
*Ada lyric lagu, bagi yang tahu lagunya sambil dibaca sambil ikutan nyanyi untuk meramaikan acaranya ya, guys 🥰 Happy reading 📖📖 *
“Ini pernikahan gue, Lin. Jadi, gue yang berhak ambil keputusan,” Aku memanyunkan bibir, kesal karena Maylin seenaknya mengatur yang akan menjadi Bridesmaid dan Groomsmen-nya di acara pernikahanku dan Deon nantinya.
“Tapi bagaimana kalau setelah Agatha menjadi Bridesmaid lo, kemudian dia dan Peter bercerai?” Maylin menyerangku dengan pertanyaan balik.
“Hey! Cinta yang kami miliki tidak sedangkal itu!” pekik Agatha yang langsung protes.
“Pokoknya yang jadi Bridesmaid-nya adalah gue, Bella dan Alice. Titik!” Maylin masih saja percaya dengan mitos bahwa hanya wanita single atau yang belum menikah yang boleh menjadi Bridesmaid, agar dia bisa menemukan jodohnya di antara barisan Groomsmen yang ada.
“Lalu Groomsmen-nya siapa saja?” tanya Bella.
Aku memutar bola mata, kemudian mengalihkan pandangan, menoleh Deon yang sedang asyik mengobrol bersama para pria.
“Tunangannya Alice dan Elian. Kurang satu lagi,” jawab Maylin cepat.
“Hah? Gue?” Elian terperanjat mendengar namanya di sebut.
“Leonel,” panggilku. Aku tidak menghiraukan pembicaraan selanjutnya antara Maylin dengan Elian. Entah bagaimana, sebuah ide melintas di kepala.
Leonel mengernyitkan keningnya sambil menatapku bingung. “Kenapa, Rayla?”
“Lo jadi Groomsmen, ya?” pintaku sambil memasang wajah memelas.
“Sorry, Rayla. Gue jadi ta-”
“Leonel setuju, Sayang,” Deon dengan cepat memotong kalimat Leonel.
“What? Lo gila! Lo tahu gue tidak su-“ Suara Elian teredam karena Deon membekap mulut pria itu dengan tangannya.
“Turutin saja kemauan istri gue, atau gue tarik kembali uang yang gue tanam di bisnis rahasia lo itu,” bisik Deon dengan nada mengancam, tapi aku masih dapat mendengarnya. “Lo tidak tahu ibu hamil kalau keinginannya tidak di turuti, suasana hatinya bakal buruk berhari-hari. Nanti gue yang bakal kena imbasnya.”
Leonel menyingkirkan tangan Deon dengan kasar hingga terlepas. “Sialan, lo! Kalau bukan karena gue butuh uang lo, mana mau gue jadi kacung lo!” umpatnya kesal.
Aku berpura-pura tidak mendengar perdebatan mereka. “Ok, guys. Gue sudah memutuskan siapa saja yang jadi Bridesmaid gue juga pasangan Groomsmen-nya,” ucapku dengan nada suara yang tidak mau dibantah.
“Maylin berpasangan dengan Leonel. Bella dengan Elian. Lalu Alice dengan tunangannya,” imbuhku.
“Tu- tunggu, La. Kenapa gue tidak berpasangan dengan Maylin saja? Kami berdua sudah saling mengenal. Lebih enak jalanin peran masing-masing,” tukas Elian.
“Kalau mau enak, terus gue sama Leonel bagaimana? Kita berdua juga tidak saling kenal,” ucap Bella.
“Gue setuju saja asalkan sama-sama single,” ucap Maylin penuh semangat.
“Ok, Deal.” Aku tersenyum puas. “Lin, lo yang minta tolong Alice, ya. Ini juga karena ide dari lo.”
Maylin mengacungkan jempolnya sambil menyunggingkan senyum lebar. “Sip.”
“Yang, Aku ngantuk. Mau tidur. Gendong aku ke kamar, dong,” rengekku dengan manja kepada Deon.
