
*Happy reading 📖📖 guys*
Coffee & Eat adalah salah satu kedai kopi yang terkenal karena selain desainnya yang bagus juga memberi kenyamanan bagi pengunjung, baik yang datang untuk meeting, atau mengerjakan tugas dan pekerjaan kantor, maupun untuk bersantai-santai.
Seorang wanita sedang duduk ditemani secangkir chocolate cream java chip frappucino sambil menikmati sinar matahari yang terang tetapi tidak begitu panas. Awan yang terlihat berwarna putih bersih, dan angin berhembus semilir. Udara terasa hangat membelai kulit tubuhnya.
Sayangnya, hatinya tidak secerah cuaca hari ini. Ia sedang bersedih karena menemukan pria yang dicintainya telah mengkhianati dirinya.
Pikirannya kembali melayang beberapa saat yang lalu, ketika ia membawa masakan buatannya ke kantor suaminya, bermaksud untuk makan siang bersama sekaligus menyampaikan berita baik untuk suaminya itu.
Namun, ia tidak menyangka rasa bahagia dalam sekejap berubah kecewa. Bagaimana tidak? Ia melihat dengan mata kepala sendiri, seorang wanita cantik sedang duduk di atas pangkuan suaminya.
Hatinya terasa sangat sakit bagaikan teriris pisau yang sangat tajam. Lantas ia langsung pergi meninggalkan tempat itu tanpa memedulikan suara suaminya yang terus memanggilnya.
Ia pun memilih datang ke kedai kopi ini untuk menenangkan diri. Apakah pernikahannya yang sudah berjalan satu setengah tahun harus berakhir sampai di sini?
“La! Apa yang telah terjadi? Kenapa lo menangis tadi di telepon?”
Rayla mendongakkan kepalanya, melihat Maylin sudah duduk di sebelahnya.
Maylin langsung minta cuti mendadak kepada Elian begitu menerima telepon dari Rayla yang menangis histeris. Ia tidak tahu masalah apa yang sedang dihadapi kakaknya itu.
“Lin ….” Air mata kembali mengalir membasahi wajah Rayla.
“Ada masalah apa?” Maylin mengelus punggung Kakaknya dengan lembut.
“Deon … selingkuh, Lin.” Rasanya Rayla masih sulit percaya. Teganya Deon menghancurkan kepercayaan yang dengan susah payah ia bangun untuk pria itu.
“Apa? Mana mungkin, La!” Maylin terperanjat kaget.
Rayla pun menceritakan perbuatan suaminya bersama wanita asing di tempat ruang kerja pria tersebut.
Maylin mendengarkan dengan penuh perhatian, sambil sesekali menganggukkan kepala.
“Gue bukannya bermaksud membela kakak ipar, tapi menurut gue … lo lebih tahu kak Deon itu seperti apa daripada orang lain. Mungkinkah dia tega mengkhianati lo?” Maylin menunggu Kakaknya terlihat lebih tenang, baru menyuarakan pendapatnya.
“Tapi, Lin, gue lihat sendiri wanita itu-“
“Mata yang melihat belum tentu benar. Di dalam kehidupan, begitu banyak hal yang dilihat oleh mata kepala sendiri, tetapi semuanya adalah semacam penampilan palsu yang nyata. Banyak sekali kebenaran dalam dunia ini yang harus menggunakan hati yang benar-benar tulus, baru dapat membedakan kebenaran dan kepalsuan.”
Ucapan Maylin membuat Rayla diam termenung.
“Lo belum kasih kak Deon kesempatan untuk menjelaskan, bukan?”
Rayla mengeleng-gelengkan kepala. Ia memilih langsung menghindar karena rasa kecewa dan sakit hatinya telah mengembangkan rasa takut dari sesuatu hal yang tidak ingin ia dengar.
“Segala sesuatu jika hanya mempercayai mata sendiri dan kurang dipikir serta dianalisa dengan hati yang tenang, sering kali bisa dikelabui oleh penampilan palsu itu, La. Beri kak Deon kesempatan untuk menjelaskan.” Maylin menggenggam kedua tangan Rayla.
Ia menyalurkan keberanian kepada Kakaknya untuk menyelesaikan kesalahpahaman tersebut yang dapat menjadi bumerang dalam rumah tangga mereka yang sangat bahagia.
Suara nada dering dari sebuah ponsel terdengar. Rayla bergeming menatap ponselnya berdering berulang-ulang, tetapi tak dipedulikannya.
Maylin mengikuti arah tatapan Rayla. Dilihatnya layar ponsel Rayla menampilkan nama kakak iparnya dengan jelas. “Kak Deon pasti sedang mengkhawatirkan diri lo.”
Bunyi ponsel kembali terdengar. Kali ini berasal dari ponsel Maylin. Ia segera mengangkat teleponnya. “Ya, kak Deon?”
“Apakah Rayla sedang bersamamu?” Wajah Deon terlihat gelisah di seberang sana.
Ia sudah menghubungi istrinya berulang-ulang, tetapi tidak diangkat sekali pun. Membuat dirinya merasakan kecemasan dan ketakutan yang luar biasa.
“Ya, kak. Dia di sini bersamaku.”
