Silence

Silence
eps.6 flashback 2



setelah ibu shoko menceritakan tentang ayahnya tak terasa waktu sudah menunjukan siang hari dia bahkan lupa masak, akhirnya dia mengajak olive makan di warung makan kemaren.


" aduhh maah ya live ibu lupa masak padahal udah jam makan siang ini.. gimana ya " ucap ibu olive


" tak apa kog bu olive ndak laper " tulis shoko


" ehh jangan gitu live mari kita makan di luar aja yuk " ajak ibunya


olive mengangguk dan mereka akhirnya menuju ke warung makan langganan keluarga olive.


akhirnya mereka pun tiba dan bu shoko langsung memesan makanan faforit anaknya.


" mas pesen biasa ya " ucap bu shoko


" oke mbak tumben kesini " sahut pemilik warung


" emm ini aku tadi lupa masak mas gara gara keadilan cerita sama olive " kata bu shoko


" yaudah silahkan duduk dulu ya mbak "


mereka pun menunggu pesanan, warung itu adalah tempat favorit ayah olive dia sering sekali mampir dan membawa pulang makanan dari sana.


bahkan pemilik warung sangat akrab dengan keluarga olive, tak heran bila mereka sering sekali mendapat diskon.


tak lama pesanan mereka pun sampai, olive sangat suka makan dengan ikan bakar sama seperti ayahnya dan ibu olive favorit nya adalah daging semur.


" ini mbak pesenenya.. dan ini untuk olive " ucap pelayan sambil meletakan pesanan


" oh ya ..makasi ya mas " jawab ibu olive


olive terlihat sangat lahap karna memang itu makanan kesukaannya ibunya yang melihat itu sangat senang melihat anaknya lahap makanya.


tiba tiba pemilik warung menemui mereka. membuat olive dan ibunya kaget.


" hallo olive wah udah gede ya sekarang " ucapnya


" ehh mbak sera apa kabar mbak lama tak jumpa " ucap bu shoko


" iya kalian juga jarang kesini kan " kata bu sera pemilik warung


" iya lah bu lagi irit nih hehe " ucap bu shoko


" halah kayak ama siapa aja santai aja kita kan seperti saudara toh ko.. kamu ndak usah sunkan kalo mau kesini " ucapnya


" ya kalo kesini ndak pesen apa apa malu kan bu " kata bu shoko


" hemm ya pesen minum atau apa gitu nanti aku yang tlaktir kan bisa aku lama lo ndak ngrumpi sama kamu ko " kata bu sera


olive jadi sedikit bingung dengan ke akraban ibunya dan pemilikan warung itu.


" wahh live kamu kenapa malah bengong ayo di lanjut makanya.. mungkin kamu lupa sama tante ya live padadahal dulu kamu yang gendong itu aku lho saat di bawa kesini " ucap bu sera


" ahh masak sih tan.. perasaan aku baru liat tante sekarang deh " tulis shoko


" iyalah tante sibuk kesana sini live ini baru bisa kesini lagi " jawab bu sera


makanan mereka pun sudah habis namun saat mau membayar tiba tiba bu sera menarik tangan bu shoko.


" ehh mau kemana kamu ko sini dulu aku masih ingin bicara sama kamu ko " katanya sambil menarik tangan bu shoko


" ehh aku mau bayar dulu mbak " ucap bu shoko


" ndak usah ini semua gratis kog.. sini dulu aku masih mau crita sama kamu ko " kata bu sera


melihat hal itu bu shoko seakan tak tega ingin meninggalkan bu sera sepertinya ada hal yang serius yang ingin di katakan.


" yaudah ada apa mbak kog keliatanya serius " tanya bu shoko


" gini ko aku sebenarnya ingin cerita banyak hal tapi sebaiknya jangan di sini ya kita bicara di belakang aja sambil minum teh di sana " ajak bu sera


" emm tapi aku haris tanya olive dulu mbak mau atau tidak " ucap bu shoko


" ia ta apa koq bu " ucap olive


mendengar itu bu sera kaget seketika padahal olive yabg dulu hanya bisa menulis dan tak pernah bicara sedikit pun.


" hahh live kamu kog... " ucapnya kaget


" iya mbak dia sudah bisa bicara sedikit sedikit " ucap bu shoko


" wah kamu hebat live aku nggak percaya lo ini benar benar luar biasa " kata bu sera memuji olive


olive hanya terdiam dan sedikit malu mendengar ucapan bu sera akhirnya mereka pun tiba di tempat yabg di katakan oleh bu sera.


akhirnya bu sera datang lagi dengan teh dan kue.


" wahh mbak jangan repot repot lah " ucap bu shoko


" tak apa apa kog ayo silahkan di minum teh nya " jawab bu sera


" aku jadi bener bener ndak enak lo mbak "


bu sera pun duduk dan mulai memasang wajah serius kepada bu shoko.


" emm sebenarnya ada hal yang dari dulu aku ingin katakan pada kalian " ucap bu sera


" hah soal apa ya mbak.. kog aku jadi penasaran " tanya bu shoko


bu sera pun mulai menceritakan tentang kebakaran pabrik yang masih menjadi misteri hingga sekarang.


