RAINA

RAINA
Chapter 92



“Arga tunggu..” Teriak wanita yang mengaku sebagai teman Cintya.


Arga tak menghiraukan teriakan wanita yang mengganggu waktunya di sepanjang perjalannya. Seperti halnya kini, wanita yang bernama Jasmine itu terus saja mengikuti kemana langkah kakinya pergi.


Jasmine tersenyum melihat punggung Arga yang terus menjauh, dari belakang saja penampilan Arga begitu terlihat mempesona apalagi jika dilihat dari depan pikirnya.


Arga menarik kopernya, sejenak menghentikan langkahnya dan mengeluarkan ponsel dari saku celananya untuk menghubungi sahabat terbaiknya, bukan karena merindukannya namun karena ia membutuhkannya untuk segera di jemput sekarang juga.



Di balik kaca matanya, ia terus mengarahkan pandangannya yang tajam untuk melihat sang sahabat namun tak juga menemukannya.


“Kenapa langkahmu cepat sekali.” Seru Jasmine berdiri di sebelah Arga dengan nafas sedikit tersenggal karena berlari untuk mengejar Arga.


“Aku sudah menghubungi Cintya untuk segera datang menjemput.” Tuturnya melihat Arga yang sedang kesal karena panggilannya tak juga terjawab.


Arga melirik dengan sudut matanya, ia baru tersadar jika wanita yang berdiri disampingnya begitu memukau dengan apa yang ia pakai, dari tas, sepatu bahkan baju-baju nya ber-merek semua. Bahkan banyak mata pria menatap ke arahnya, mungkin Jasmine terlahir dari keluarga yang lebih kaya darinya, bukan hanya itu saja. Melihat kulit putih mulus serta wajah cantik hingga postur tubuh bagaikan model membuatnya terlihat sempurna.


Arga segera memalingkan wajahnya saat Jasmine menoleh ke arahnya.


“Itu Cintya!!” Tunjuk Jasmine pada wanita yang berjalan bergandengan tangan dengan seorang pria dan terlihat satu pria berlari mengejar langkah mereka.


“Kok lo bisa sama Arga Yas?” Kening Cintya berkerut dalam mendapati Jasmine berdiri bersebelahan dengan Arga sahabatnya.


“Ohh iya, lo dapet gebetan baru juga yak.” Sahut Rico dari belakang tubuh Rizki ketika Cintya akan melontarkan berbagai pertanyaan yang baru bersarang di kepalanya.


“Kita tak sengaja ketemu di pesawat.” Tutur Jasmine pada Cintya.


“Yuk cabut.” Arga berjalan menarik kopernya dengan satu tangan, tangan satunya ia masukan pada saku celannya tak ingin mendengarkan berbagai pertanyaan dari Cintya karena ia tahu betul bagaimana sahabat wanitanya itu.


“Cool banget siihhh.” Gumam Jasmine dengan gemas melihat sikap Arga yang selalu acuh terhadap dirinya.


Cintya segera menarik tangan Jasmine untuk segera ikut pulang dengannya, tak mungkin ia meninggalkan sahabat barunya sendirian tanpa pengawalan dari keluarganya.


“Jaga sikap lo jika ingin berteman dengannya!.” Tutur Cintya memperingati Jasmine saat mereka masuk ke dalam mobil yang berbeda dengan Arga.


“Lo tahu kan gue nge-fans banget sama temen lo yang satu itu??”


Tentu saja Cintya tahu, semenjak ia memberitahukan kisah persahabatannya dengan Arga, sikap Jasmine begitu berbeda, ia selalu antusias jika di ajak berpergian, dan hampir setiap hari telinganya selalu panas dengan berbagai pertanyaan dari Jasmine mengenai Arga, mulai dari warna favorit, makanan, hari ulang tahun bahkan hal kecil mengenai Arga ia tanyakan.


Rizki hanya tersenyum melihat wanitanya mulai gemas kesal dengan tingkah teman barunya. Padahal ia sudah mengingatkan Cintya untuk jangan terlalu dekat dengan Jasmine jika hal itu akan membuatnya pusing. Namun Cintya selalu berkata jika hanya Jasmine yang baik terhadapnya selama ia masuk bangku perkuliahan. Membuat Rizki tak bisa berkata lagi.


***


Terus melangkah melupakanmu


Jalan pikiranmu buatku ragu


Tak mungkin ini tetap bertahan


Perlahan mimpi terasa mengganggu


Kucoba untuk terus menjauh


Perlahan hatiku terbelenggu


Kucoba untuk lanjutkan itu


“Engkau bukanlah segalaku,


Bukan tempat tuk hentikan langkahku,


Usai sudah semua berlalu..” Rico ikut menyanyikan lagu yang di populerkan oleh Peterpan yang kini di cover ulang oleh band noah.


“Biar hujan..”


“Berisik Ko..” Bentak Arga memotong Rico yang sedang ikut bernyanyi karena merasa pusing mendengar suara fals dari sahabatnya itu.


“Ckk.. lo gak tahu apa kalo gue tuh pengen jadi penyanyi kayak Ariel noah biar banyak cewek ngejar-ngejar gue.” Sahutnya merasa kesal karena Arga mengganggunya.


“Mimpi aja lo!” Tukas Arga segera mensedakapkan tangannya didada dan menyandarkan kembali punggungnya untuk melanjutkañ istirahatnya.


“Lo ikutan nyanyi lagi, gue sumpahin putus lo sama Viona.” Ucap Arga ketika Rico hendak mengikuti menyenandungkan kembali lagu Noah yang belum selesai terputar.


Rico kembali mengatupkan mulutnya takut jika yang dikatakan Arga akan terjadi. Dengan kesal ia mengemudikan kendaraannya dengan kecepatan tinggi untuk segera menurunkan sahabatnya yang terkadang membuatnya kesal hingga ingin mati.


Tak lama mereka sampai di rumah Rizki, terlihat nobil Rikzi sudah terparkir di halaman rumahnya. Mereka turun bersama, Arga segera mengambil kopernya dan membawanya masuk ke dalam karena ia akan menginap di rumah Rizki selama seminggu, tentu saja untuk menghindari pertanyaan dari Yulisa.


Arga tak ingin melihat Yulisa kembali merasa bersalah, ia ingin Yulisa selalu bahagia karena ia melihat wajah senang Yulisa saat ia berpamitan padanya untuk menyusul Raina bahkan Yulisa mendo'akan yang terbaik untuk hubungannya bersama Raina, Yulisa terlalu menaruh harap yang begitu banyak untuk hubungan mereka kembali.


“Gue gak akan bertanya soal lo yang bisa bareng Jasmine, tapi gue mau tanya kenapa lo tiba-tiba pulang? Bukannya rencana lo itu seminggu disana?” Tanya Cintya beruntun sebelum Arga mendudukan tubuhnya di sofa.


“Gue gak betah disana.”


“Kenapa?”


“Dia udah punya cowok Sin. Menurut lo gue harus tetap liburan disana?”


Terjawab sudah semua yang ada di benak serta pikiran semua sahabatnya. Ternyata itu alasan kenapa Arga pulang mendadak serta mengatakan tak ingin mendengar nama Raina lagi dalam hidupnya.