Deon menghela napas lega. Setidaknya sekarang ia bisa tenang karena istrinya baik-baik saja bersama adik iparnya.
Sebenarnya Deon ingin menjelaskan langsung kepada Rayla, tetapi sebentar lagi ia harus menghadiri rapat penting. Ia tidak bisa membatalkan rapat tersebut.
“Baiklah. Kakak tenang saja.” Maylin meletakkan ponselnya kembali ke meja setelah telepon dimatikan.
Maylin menatap Rayla yang juga sedang menatap dirinya. “Kak Deon akan langsung pulang begitu selesai sibuk. Bicarakan baik-baik dengannya.”
Rayla menganggukkan kepala. Tanpa sadar tangannya berada di atas perutnya, lalu mengelusnya dengan pelan.
“Oh ya, gue mau ke London.”
Pernyataan Maylin membuat Rayla terkesiap kaget. “London?”
“Mr. Carter minta Elian mengurus kantor pusat mereka yang berada di sana. Sedangkan Mr. Carter harus melakukan perjalanan bisnis ke Paris, dan Australia, sebelum kembali ke Indonesia.”
“Elian yang menyuruh lo ikut ke London?” Rayla memandang Maylin dengan tatapan penuh selidik.
“Gue yang mengajukan sendiri. Sekarang perusahaan sedang mengajukan permohonan visa kerja gue ke sana.”
“Kenapa harus ke London?”
“Gue butuh tempat baru dan suasana baru.” Maylin menutupi dari Rayla perihal ia sedang merencanakan balas dendam kepada keluarga Osborn.
Kakaknya telah hidup bahagia bersama keluarga kecil mereka. Ia tidak mau merusak kebahagiaan itu.
“Gue pasti merindukan lo, Lin. Sering-sering hubungi gue, ya.” Rayla tidak rela melepaskan Adik semata wayangnya pergi ke tempat jauh.
Namun, agar Maylin bisa mengejar kebahagiaannya, ia pun mendukung keputusan tersebut. Ia lebih tenang menyerahkan Maylin kepada Elian. Pria itu pasti bisa melindungi Adiknya.
“Sebenarnya gue punya berita baik ….”
Maylin mengerutkan dahinya. Kemudian Rayla membisikkan ke telinga Maylin. Detik berikutnya, kedua bola mata Maylin membulat sempurna dengan mulut menganga lebar.
“Lo dan kak Deon harus bicara baik-baik. Gue tidak akan tenang berangkat ke London kalau terjadi hal buruk pada lo, La.”
*****
“Aku pulang, Ma.” Rayla melangkahkan kakinya mendekati Amanda yang sedang duduk di ruang tengah sambil membalik-balik sebuah buku.
“Kok, cepat? Bagaimana respons suamimu?”
“Aku belum memberitahunya.” Sebisa mungkin Rayla mengatur nada suaranya terdengar biasa saja agar Amanda tidak curiga.
“Kenapa belum?” Amanda merasa heran.
“Tidak sempat karena Deon masih mau rapat, Ma.” Rayla mengelus pipi Ray, anaknya, yang sedang tertidur di atas kasur ayunan bayi otomatis atau disebut baby elle portable.
Amanda mengangguk-anggukkan kepalanya. “Kalau begitu, nanti malam saja pada saat makan malam. Papa mertuamu juga harus mendengar berita kejutan ini.”
“Mama sedang melihat buku apa?” Rayla dengan sengaja mengalihkan topik pembicaraan. Ia tidak ingin masalah yang sedang dihadapi rumah tangganya diketahui oleh mertuanya.
“Ini album foto pertumbuhan Deon dari bayi hingga lulus sarjana. Coba kamu lihat, deh! Bibir dan mata Ray ternyata mirip Deon sewaktu kecil.” Amanda menyodorkan sebuah album besar kepada menantunya.
Amanda menceritakan masa kecil Deon secara sekilas, sementara Rayla mengamati satu per satu foto yang ditunjuk Mama mertuanya itu.
Tiba-tiba matanya berhenti pada satu foto. Deon yang berpakaian seragam sekolah sedang tersenyum lebar. Bukan senyumnya yang menarik perhatian Rayla, melainkan seragam sekolah yang dipakai Deon.
“Foto ini diambil saat kelulusan sekolah dasar.” Amanda menyadari tatapan Rayla pada foto tersebut.
“Deon menamatkan pendidikan dasar di sekolah Pelangi?” Sekelebat bayangan muncul dalam kepala Rayla.
“Iya. Mama ingat pada saat itu, anak-anak semuanya senang bisa lulus, tapi entah kenapa Deon malah murung ….”
Selanjutnya Rayla tidak menyimak cerita Amanda lagi karena memori beberapa tahun silam kembali dalam benaknya. Perlahan bola matanya membesar mengingat kejadian itu.
Hai Readers tersayang, gimana dengan part ini? Benar gak ya Deon selingkuh? Apa sih yang dibisikkin Rayla ke Maylin? Terus kenapa reaksi Rayla kaget banget liat album foto Deon? 🤔 Yang penasaran tolong dong kasih ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ 5stars 🤗 Jangan lupa tinggalkan Komentar, Vote, Like dan dukungannya ya guys 🥰 Terima kasih 🙏 Loph u all 😘