RAINA

RAINA
Chapter 65



“Aku mau ngomong bentar Honey.” Lirih arga dengan berusaha masuk.


Karena tenaganya lebih besar di banding Raina ia pun berhasil membuka pintu dan masuk ke dalam kamar Raina. Ia segera menyimpan nampan ke atas meja yang bersebelahan dengan sofa putih kecil. Sedangkan Raina masih diam di ambang pintu dengan menyilangkan tangannya di dada.


“Aku cuma punya waktu 10 menit buat dengerin kamu.” Tegas Raina tanpa menatap lelaki yang kini duduk dengan santainya di sofa.


“Aku gak mau ngomong kalo kamu masih di sana.” Sahut Arga santai menyandarkan tubuhnya serta memainkan ponsel.


Raina menghampiri Arga tanpa menutup pintu kamarnya, ia duduk di tepi ranjang sedikit menjauh dari Arga.


Arga bangkit berdiri membuat Raina mendongak.


“Kamu bisa bicara dari sana kan?.” Raina menggeser tubuhnya ketika Arga duduk di sebelahnya.


“Enggak.” Arga berhenti sejenak. “aku yakin kamu udah dapat video itu kan? Hingga kamu gak mau angkat telfon dari aku.” Raina membuang muka ketika Arga menghadap ke arahnya.


“Itu editan Honey, kamu bilang akan percaya padaku tapi buktinya kamu gak percaya.” Ucap Arga dengan rasa kecewanya.


“Aku hanya ingin kamu tau bahwa video itu hoax, aku berani bersumpah gak pernah ngapa-ngapain sama dia.”


“Buktinya udah jelas Ga, kamu gak bisa ngelak lagi. Papa mu akan tetap nyuruh kamu menikah dengannya.” Sahut Raina masih dengan memalingkan kepalanya.


“Aku akan melakukan tes DNA Rain.”


“Kamu jangan gila!!.” Pekik Raina, Kini tatapan mata mereka beradu. Tampak cairan bening menggenang di kelopak matanya.


“Kenapa? Kamu ingin aku menikah dengannya dan menganggap anak itu sebagai anakku? Harus berapa kali aku katakan jika aku sama sekali tak pernah melakukannya Rain.”


Riana menggelengkan kepalanya dan kini cairan bening itu berhasil meluncur kembali membasahi kedua pipi nya, Arga yang melihat Raina menangis segera memeluknya dan mencium pucuk kepalanya.


“Aku mohon percaya padaku Rain.” Lirih Arga.


“Aku percaya padamu, tapi bagaimana dengan video itu? Itu terlihat nyata. bagaimana jika papa kamu atau papa aku tau semuanya Arga? Aku yakin Kita gak bisa bersama.” Ucap Raina masih dengan membenamkan kepalanya di dada bidang Arga membuat kaos yang dikenakan Arga basah.


“Kamu tenang aja, aku kan udah bilang akan melakukan tes DNA untuk membuktikan semuanya.”


“Tapi itu bahaya buat janinnya Ga.” Arga melonggarkan pelukannya ketika Raina menggelengkan kepalanya, tangannya meraih dagu Raina dan mengusap bekas air mata di pipinya.


“Kemarin aku udah konsul sama dokternya, kandungan Sindy juga udah 6 bulan jadi bisa melakukan tes dan mereka pun setuju. Aku mohon tetap percaya padaku.” Arga menangkup kedua sisi wajah Raina, Raina memejamkan matanya ketika wajah Arga mendekat dan bibir mereka pun bertemu sempurna, Arga memagut bibir Raina dengan lembut untuk melepaskan rasa rindu, begitupun Raina membalas ciuman Arga berharap beban yang ada di hati dan pikiran mereka hilang setelah ini.


Arga tersenyum kecil tanpa melepaskan tangannya dari wajah Raina, seperti biasa ia selalu mengusap bibir Raina dengan ibu jarinya.


“Kamu sarapan!! Udah siang.” Tutur Arga.


Raina mengangguk, Arga melepaskan tangannya dari wajah Raina dan mengambil piring yang berisi nasi goreng dengan telur mata sapi Raina pun menerimanya.


“Kamu juga sarapan!.” Tukas Raina menyodorkan sesendok nasi goreng ke depan mulut Arga.


Bibir Arga terangkat sebelum terbuka menerima suapan dari Raina. Mereka pun sarapan bersama.


“Kapan kamu ngelakuin tes nya?” Tanya Raina dengan meminum jus alpukatnya.


“Sekarang.” Jawab Arga menghabiskan nasi gorengnya Raina.


“Kamu yakin?.”


“Yakin, semalam kami udah bertemu dan sepakat untuk melakukan tes hari ini, kayaknya dia takut makanya ngirim vodeo hoax itu. Kamu temenin aku ya.” Pinta Arga.


Raina hanya mengangguk setuju.


Happy Reading..


Jangan lupa dukungannya😁