Jadi gini dulu aku sempat bertemu seseorang tamu yang kebetulan dulu juga bekerja di pabrik itu dia menceritakan banyak hal padaku. bahkan kronologi kebakaran dan soal ayah olive juga di ceritakanya.


dulu pabrik itu katanya memiliki saingan, karna suatu hal sainganya itu tiba tiba bangkrut, dan membuat pemiliknya jadi benar benar kebingunan dan melampiaskan amarahnya pada pabrik yang berada di sini.


pemilik pabrik tersebut mengatakan bahwa penyebab pabriknya bangkrut adalah karena berdirinya pabrik yang disini. jadi dia memutuskan untuk menyewa seseorang dan menugaskannya untuk membakar pabrik yang berada disini.


dia juga bilang bahwa yang memberi tahu nya adalah pemilik warung yang berada di depan pabrik.


pemilik warung itu diancam oleh pelaku pembakaran dan di minta tutup mulut atau dia dan warungnya juga akan di bakar olehnya.


pemilik warung itu seketika bercerita kepada sota orang yabg aku bicarakan tadi. saat sota mengungkit tentang masalalu pabrik yang dulu pernah terbakar dan meledak secara tiba tiba itu.


dia akhirnya baru berani buka mulut soal kronologi yang sebenarnya.


orang itu memakai masker buff dan memakai jaket hitam dia bertubuh kekar dan membawa sebuah senjata api dia tangannya dan juga membawa tas di punggungya.


saat itu tiba tiba dia keluar dari mobil dan menembak saatpam dan menerobos masuk kedalam pabrik lalu dia melemparkan tasnya kedalam pabrik dan dia berlari.


hanya beberapa menit saat dia lari dari sana tiba tiba ledakan besarpun terjadi warga mencoba menghentikan mobilnya tapi tak bisa karna dia memakai senjata api semua takut untuk menghentikannya semua diancam begitupula si pemilik warung itu jika di laporkan ke polisi mereka akan kembali dan meledakan warung warung yang ada di sana.


ancaman itulah yang membuat para pedagang serta warga yang melihatnya tutup mulut mereka takut kelompok itu akan kembali lagi menyerang.


dan pemilik warung itu jelas tau siapa yang sebenarnya pelaku dari pengeboman itu.


karna sebelum itu terjadi sang pemilik pabrik datang ke warungnya dan menceritakan hal mengerikan bahwa dia di ancam pabrik sebelah untuk menutup pabriknya sendiri.


dia saat itu sangat ketakutan katanya bahkan dia tak berani keluar pabrik dan memilih tinggal di sana dan naasnya dia juga jadi korban yang tewas karna kejadian itu.


dan soal ayah olive sebenarnya dulu dia telah menjadi pahlawan dia yang membawa semua orang kabur dari dalam pabrik karna dia bekerja di lantai atas. sementara boom itu meledak di lantai bawah.


dia membawa karyawan yang lain menuju ke pintu darurat yang berada di belakang sekitar 40% orang berhasil selamat keluar dari pabrik.


namun tiba tiba dia kembali ke dalam pabrik dan membantu karyawan lain untuk keluar dari pabrik itu.


namun saat itu juga seketika ledakan besar terjadi lagi. kebakaran besar pun terjadi dari lantai bawah sampai atas semua di penuhi api.


akhirnya total korban pun bertambah hanya ada 20% karyawan pabrik yang selamat dari kejadian itu yang lain tak sempat lari dan akhirnya terkena ledakan kedua yang sangat dasyat. dan sota adalah salah satu orang yang paling beruntung karna sempat berlari menjauh sebelum ledakan kedua terjadi dia juga sama seperti olive pendengaran ya rusak.


semua orang yang berada di sisi pabrik mengalami gangguan pendengaran karna ledakan itu.


" ya kira kira begitu lah ceritanya ko maaf ya baru bisa cerita sekarang " kata bu sera


" hemm tak apa mbak akhirnya aku tau siapa dalang di balik semua kejadian tragis itu " ucap bu shoko yang tengah menangis


olive juga ikut menangis mengingat ayahnya, ibunya langsung memeluk olive dan berusaha menenangkan olive saat itu juga.


" ehh mbak sudah sore nih aku mau bungkus makanan untuk ku bawa pulang " kata bu shoko


" iya ko sebentar ya aku ambilin pelayanan khusus untuk kalian berdua tamu soesialku " ucap bu sera


akhirnya bu sera pun pergi ke dapur untuk membuat pesanan dari bu shoko.


" ini ko silahkan di bawa ya.. nggak usah di bayar sebagai tanda terimakasih ku atas semua kebaikan ayahnya olive pada kami " ucap bu sera


" aduhh jangan gitu lah mbak aku jadi nggak enak lo sama mbak ..mbak udah baik banget sama kami " ucap bu shoko


" ini semua tak ada apa apanya ko di bandingkan dengan kebaikan dari ayah olive.. besok aku ceritain lagi sebenarnya masih ada beberapa hal lagi yang ingin aku katakan " kata bu sera


" baiklah aku akan kesini lagi besok sehabis mengantar olive sekolah " jawab bu shoko


" wahh olive udah sekolah ya.. semangat ya live semoga jadi anak yang pintar dan jadi orang baik seperti ayahmu yang suka membantu orang " ucap bu sera


" yaudah mbak kita pulang dulu ya " kata bu shoko sambil berjalan pulang .