
Kedua tangan Raina terentang menikmati angin pantai dari atas sepeda yang mereka naiki untuk menyusuri pantai menyusul Yang lain, perasaannya begitu bahagia.. sangat-sangat bahagia.
Mereka tertawa bersama menikmati indahnya pantai di tengah terik matahari yang begitu menyengat. Setelah puas bersepeda mereka berkumpul bersama di tempat semula.
Mereka duduk lesehan menikmati bekal Abi dan Nisa yang begitu banyak, pantas saja Abi dan Nisa seperti keberatan membawa tas nya.
Rizki dan Rico datang membawa 2 kantung kresek besar berisi air mineral, sofdrink dingin dan snak untuk cemilan.
Selesai menghabiskan bekal Abi dan Nisa kembali berlari menuju pantai, sedangkan para remaja hanya duduk dan rebahan di atas tikar pasir pantai.
“Kita foto-foto yuk.” Ajak Cintya pada yang lainnya.
Mereka pun bersiap setelah Cintya menyimpan kamera Arga di tripod dan mengaktifkan timernya.
Setelah puas berfoto ria mereka pun membubarkan diri. Arga menarik tangan Raina berjalan di sisi pantai ketika matahari sudah tak terlalu menampakan sinarnya.
“Rain..” Panggil Arga.
CEKKKREKK
“AAarga iishh..” Raina mencubit lengan Arga karena ia sudah tertipu 2 kali.
“Kamu tuh cantik foto gini juga.”
“Jelek tau.” Raina cemberut menjauh dari Arga dan kembali duduk di atas pasir di susul Arga yang baru kembali setelah ia memberikan kameranya pada Rizki.
“Rain.” Panggil Arga ketika ia berhasil mendudukan dirinya di sebelah Raina menatap lurus ke laut.
“Hmm” Raina kembali menoleh.
“Terima kasih.” Arga pun menoleh dengan senyumnya yang cemerlang.
“Untuk?”
“Untuk sayang yang kamu kasih.Aku gak tau hidup aku bakal kayak gimana kalo kamu gak kembali” Arga menggenggam kedua tangan Raina. “Denganmu aku semakin paham tidak ada lagi yang aku butuhkan selain kehadiranmu di sisiku.Tetaplah bersamaku.” Pinta Arga menatap manik indah Raina.
“Gombal.” Raina melepas kedua tangan Arga dan kembali menghadap pantai.
“Beneran Rain.” Arga memegang erat kembali kedua tangan Raina, ia mengecup punggung tangan Raina bersamaan. “Aku harap tak ada lagi kesalah pahaman di antara kita, aku sayang kamu” Sambungnya.
“Arga malu banyak orang.” Ujar Raina Celingukan melihat sekeliling ketika Arga hendak mendekatkan wajahnya.
“Aku gak suka kamu panggil nama. Panggil aku sayang atau baby, hubby, honey, atau bee kayak dulu.” Berengut Arga.
“Aku tahu kamu manggil gitu karena gemas dan terlalu sayang sama aku kan?” Tanya Arga menaik-naikan alisnya karena terlalu percaya diri.
“GeEr banget kamu.” Seru Raina.
“Trus kenapa kamu manggil gitu dulu kalo bukan sayang sama aku?.”
“Emhhh…”
“Jangan bilang kamu manggil gitu karena ngeledek aku.” Tebak Arga melihat Raina beranjak berdiri.
Raina nyengir menampakan giginya yang putih rapih berbaris.
“Honey… awas kau ya.” Teriak Arga berlari mengejar Raina yang secepat kilat berlari menjauhinya.
“AAAAAAAAA… hahhaaha” Jerit Raina dengan tawa ketika tubuhnya tertangkap oleh Arga.
“Aku tak akan melepaskanmu.” Ancam Arga menggendong tubuh Raina dan menceburkannya tubuhnya bersama.
“Aku ingin mencintaimu lebih lama dari selamanya.” Ucap Arga ketika mereka berdiri saling berpelukan dalam air.
Bibir Raina terangkat sempurna mendengar gombalan Arga, tangan jahilnya kembali mencipratkan air ke wajah Arga dan kembali lari menjauh.
Setelah puas saling bekerjaran Raina duduk di atas pasir di susul Arga untuk menikmati indahnya semburat jingga karena matahari sebentar lagi terbenam. Untungnya cuaca hari ini begitu cerah hingga mereka bisa bermain puas tanpa terganggu sang hujan.
“Aku seneng bisa liat matahari terbenam sama kamu.” Ucap Raina menoleh pada Arga yang duduk di sebelahnya.
Arga membalas senyumannya dan menarik tangan Raina untuk berdiri sempurna, Arga merapikan rambut Raina yang terhempas oleh angin, Jantung Raina begitu berdebar, kehangatan menjalari seluruh tubuhnya ketika tangan Arga menangkup kedua sisi wajahnya, ibu jarinya meraba bibir Raina yang Ranum.
“Rain..” Ucap Arga parau, tenggorokannya tercekat.
“I Love You.” Tutur Arga memiringkan kepalanya sebelum ia mencium bibir Raina yang sedikit terbuka. Matanya terpejam menyambut hangat ciuman Arga yang lembut, ini bukan pertama kalinya ia di cium oleh Arga tapi entah kenapa kali ini sedikit berbeda baginya, Di balik ciumannya Arga tersenyum ketika Raina mengalungkan kedua tangannya, Arga menurunkan tangannya dan memeluk pinggang Raina agar tubuh mereka semakin mendekat.
Arga sejenak melepaskan Raina yang sudah kehabisan nafas, membiarkannya untuk sedikit menarik nafasnya. Hidung dan kening mereka masih saja menempel hingga Nafas mereka beradu. Arga mengusap bibir Raina yang sedikit basah karena ulahnya. Ia kembali mengecup Bibir ranum tersebut dan memgangkat tubuh Raina hingga Raina menjerit karena kaget.
Tanpa sepengetahuan mereka, Rizki dan Rico mengabadikan moment mereka dari sejak duduk berdua hingga berciuman dengan latar belakang senja yang begitu indah.
Jangan lupa dukungannya..
Jika suka, like, komen, vite dan rate ya😁