RAINA

RAINA
Chapter 12



Raina berdiri memilih dan mengambil semua buku mata pelajaran Sekolah Dasar untuk Abi dan juga Nisa. Setelah dirasa cukup Raina kini memilih buku unyuk dirinya sendiri, ia memilih novel dan juga buku mengenai bisnis karena ia ingin mempelajari bisnis seperti ayahnya.


Saat dirasa sudah cukup ia membawa semua buku pilihannya ke kasir, Raina membayar dengan kartu kredit yang di beri oleh ayahnya.


"Aahhh.."


Semua buku yang ia pegang terjatuh saat ia tak sengaja menabrak seseorang.


"Maafkan aku, aku tak sengaja" Raina tak melihat siapa yang ia tabrak, ia hanya meminta maaf sembari memungut buku yang berjatuhan.


"Tak apa, aku juga salah karena tak melihatmu." Ucap pria yang menolong Raina mengumpulkan bukunya.


"Lo.." Suara Raina tecekat saat ia mengenali siapa yang ia tabrak tadi.


"Gue kira siapa, ternyata lo." Ucap Arga sembari menyodorkan buku yang ia kumpulkan pada Raina.


Raina menerima buku tersebut dan kembali memasukannya pada paper bag besar.


"Sepertinya lo kesusahan membawa buku sebanyak itu."


Seru Arga yang basa-basi.


"Kenapa lo bisa di sini?" Tanya Raina yang hanya melihat Arga sendirian, tidak mungkin kan Arga juga ke toko buku, ia kan termasuk orang yang malas untuk belajar.


"Ini tempat umum, siapapun berhak berada di sini." Tuturnya dengan wajah yang menjengkelkan menurut Raina.


"honey." Seru perempuan yang umurnya sepantaran dengan Raina, ia berjalan menghampiri Arga.


Arga tersenyum menyambut perempuan tersebut dan si perempuan tersebut bergelayut manja, Raina hanya tersenyum sinis, pantas saja ia melihat Arga sendiri ternyata ia sedang bersama pacarnya.


"Emh.. maaf, tadi gue gak sengaja, permisi." Raina hendak berjalan melewati Arga dan juga pacarnya namun langkahnya terhenti karena Arga memegang pergelangan tangannya.


"Gue bantu lo bawa bukunya, sepertinya itu berat." Ucap Arga yang merasa kasihan melihat Raina membawa buku sebanyak itu.


"Gak usah, gue bisa sendiri."


"Honey, kamu belanja dulu ya, aku bantuin temen dulu." Ucapnya dengan nada yang begitu lembut.


"Baiklah, aku ingin melihat sepatu di sana" Ucapnya melenggang pergi meninggalkan Arga dan juga Raina.


Arga segera mengambil paksa barang yang di bawa Raina dan berjalan mendahuluinya.


"Hei..." Ucap Raina yang tak terima dengan sikap Arga yang menurutnya memaksa.


"Aaww" Pekik Raina yang kesakitan karena keningnya menubruk punggung Arga.


"Lo bisa di depan gak, gue gak tau mobil lo dimana."


"ish.. lo tuh kalo jalan jangan asal berhenti, sakit nih kening gue." Omel Raina sembari mengusap-usap keningnya.


Raina segera menghampiri pak Anton yang ternyata sedang duduk menunggunya dekat pintu masuk mall, pak Anton yang melihat majikannya mendekat ia segera menghampirinya.


"Pak tolong bawain barang aku, emh bapak tunggu saja di tempat tadi, aku mau pergi belanja lagi."


"Baik Non." Seru pak Anton patuh, ia mengambil barang yang di bawa oleh Arga tadi.


Raina segera pergi meninggalkan Arga dan juga pak Anton, ia menuju perlengkapan Sekolah Dasar. Arga hanya mengerutkan kening melihat Raina yang masuk ke toko perlengkapan Sekolah Dasar.


"Sama-sama" Ucap Arga yang melihat Raina menjauh darinya, ia menarik kedua sudut bibirnya melihat tingkah Raina yang cuek padanya.