Deon mengangguk, lalu menggendongku dan melangkah pergi menuju kamarku. Aku mengalungkan tangan di lehernya dengan mengulas senyum lebar di bibir.
*****
SAVE THE DATE
Hari ini hari pernikahanku. Sebenarnya, kemarin kami sudah melakukan pemberkatan pernikahan, sebelum berangkat langsung ke pantai, tempat acara pernikahan akan diselenggarakan.
Kami tiba satu hari lebih awal, menginap di resort tepi pantai agar aku tidak kelelahan. Sedangkan pihak wedding organizer tiba di tempat tersebut cukup awal untuk mengawasi acara dan memastikannya berjalan dengan baik.
Pada saat WO menanyakan konsep pernikahan seperti apakah yang kami inginkan, terinspirasi dari selebriti dunia bernama Vanessa Hudgens yang berhubungan dengan festival musik, aku pun memilih Bohemian Style atau Boho Style.
Konsep desain pernikahan dengan perpaduan dua konsep, yaitu vintage dan shabby chic. Perpaduan tersebut melahirkan satu gaya yang unik.
Warna yang diangkat dalam pernikahan ala bohemian mengandung unsur cokelat, abu-abu, hijau, dan warna-warna berani seperti merah, kuning, oranye. Warna-warna yang merupakan perpaduan yang sering muncul di alam bebas seperti pada pepohonan, tanah, pasir, bebatuan, dan bunga-bunga.
Gaya bohemian merupakan gaya khas kaum Hippie yang muncul pada pengujung tahun 1960-an. Kaum Hippie hadir di masyarakat, muncul sebagai respons terhadap situasi perang Vietnam yang tidak kunjung usai. Adaptasi gaya ini kemudian diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya pada fashion, desain interior rumah, bahkan menjadi konsep pernikahan.
Bohemian Style juga diartikan sebagai ekspresi kebebasan, ketidakteraturan dan ketidakpastian.
*****
Penata rias merias diriku menggunakan palet warna berunsur alam, memilih lipstik berwarna merah bata dan eyeshadow cokelat tua, lalu gaya rambut berkepang berantakan dan dibiarkan tergerai serta mengenakan flower crown berwarna cokelat dengan bunga-bunga dan dedaunan pada hiasan mahkota.
Aku menatap pantulan diriku di cermin, tidak mempercayai jika itu adalah diriku dan aku adalah dirinya.
Samar-samar aku mendengar musik mengalunkan lagu Bruno Mars Marry You disertai suara pembawa acara mengumumkan bahwa acara akan segera dimulai.
∮ It's a beautiful night, We're looking for something dumb to do ∮
(Ini malam yang indah, Kami mencari sesuatu yang bodoh untuk dilakukan)
∮ Hey baby, I think I wanna marry you ∮
(Halo sayang, aku pikir aku ingin menikahimu)
∮ Is it the look in your eyes or is it this dancing juice? ∮
(Apakah itu disorot matamu atau jus menari ini?)
∮ Who’s care Baby, I think I wanna marry you ∮
(Siapa yang peduli, sayang, aku pikir aku ingin menikahimu)
∮ Don't say no, no, no, Just say yeah, yeah, yeah ∮
(Jangan katakan tidak, katakanlah ya)
∮ And we'll go, go, go, If you're ready, like I'm ready ∮
(Dan kita akan pergi, Jika kamu siap seperti aku yang telah siap)
∮ Just say I do ∮
(Katakan saja aku bersedia)
∮ Tell me right now baby ∮
(Katakan sekarang, sayang)
Agar aku tidak kesusahan berjalan di atas pasir dengan tubuh berbalut gaun pengantin, aku hanya menggunakan alas kaki berenda dengan dihiasi mutiara dan imitasi berlian, lalu ivory lace gloves sebagai pelengkapnya.
“Cantiknya anak Mama,” puji Mama disertai senyuman.
