Silence

Silence
eps.1 Sebuah ledakan besar




Pagi yang cerah di sebuah desa kecil yang dekat dengan pabrik minyak terjadi sebuah insiden yang mengerikan.


yaitu terjadi ledakan besar di sana kala itu bukan hanya para pekerjanya yang jadi korban namun rumah yang dekat dengan pabrik itupun semua terbakar habis.


banyak jiwa melayang banyak anak anak kehilangan orang tuanya, karna sebagian buruh di sana adalah penduduk desa kecil tersebut.


tak terkecuali olive ayahnya bekerja di sana sedangkan ibunya menjadi petani saat itu kebetulan olive dan teman temanya tengah asik bermain di dekat pabrik tersebut dan tiba tiba


Duuuaarrrrrr...!!!!


terjadi dentuman besar di pabrik itu membuat teman teman olive termasuk juga dirinya menjadi takut sampai sampai dia dan yang lain pingsan.


Ngingggggg...........


" olive bangun olive kamu harus bertahan hidup dan temani ibumu ayah akan pergi. .. " olive melihat ayahnya yang terlihat memakai pakaian serba putih itu tiba tiba menghilang di hadapanya.


dia pun membuka mata dan tak mendengar apa pun padahal di sebelahnya ada dokter dan ibunya yang kelihatanya sedang berbicara serius.


" bagaimana ini dok apakah anaku baik baik saja ? " kata ibu olive sambil menangis


" maaf bu sepertinya gendang telinga olive sudah rusak dia tak bisa lagi mendengar normal lagi bahkan mungkin tak bisa mendengar lagi sama sekali " jawab dokter itu


olive pun terbangun dan mencoba memanggil ibunya


" ibuuuuu.....! "


" olive kamu sudah bangun ya .. syukurlah... " kata ibubya sambil memeluk olive. namun sayang olive tak bisa dengar perkataan ibunya itu dia hanya melihat gerakan bibir ibunya dan dokter di sisinya.


akirnya olive pun boleh pulang karna kondisinya sudah membaik dan masih trauma hingga takut keluar rumah dia kesepian sendiri di rumah, ibunya harus mengurus kebun dan siangnya baru pulang.


hanya boneka yang menemaninya setiap hari karna saat kejadian itu ayah olive menjadi salah satu korban yang tewas.


hari harinya begitu sepi, hingga suatu hari dia di ajak ibunya berbelanja ke pasar suasana pasar yang seharusnya ramai namun di mata olive semua nampak aneh bahkan hanya suara samar samar saja uang ia dengar.


semua pedagang yang mendengar kisah olive begitu kasihan tak jarang mereka memberi dagangan mereka ke olive karna begitu iba.


ibunya selalu sabar mengajari olive menggunakan bahasa isyarat sederhana seperti makan minum dan buang air kecil ataupun besar, olive pun mulai mengerti sedikit demi sedikit.


bahkan saat olive sudah berusia lima tahun ia sudah bisa menulis dan mulai mengerti setiap kata dalam keseharian dia juga mulai memberanikan diri keluar rumah.


dia juga terlihat bermain bersama teman temanya bahkan ada beberapa yang bernasib sama karna kejadian kelam di masa lalu. olive begitu bahagia bisa bermain lagi bersama mereka.


orang tua mereka juga mengawasi dari kejauhan.


" sudah lima tahun berlalu ya shoko ( ibu olive ) " kata ibu teman olive


" iya yul dan sayangnya kasus yang menimpa suami bahkan anak anak kita seakan hilang begitu saja tak ada kelanjutanya lagi " jawab shoko


semua ibu ibu di sana seketika terdiam dan kecewa karna pihak kepolisian tak melanjutkan kasus meledaknya pabrik minyak tersebut.


