RAINA

RAINA
Chapter 33



Raina mengerjapkan matanya, ia melihat kesekeliling ruangan yang bernuansa monokrom minimalis.


Raina menyibakan selimut yang membalut tubuhnya. Ia menapakan kakinya ke lantai dan saat ia akan bangkit berdiri, keluar Arga dari kamar mandi sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil, tubuh bagian atasnya polos tanpa baju hingga terlihat otot tubuh Arga bak roti sobek, tubuh bagian bawahnya hanya di lilit pleh handuk. Raina membelalakan matanya dan ia segera menatap tubuhnya.


"AAAaaaaaaaa." Raina berteriak dan menyilangkan satu tangannya di depan dada dan satunya lagi hendak menutupi pahanya yang terekspos karena ia hanya menggunakan baju kebesaran underwarenya pasti terlihat.


"Brisik." Arga menutup kedua telinganya.


"Lo apain gue?" Raina kembali masuk kedalam selimut.


Arga menaikan sebelah alisnya, kenapa malah bertanya? Apa Raina amnesia hingga ia tak ingat bahwa sudah di tolong olehnya?


"Gue mau pulang, kembaliin seragam gue." Raina terisak di dalam selimut.


Arga menarik paksa selimut yang menutupi wajah Raina namun Raina tak membiarkannya ia hanya menangis, karena kekuatannya kalah dari Arga selimut tersebut terlepas hingga ia menatap mata tajam Arga.


"Denger, gue gak lakuin apapun sama lo."


Raina bergeming, ia menatap manik coklat Arga mencari sebuah kebohongan di dalamnya namun ternyata ia tak menemukannya.


Arga mengusap air mata Raina, ibu jarinya turun pada sudut bibir Raina yang terluka.


"Apa ini sakit?" Tanya Arga mengusap bibir Raina.


Raina hanya mengangguk tak menepis tangan Arga seakan ia tersihir oleh ketampanan Arga.


Arga mendekatkan wajahnya, Raina membelalakan matanya saat ia merasakan bibirnya basah karena di cium oleh Arga, ia berontak namun Arga memegang tengkuk Raina hingga ia tak bisa menghindar dari ciuman itu.


Arga memciumnya dengan penuh kelembutan membuat Raina memejamkan matanya saat ia merasakan ada gelelanyar aneh pada tubuhnya, ia berusaha menyambut ciuman Arga saat Arga berusaha memperdalam ciumannya.


Arga melepaskan pagutan bibirnya, ia menghapus saliva di bibir Raina.


"Sekarang gak sakit kan?"


Raina hanya mengangguk dan menarik nafas seolah ia kehabisan nafas, dadanya kembali bergemuruh, terasa sesak, bukan karena sakit dan entahlah Raina tak mengerti kenapa.


"Yang gantiin baju lo tadi bik Neni, gue gak apa-apain lo." Ujar Arga berjalan menuju lemari, ia memakai T-shirt putih di depan Raina.


Raina memalingkan wajahnya saat Arga mengambil celana jeans, Arga terkekeh melihat Raina, ia segera masuk ke dalam kamar mandi untuk memakai celananya.


Raina memegang bibirnya, ia tak percaya kenapa ia bisa berciuman dengannnya, ini adalah pengalaman pertamanya, dan kenapa jantungnya terus saja berdetak cepat? Raina menggelengkan kepalanya.


"Aaww." Raina meringis kesakitan saat tangannya tak sengaja memukul keningnya.


***


"Rain?" Rico dan Rizki terpaku melihat Raina berada di dalam apartemen Arga.


"Ngapain lo pada di sini?" Ujar Arga saat ia keluar dari dalam kamarnya menggunakan jaket kulit siap untuk pergi.


"Gue gak nyangka, lo pake kekerasan buat dapetin apa yang lo mau." Ujar Rico menggelengkan kepala di ikuti oleh Rizki.


Raina hanya diam saja kenapa Rico berkata sepeerti itu, jangan-jangan mereka berfikiran yang tidak-tidak karena di sini hanya ada Raina dan Arga sedangkan bik Neni sudah pulang.


aahhh jangan sampai mereka tahu jika tadi gue dan Arga berciuman, batin Raina.


"Maksud lo apa?" Arga melempar buku yang dekat dengannya pada mereka.


"Itu lo kenapa Rain? Lo gak di apa-apain kan sama dia?" Tanya Rizki heboh seakan sudah terjadii sesuatu.


"Brengsek lo pada." Arga hendak memberi temannya pelajaran namun mereka langsung lari ke belakang tubuh Raina.


"Apaan sih lo?" Raina menepis tangan Rizki dan Rico yang menempel di bahunya.


"Kissmark Ko." Bisik Rizki pada Rico tak percaya dengan apa yang ia lihat di leher Raina.


Raina segera menutupi bekas kemerahan ulah Rangga tadi, matanya kembali berkaca-kaca.


"Gue mau pulang." Raina mengambil tas ranselnya dan pergi meninggalkan apartemen Arga.


"Aarrgg gara-gara lo." Ujar Arga berlari mengejarnya, Rico dan Rizkipun mengikuti mereka masuk ke dalam lift dan suasana menjadi hening.


"Gue Anter lo pulang." Arga menarik tangan Raina saat Raina keluar dari lift.


"Enggak, gue mau pulang sendiri."


"Gue bilang Gue yang anter Rain." Bentak Arga membuat Rico hendak turun tangan namun di tahan oleh Rizki.


Raina hanya menunduk dan hanya diam menurut saat Arga membentaknya.


Mereka menuju rumah Raina, Arga menarik tangan Raina agar ia memeluknya namun Raina kembali menarik kembali tangannya.


Arga mengencangkan motornya hingga Raina merasa takut, ia pun memeluk Arga, Rizki dan Rico yang melihatnya dari belakang hanya tersenyum kecut.


Raina turun setelah ia sampai di depan gerbang rumahnya. Rico dan Rizki melongo melihat rumah Raina tak kalah megah dari rumah Arga.


"Thanks." Ucap Raina masuk begitu saja tanpa mempersilahkan dulu Arga dan temannya mampir.


Arga hanya menarik salah satu sudut bibirnya dan mereka kembali melajukan motornya menuju tempat balapan yang dibicarakan di sekolah.


Jangan lupa dukungannya kakak readers.


Jika suka like, comment, vote dan rate ya kakak ;)