Mama mengelus rambutku dengan lembut. “Bahagia itu pilihan, maka dari itu pertahankan apa yang sudah kamu pilih. Mama selalu mendoakan kebahagiaanmu.”
Suara pembawa acara kembali terdengar mengumumkan kalau pengantin wanita sudah tiba. Mama membimbingku melewati hiasan rumput pampas kering yang mengelilingi di sekitar. Sebuah lagu Christina Perri-nya A Thousand Years pun mengalun merdu, mengiringi di setiap selangkah demi selangkah.
∮ Heart beats fast, Colors and promisses ∮
(Jantungku berdebar kencang, Warna-warna dan janji-janji)
∮ How to be brave, How can I love when I'm afraid to fall? ∮
(Bagaimana agar berani, Bagaimana aku bisa mencintai saat aku takut jatuh cinta?)
(Namun melihatmu sendirian, segala bimbangku mendadak hilang)
∮ One step closer ∮
(Selangkah lebih dekat)
Aku tersenyum haru saat melihat pria pilihan hatiku kini menanti di tepi pantai dengan setelan pengantin pria berwarna cokelat muda, menyesuaikan dengan konsep utama yang selaras dengan alam.
Tampilannya kasual. Namun, tetap mempesona dengan ketampanan wajah yang dimilikinya.
∮ I have loved you for a thousand years ∮
(Aku mencintaimu ribuan tahun)
∮ I'll love you for a thousand more ∮
(Aku akan mencintaimu ribuan tahun lagi)
Tangannya terulur ketika kakiku sampai di tempatnya berdiri, kemudian tangan kami bertaut dan rasanya aku tidak akan pernah ingin melepasnya lagi.
Mataku fokus menatap pria yang juga tengah menatapku lekat. Dia tersenyum dan aku membalas senyumnya. Tidak sekali pun kami melepas kontak mata.
“Para hadirin sekalian, mari kita berikan sambutan hangat kita kepada pengantin baru mempelai pria dan wanita, Mr. and Mrs. Deonartus Surbakti.” Pembawa acara berbicara disambut tepuk tangan meriah para undangan. Namun, kami hanya saling menatap dengan senyum penuh arti, seakan saat ini hanya ada aku dan dia.
“Duh, saling pandang-pandangan, serasa dunia milik berdua. Kita semua dianggap bagian dari dekorasi kayaknya,” goda sang pembawa acara yang langsung menghadirkan gelak tawa para undangan.
Pembawa acara lalu meminta kami untuk saling mengucapkan janji. Deon mengambil mic, sambil tertawa ia berkata, “Wow, aku masih belum percaya kalau kamu sekarang sudah menjadi Nyonya Deonartus Surbakti.”
Para undangan ikut tertawa. Sepasang mata Deon menatapku lekat selama ia mengucapkan janjinya.
“Jatuh cinta tidak pernah menjadi rencana dalam hidupku. Aku punya segalanya, bergelimangan harta dan memang memiliki potensi besar menarik perhatian wanita tanpa repot berkomitmen. Petualanganku yang selalu bermain dengan banyak wanita karena diriku tidak punya cinta sejati. Namun, pemikiranku ini salah. Kenyataannya adalah karena aku belum menemukan cinta sejati itu.”
“Banyak yang percaya, sekali Playboy tetap Playboy selamanya, tapi mereka lupa kalau Playboy tetap manusia biasa yang memiliki hati dan bisa berubah ketika Playboy merasakan rumah cinta dari seorang wanita.”
Aku tersenyum mendengar ucapannya.
“Aku tidak akan berjanji apa-apa, tapi aku akan menunjukkannya kepadamu. Jangan bandingkan pernikahanmu dengan orang lain, setiap rumah tangga pasti ada kesulitannya masing-masing. Namun, satu hal yang perlu kamu tahu, aku tidak akan pernah melepaskan tangan ini,” Deon menautkan jarinya dan menggenggam tanganku, lalu mengecup punggung tanganku.