" olive , erin mari pulang sudah waktunya makan siang..! " teriak yulia ( ibu erin )


" ron mari pulang udah waktunya makan siang " kata sami ibu eron


mereka pun menghampiri anak anaknya untuk diajak pulang.


saat sampai rumah olive tiba tiba mengambil kertas dan menulis kata " Ibu aku ingin sekolah dan ingin punya banyak teman " melihat tulisan itu ibunya pun kaget.


dia membalas kata kata olive " sebenarnya seumuranmu memang sudah saatnya sekolah nak tapi ibu tak mau terjadi sesuatu padamu nanti "


ibunya menangis melihat tulisan anaknya itu dia pun memeluk olive.


" baiklah ibu akan daftarkan kamu sekolah kebetulan tahun ajaran baru di mulai seminggu lagi semoga tak terjadi apa apa ya di sana " tulis ibu olive


olive sangat senang dengan jawaban ibunya. dan tiba tiba ibunya pergi ke kamar dan membawa kotak kecil di tanganya.


kotak itu ternyata isinya adalah sebuah alat pembantu pendengaran dia langsung memasangkan ke telinga olive dan mencoba berbicara pada olive.


" olive,, olive apa kamu dengar ibu nak? " kata ibu olive


oli pun mengaguk dan memeluk ibunya dia menangis bahagia karna pemberian ibunya itu.


" sebenarnya ini sudah ibu simpan sejak lama nak mungkin sekarang sudah waktunya ibu berikan padamu agar nanti kamu bisa mendengar lagi " kata ibu olive


olive yang mendengar hal itu langsung tersenyum dan berkata " maqacih bu " kata kata olive memang sedikit aneh karna sejak kecil dia belum diajarkan berbicara. oleh ibunya karna alat pendengaran itu juga sangat mahal harganya.


ibunya pun mengaguk dan berkata " nak sebaiknya kamu menulis saja dulu apa yang ingin kamu jawab pada seseorang nantinya ya " kata ibu olive dengan nada rendah


" apa kah kata kataku salah bu?.. apakah kata kataku aneh atau mungkin tidak memiliki arti? " tulis olive di buku kecilnya


" tidak nak tidak,, tapi sebaiknya kamu belajar lagi berbicara ibu akan mengajarimu setiap pulang sekolah kog " jawab ibunya sambil menangis melihat kondisi anaknya


olive pun ikut sedih melihat ibunya menangis


" kenapa ibu sedi?,,, sudah bu jangan menangis olive jadi ikut sedih " tulis olive


" maafkan ibu nak,, ibu tak bisa menjagamu ini semua salah ibu. ibu yang sudah bikin kamu kayak gini maaf ibu tak bisa menjagamu ibu benar benar menyesal nak " jawab ibu olive


ibunya pun mengajarkan beberapa kata kepada olive dan ajaibnya olive juga mampu mengikuti apa yang dia katakan walau agak sedikit aneh tapi masih bisa di pahami.


" sudah malam nak mari tidur besok kita pergi ke pasar untuk beli alat tulis dan buku karna sebentar lagi kamu akan masuk sekolah kan " kata ibu olive


olive pun mengaguk dan langsung ke kamarnya


keesokan harinya olive bangun pagi sekali karna tidak sabar.


" bu bangun bu kayakna mau ke pacar bu " kata olive


" hmmm sudah pagi ya,, baiklah ibu mau mandi dulu kamu udah mandi ? " jawab ibunya


olive mengaguk dan tersenyum manis


akirnya ibunya pun beranjak dari tempat tidur dan mandi.


setelah mandi dia melihat singkong rebus di meja dan dua gelas air.


" ibu cilahkan di maqan carapanya " kata olive mengajak ibunya


" wahh ini kamu yang buat ya,, berati kamu bangu pagi sekali dong live " jawab ibunya


olive pun mengaguk dan tersenyum ke ibunya.


mereka berdua pun makan bersama walau hanya singkong rebus tapi terasa nikmat karna di santap berdua.


" olive kamu siap siap aja dulu biar ibu yang beresin ini semua, kita akan langsung ke pasar " kata ibunya


olive pun langsung pergi ganti baju dan langsung menunggu ibunya di depan rumah.