK TOK ...
" yul buka ini aku " kata bu shoko sambil mengetuk pintu
" iya sebentar.. " jawabnya sembari membuka pintu
" ehh mbak masuk mba... " ucapnya dengan ramah
" ndak usah kita ngobrolnya di luar aja yul biar enak " jawabnya
" yaudah duduk dulu mbak bentar aku bikinin sesuatu biar ngobrolnya enak " ucapnya sambil masuk rumah
bu shoko pun duduk, dan tak lama bu yuli datang dengan dua gelas teh dan beberapa potong kue.
" ini mbak di cicipin ya buatan ku sendiri lo ini, dari resep mbak kemaren " ucap bu yuli sambil meletakan kue buatanya di meja
" wahh kelihatanya enak.. " kata bu shoko sambil mengambil sepotong kue
" gimana mbak enak nggak buatan ku? " tanya bu yuli
" enak yul manisnya pas banget kamu hebat bisa buat sama persis buatanku " puji bu shoko
" ahh ndak lah mbak.. lagian ini adalah percobaanku yang ke lima baru bisa seperti ini " ucap bu yuli yang sedikit malu
" ndak apa apa yul semua butuh proses ndak mungkin bisa langsung jadi " kata bu shoko
akhirnya bu shoko menjelaskan maksut kedatangannya menemui bu yuli, dia ingin bu yuli membantu menjualakn lukisan olive karan olive juga sudah setuju.
" gini dek.. aku panggil adek saja ya biar enak, sebenarnya aku kesini ingin membicarakan soal tawaranmu tadi soal lukisan si olive itu, dia setuju kalo beberapa lukisannya di jual. tolong bantuin embak ya dek " ucap bu shoko
" baguslah kalo olive setuju.. sebenarnya tujuanku bukan hanya menjual tapi juga agar karya olive di kenal banyak orang di luar sana. " jawab bu yuli
seketika bu shoko kaget dengan ucapan adiknya " haahhh apa iya itu bisa bikin anak ku terkenal juga dek? "
" tentu mbak biasanya begitu mereka bukan hanya membeli lukisannya tapi juga mencari tahu siapa pembuatnya. keren kan mbak bayangin aja kalo olive di kenal orang bahkan mungkin bisa semua orang di duni ini loh " ucap bu yuli dengan semangat
" wahh keren dong dek.. emm tapi gimana caranya ngejual lukisan olive apa kita harus ke kota dan menjualnya di pinggir jalan? " tanya bu shoko
mendengar ucapanya itu bu yuli tertawa kecil " hehe endak lah mbak ini namanya udah modern kita jual lewat online aja lagian kalo di online bisa jadi bukan dadi dalam negri saja yang lihat tapi juga orang orang luar "
" ohhh gitu.. besok datang ke rumahku ya nanti aku tanya olive dulu lukisan mana yang boleh di jual " kata bu shoko
" oke mbak.. sehabis anterin erin aku langsung ke rumah mbak " jawabnya
" udah sore yul mbak pulng dulu ya mau ke ladang sebentar ambil sayur buat di masak nanti " ucap bu shoko
" iya mbak.. oh ya ini di bawa mbak berikan ke olive semoga dia suka dengan kue buatanku.. bentar aku bungkusin dulu ya " katanya sambil masuk rumah
" ndak usah lah yul ngrepotin kamu aja " kata bu shoko