“Ketika sang Playboy bertekuk lutut kepada seorang wanita, maka dia tidak akan pernah melepaskan wanita itu. Cinta abadiku adalah milikmu, Rayla Pramanta.”
Butiran-butiran bening mengalir dari mataku mendengar ucapannya yang begitu tulus. Aku mengambil mic dan dengan suara bergetar mengungkapkan isi hatiku padanya.
“Hidupku tidak sempurna, tapi kamu yang membuatnya menjadi sempurna. Kamu telah mengganti mimpi burukku dengan mimpi indah, kekhawatiranku dengan kebahagiaan, dan ketakutanku dengan cinta. Terima kasih untuk segalanya selama ini. Aku ingin bersamamu selamanya. Saat bersamamu, aku merasa menjadi Rayla yang lebih baik.”
Deon tersenyum lalu merengkuh pinggangku dengan kedua tangannya. Diiringi lagu Shane Filan-nya Beautiful White, Deon mendekatkan bibirnya di telingaku lalu berbisik di sana. “Kapan kontrol lagi ke Dokter kandungan?”
“Minggu depan.”
“Aku tidak sabar mengunjungi anak kita, Sayang,” ucapnya dengan suara sedikit serak.
Aku tertawa geli. “Bersabarlah, Suamiku.”
“Kalau begitu, sekarang biarkan aku menciummu.”
Kemudian Deon mel umat bibir merahku dengan penuh gairah. Aku membalas ciumannya dengan agresif. Tangan kanannya mer emas lembut rambutku dan menarik kepalaku yang membuat bibir kami semakin menempel dengan rapat.
∮ And if our daughter's what our future holds ∮
(Dan jika anak perempuan kita akan hadir)
∮ I hope she has your eyes ∮
(Kuharap matanya seperti matamu)
∮ Finds love like you and I did ∮
(Bertemu cinta seperti aku dan kamu)
∮ I wish she falls in love and I will let her go ∮
(Kuharap dia jatuh cinta dan akan kulepaskan dia)
∮ I'll walk her down the aisle ∮
(Akan kudampingi dia berjalan di lorong gereja)
∮ She'll look so beautiful in white ∮
(Dia akan terlihat sangat cantik berpakaian putih)
∮ You look so beautiful in white ∮
(Kamu terlihat sangat cantik berpakaian putih)
∮ Tonight ∮
(Malam ini)
Every love story is beautiful, but ours is my favorite – Semua kisah cinta itu indah, tetapi kisah kitalah yang paling kusukai.
--THE END--
Boho Style Wedding
...Wedding Barefoot...
...Gloves Bridal...
*Jangan lupa tinggalkan Komentar, berikan Vote, like dan Dukungannya ya guys **🥰 Terima kasih 🙏🤗 Loph you all 😘*
...**********...
Karena aku gak bisa bikin cerita yang panjang-panjang, akhirnya kisah cinta antara mantan Playboy dengan Rayla Pramanta yang happy ending selesai sampai disini 🥰
Awalnya aku sempat kehilangan semangat dan sempat ragu mau lanjutin cerita ini atau tidak, tapi berkat dukungan dari para Authors juga para Readers, terima kasih banyak untuk semuanya sampai detik ini 🙏😘 Yang selalu meluangkan waktu untuk membaca novel abal-abalanku ini 😭
Aku ucapin berjuta-juta terima kasih 🙏🙏 Tanpa kalian, novelku ini mungkin bakal stuck di tengah jalan 😘
Jangan diunsave atau dihapus dulu dari list bacaan kalian, ya. Masih ada extra part-nya ☺️
Juga bakal ada pengumuman tentang karya baruku selanjutnya 😊 Jangan bosen-bosen dukung aku terus ya kakak-kakak semua 🙏🥰
Ngomong-ngomong, ada yang bisa tebak gak novel selanjutnya cerita tentang siapa, hayo 😁 Tokohnya adalah salah satu dari cerita yang hadir di Silence ini.