
Kedekatan Raina dengan Darrel menjadi gosip di kelasnya, Raina tak ambil pusing dengan gosip yang semakin panas beredar.
‘Apa kau menjalin hubungan dengan darrel?
Kenapa kalian bisa kenal?
Aku tak percaya jika kalian tak punya hubungan apa-apa.’
Raina terlalu jengah dengan berbagai pertanyaan teman sekelasnya yang hanya itu-itu saja.
“Aku akan dukung kamu untuk mendekatinya, tenang saja dia adalah kakakku.” Ucap Raina pada teman wanitanya, sekarang ia sedang menjadi mak comblang.
“Benarkah?”
“Iya.. kalian cocok, dia tampan dan kamu cantik.”
“Makasih Rain dukungannya, untuk ini terima kasih sekali.” Ujar Carrol menunjukan ponselnya.
“Iya, selamat berjuang.” Ucap Raina dengan senyum khasnya yang selalu membuat kaum adam terpesona. Raina tersenyum jahil, habis ini pasti Darrel akan ganti sim card lagi karena nomornya sudah ia berikan pada Carrol.
Selepas kelas Raina keluar menghampiri kakaknya dan Abiela, di sampingnya sudah pasti ada Darrel yang selalu menjadi obat nyamuk karena tak mempunyai pasanga. Katanya jomblo nya itu karena pilihan bukan tak laku, emang bener sih.. secara banyak wanita yang antri untuk menjadi pacarnya.
“Baru selesai?”
“Hmm..” Ucap Raina duduk di sebelah Darrel.
“Rain, kayaknya tu cowok suka kamu deh.” Ucap Abiela pada Raina.
Raina yang sudah menengguk sebagian air mineralnya segera menoleh pada arahan dagu Abiela, ia melihat lelaki tampan sedang tersenyum ke arahnya dan ia pun hanya membalas seadanya. Karena lelaki tersebut melihat ke arah Raina terus Darrel segera menghalangi dengan tubuhnya.
“Apaan sih, jauh-jauh awas.” Raka dan Abiela tergelak dengan sikap Darrel yang terlihat protektif.
“Udah diam, tuh cowok playboy tau.” Ucap Darrel.
Raina memutar bola matanya malas dengan sikap Darrel yang seolah ia adalah pacarnya.
Ponsel Darrel bergetar, ia melihat notifikasi chat dari nomor baru lagi.
[Haii kak Darrel, salam kenal aku Carrol.]
[Maaf jika aku sudah mengganggu waktumu.]
[Haii Carr, boleh aku tahu siapa yang ngasih no aku ke kamu?]
[Emphh.. maaf kak, katanya aku tak boleh memberitahu kakak.]
[OKE.. kalo gitu aku tak mau kenal sama kamu.] Satu Ancaman dari Darrel membuat Carrol menjadi dilema.
“Kenapa kamu liatin aku?” Tanya Raina merasa risih dengan tatapan tajam Darrel.
“Enggak.” Tutur Darrel memalingkan wajahnya dengan sudut bibirnya terangkat sebelah, seakan mendapat ide untuk mengerjai Raina.
“Rain, kamu pulang bareng Darrel lagi ya!”
“Oke.”
“Ya udah kita duluan.” Pamit Raka dan Abiela meninggalkan Raina bersama Darrel.
***
“Kamu belajar yang rajin ya sayang.”
Raina melotot tajam ketika Darrel bersikap seperti pacarnya di depan pintu masuk kelas, semua orang dalam kelas menjadi yakin dengan kedekatan mereka bukan sekedar teman atau kakak, Carrol yang hampir masuk ke dalam mematung di belakang tubuh Darrel.
“Kenapa sayang? Kita kan pacar, kamu jangan malu gitu dong.” Imbuhnya dengan mencubit gemas pipi Raina.
“Ya udah, nanti kabari aku jika udah selesai kelas oke!” Senyum Darrel melebar ketika ia meninggalkan Raina yang tertegun.
“Carrol..”
“Yang di katakan Darrel tadi tuh hanya candaan.” Ucap Raina mengejar langkah kaki Carrol.
“Jelas-jelas Dia mengakui kamu pacarnya Rain.”
Darrel sialan, awas kau ya.. Batin Raina kesal.
Carrol tak menghiraukan perkataan Raina bahkan ia sedikit menjahuinya membuat Raina Raina pun merasa kesal, ia pun tak lagi menghiraukan Carrol yang marah padanya, ia tak terlalu peduli jika ia harus kehilangan teman barunya. Toh ia pun dulu tak mempunyai teman.
Ketika ia sedang memainkan ponselnya, Dosen pun datang dan segera mengabsen. Raina menatap layar dari proyektor yang sedang dosennya jelaskan hingga selesai.
Sang dosen pergi setelah memberikan materi, semua mahasiswa keluar satu per satu meninggalkan Raina yang masih duduk membereskan buku-bukunya.
“Hai sayang..” Sapa Darrel masuk begitu saja.
Tas ransel segera hinggap di punggung cantiknya, buku besar yang tak muat masuk ke dalam tasnya hanya ia pegang. Berjalan mengacuhkan Darrel yang menyapanya.
Kenapa ia bisa tahu gue udah bubar kelas? Jelas gue gak ngasih tau. Batin Raina yang di ikuti terus oleh Darrel.
Carrol yang melihat Darrel terus mengejar Raina pun ikut keluar dari kelas dengan bibir mengerucut, dengan sengaja tubuhnya di tabrakkan pada sebagian tubuh Raina setelah langkahnya sejajar membuat buku dalam genggaman Raina jatuh.
“Sayang, kamu gak apa-apa kan?” Tanya Darrel membantu Raina mengambil bukunya di lantai.
“Sayang-sayang pala lo peyang” Umpat Raina kesal ketika Darrel tersenyum menyeringai ke padanya.
“Kamu ngomong apa sih sayang? Aku gak ngerti.”
“Jijik banget muka kamu Rel.” Ucap Raina berlalu.
“Sayang.. tunggu aku.” Ucap Darrel menyusul langkah Raina, ia menatap tajam Carrol yang sengaja memperlambat jalannya.
Mereka pun berjalan beriringan, Raina masih saja mengacuhkan Darrel yabg terus saja menggodanya. Kini ia tahu alasan Darrel sebenarnya, ternyata Darrel sudah tahu jika ia yang sudah menyebarkan nomor ponselnya.
“Aku minta maaf oke. Udah kan? Berhenti panggil aku sayang.”
“Gak bisa.”
“Terserah.” Ucap Raina mempercepat langkahnya untuk menghindari Darrel.
Jangan lupa dukungannya..
Makasih yang udah berkenan membaca karyaku😁