
Seperti biasa Raina duduk di bangkunya, ia membaca buku pelajarannya bersama Sandi, sekarang ia mencoba untuk dekat dengan Sandi, tentunya ia merasa Sandi tidak sama dengan yang lainnya yang hanya memanfaatkan apa yang Raina punya.
Awal ia mengenal Sandi adalah saat ia merasa sedikit tak mengerti dengan pelajaran bu Indri, ia meminta bantuan Sandi, terlihat sekali kegugupan di wajah Sandi, itu membuat Raina membayangkan pertama kali bertemu dengan Rangga mungkin seperti itulah diri dulu. Pikirnya.
Arga datang dan hanya duduk memainkan ponselnya, ia mencoba menghubungi nomor Raina namun tak tersambung, Arga hanya tersenyum kecut.
Banyak cewek yang mau dekat dengan gue, dan bisa-bisanya Lo bersikap acuh pada gue Rain. Gue akan buat lo suka ama gue Rain. Batin Arga meremas ponselnya.
***
"Ternyata lo sekolah di sini Rain?" Tanya Lelaki yang Raina kenal.
Rangga tersenyum menggoda melihat penampilan Raina yang berbeda, kini ia tak melihat Raina memakai kacamata, bahkan pahanya yang mulus terlihat, ahh andai saja Raina dulu seperti ini, ia tak akan mau dengan Nadine. Raina yang melihat Rangga terus memperhatikan penampilannya hanya tersenyum sinis.
"Ada apa lo kemari?" Tanya Raina ketus, ia sungguh malas menghadapi mantan pacarnya ini.
Rangga turun dari motornya dan menghampiri Raina,
"Lo ikut gue sekarang!!" Rangga menarik tangan Raina.
"Lepasin gue!!" Raina menepis tangan Rangga dengan kasar.
"Rain, gue udah bilang sama lo kalo gue di jebak Nadine."
Rangga terus berusaha memegang tangan Raina.
"Gue gak peduli." Raina hanya berkata datar.
"Rain, gue sayang sama lo dan gue mau kita balik kayak dulu."
"Ayolah Rain beri gue kesempatan." Pinta Rangga mengatupkan tangannya di hadapan Raina.
"Lo udah kehabisan cewek? gak malu lo di liatin orang?"
"Hahaha selamat bermimpi aja."
"Minggir Lo." Raina mendorong bahu Rangga saat ia melihat Raka sudah datang.
Raka hanya melirik tajam pada Rangga, ia segera memberikan helm pada Raina karena mereka berencana untuk mendatangi kembali rumah Abi, semalam Raina menceritakan tentang kehidupan teman barunya dan Raka mendukung niat baik Raina. Setelah Raina siap Rangga menstater motornya dan pergi dari hadapan Rangga.
"Shit !!" Umpat Rangga sembari mengacak rambutnya.
Arga yang berada di parkiran bersama sahabatnya hanya menyaksikan drama Rangga dan Raina, ia hanya tersenyum tipis tak terlihat.
"Gila, mantanya cakep bener." Ucap Rico berdiri di samping motornya.
"Pacarnya lebih cakep menurut gue." Sahut Cyntia yang berdiri di sebelah Arga.
Rizki yang mendengar Cintya memuji laki-laki lain hanya bisa tersenyum kecut.
"Ya pantas lah Raina dapat yang cakep-cakep, secara dia nya aja aduhai gitu." Ujar Rizki menyembunyikan sakit di hatinya.
"Hahaha bener banget lo, gak salah gue tertarik ama dia." Tutur Rico membayangkan wajah cantik dan body goals Raina.
"ke semua cewek juga lo tertarik kan Ko." Rizki hanya menggeleng-gelengkan kepalanya karena kelakuan sahabatnya yang satu ini.
Arga memakai helm nya dan ia pergi begitu saja meninggalkan sahabatnya, Rizki dan Rico hanya saling berpandangan.
"Kenapa sih si Arga? Dari pagi cuma diem aja." Gerutu Cyntia.
Rizki dan Rico hanya menggedikan bahunya bersamaan, mereka pun meninggalkan Cyntia yang sedang kesal.
Jangan Lupa like dan komentar kakak Readers ;)