
Rico dan Rizki heboh mengerjakan tugas yang belum ia kerjakan kemarin, tentu saja dengan mencontek dari murid lain.
Bu indri pun masuk dan menyapa muridnya, bu Indripun menyuruh ketua kelas untuk segera mengumpulkan tugas yang kemarin ia berikan. Ia memeriksa satu persatu buku muridnya.
"Baiklah ibu sudah memeriksa tugas kalian, ibu sangat senang dengan hasil dari tugas Raina, semuanya benar." Tutur Bu Indri dan menyuruh ketua kelas untuk mengembalikan buku pelajarannya kembali.
"Wwiihhh hebat" Seru siswa terkagum pada Raina.
Raina hanya menarik satu sudut bibirnya, ia melirik Arga yang lagi-lagi merasa Arga memperhatikannya, dan kali ini tatapan mereka beradu.
Cintya mengepalkan tangannya karena semua siswa termasuk Arga terkagum pada Raina.
"Kalian contoh Raina, dan belajarlah padanya terutama kamu Arga, Rain ibu harap kalian membantu murid yang lainnya." Tutur Bu Indri.
"Kenapa saya harus membantu mereka belajar? bukankah itu sudah tugas guru?" Jawabnya tegas.
Perkataan Raina begitu menohok pada Bu Indri, Astaga kenapa Raina bersikap seperti ini, bukankah hasil kepribadiannya sangat baik, tapi di sini ia sungguh tidak sopan. Pikir Bu Indri merasa di permalukan.
"Raina bisa ikut ke ruangan ibu sekarang?" Tuturnya Tegas.
Raina segera berdiri dan mengikuti langkah bu Indri menuju ruangannya. Semua siswa dan siswi tercengang dengan apa yang mereka dengar dari mulut Raina. bisa-bisanya murid baru berkata tak sopan seperti itu.pikir mereka.
Arga hanya menaikan sudut bibirnya, ia melihat nilai yang di berikan bu Indri, lagi-lagi nilainya di bawah kata bagus, bagaimana mau bagus ia saja mngerjakannya dengan asal meski Cintya dengan suka rela ingin mengerjakan tugasnya namun ia selalu menolak.
***
"Maaf nak Raka saya harus mengganggu waktu anda, di sini saya merasa malu karena Raina sudah mempermalukan saya sebagai guru. Jujur saja saya begitu terkejut karena saya melihat hasil raport Raina dari sekolah srbelumnya tak ada cela tapi kenapa sekarang ia berani tak sopan." Tutur bu Indri setelah ia menjelaskan semuanya.
Raka hanya menatap tajam pada Raina, ia tak menyangka Raina berdikap tak sopan, padahal mereka mendidik Raina menjadi anak yang baik. Ini pertama kalinya Wali dari Raina di suruh ke sekolah gara-gara berulah.
"Sekali lagi saya wali dari Raina meminta maaf atas sikap Raina yang sudah tak sopan. dan saya mohon undur diri" Pamit Raka dengan pandangan terus tertuju pada adik kesayangannya.
"Ya, silahkan." Tukas bu Indri mepersilahkan tamunya untuk keluar.
Raka mencengkram tangan Raina dengan erat dan menyeretnya ke taman sekolah yang sepi, Raina tahu pasti Kakaknya marah, Raina pikir gurunya tak akan memanggil walinya tapi ternyata ia salah.
Raka menghempaskan tangan adiknya dengan kasar membuat Raina kesakitan. Raina hanya menundukan wajahnya dan memegang tangannya yang sakit. Ia sama sekali tak berani menunjukan wajah pada kakaknya.
"Siapa yang ngajari lo gak sopan?" Tanya Raka dengan nada tinggi membuat Raina kaget.
Raina mendongakan wajahnya, ia menatap wajah kakanya dengan sendu hingga cairan bening pun lolos dari matanya.