RAINA

RAINA
25



"Jangan pernah acuhkan gue!!" Ucap Arga dingin, nyaris saja bibirnya menyentuh bibir pink Raina.


Arga melepaskan kungkungannya dan berlalu pergi meninggalkan Raina, Raina membuka matanya dan memegang dadanya yang bergemuruh, ia menarik nafasnya dalam dan mengeluarkan perlahan seolah ia kekurangan oksigen.


"Shit." Raina meremas jemari tangannya di depan dadanya.


"Brengsek lo Arga." Umpat Raina kesal mengepalkan tangannya, ia sungguh malu, kenapa juga ia tadi memejamkan matanya? kenapa ia tak bisa membalas tatapan mata elang Arga?


Arga hanya tersenyum senang mendengar Raina mengumpatnya, seharusnya ia melakukannya di depan banyak orang sama seperti dirinya dulu di depan Rico dan Rizki.


[ Jangan pernah blokir lagi nomor gue. ~Arga ]


Raina meremas ponselnya saat ia membaca pesan masuk dari Arga, ada apa dengannya? kenapa ia mencari maslah dengannya? bukankah ia selalu menghindarinya karena tak ingin berurusan dengannya? sungguh Arga menyebalkan menurut Raina.


Apa coba maksud pria itu tadi? JANGAN PERNAH ACUHKAN GUE. nyebelin. Gumam Raina.


Raina berjalan menuju kelasnya, ia melihat Sandi berdiri di luar pintu kelasnya.


"Kamu gak apa-apa?" Tanya Sandi memegang tangan Raina.


"Gak, emang kenapa?" Tanya Raina heran melihat Sandi yang terlihat panik.


"Biasanya yang berurusan dengan Arga jarang yang selamat."


"Maksudnya?" Raina mengerutkan keningnya tak paham dengan perkataan Sandi.


"Pasti mereka bakalan di bully sama fans mereka." Sandi menarik tangan Raina saat ia melihat Arga dan sahabatnya menuju kelas mereka.


Raina duduk di temani Sandi yang pura-pura membaca buku, awalnya ia tak mengerti kenapa Sandi menarik tangannya? padahal tangannya masih sakit. setelah melihat Arga dan sahabatnya Raina baru paham.


Raina menyimpan ponselnya dan ia segeta membaca buku dengan Sandi, namun saat ia membahas pelajaran bersama Sandi Rico datang menghampirinya.


"Minggir lo." Usir Rico pada Sandi dan ia tersenyum pada Raina karena Raina menatapnya.


"Lo sekrang duduk sama aku." Sandi hendak bangkit namun tangannya di tahan oleh Raina.


"Emh.. Rain, sebaiknya aku kembali ke bangkuku."


"Duduk disini atau lo gak temenan ama gue." Ancam Raina membuat Sandi menjadi ciut karena di tatap oleh Raina, Arga dan Rico.


"Gitu dong, jadi temen yang baik." Ujar Raina menepuk-nepuk tangan Sandi.


Raina menatap kesal ke arah Rico, seakan tatapannya mengatakan. kenapa masih disini? Rico mendengus kesal dan kembali ke bangkunya, lagi-lagi rencanya untuk mendekati Raina pupus.


***


Raina berlalu begitu saja tak menghiraukan Rico dan Rizki yang terus saja bersiul menggodanya, ia pergi menuju mobilnya yang sudah menunggu.


[Sampai ketemu besok Miss Arrogant 😉, Arga]


Raina segera menghapus whattsap dari Arga, dan menyimpannya kembali ke dalam tas.


Gak jelas banget. Gumam Raina


"Pak kita ke rumah Abi dulu."


Pak Anton menjalankan mobilnya menuju rumah Abi, Raina menatap keluar jendela mobil yang ia buka dan sekilas melihat Arga sedang menatap ke arahnya.


Raina segera memalingkan wajahnya dan menutup kembali kaca jendela mobilnya, saat ia sudah menjauh ponsel di dalam tas bergetar. Raina segera mengambilnya.


[Jangan lagi block nomor gue!!] Lagi-lagi Arga yang mengiriminya pesan.


[?]


[Kalo lo lakuin lagi, gue bisa beneran melahap bibir pink lo yang menggoda 😂.]


"Nyebelin ishh" Raina menggenggam erat ponselnya, ia segera menyimpan nomor Arga 'Mr.GaJe'. Raina segera memasukan ponselnya pada tas selempangnya.


Sesampainya di area gang rumah Abi, pak Anton menepikan kendaraanya dan bergegas keluar berjaga di luar mobil karena Raina akan berganti baju di dalam.


"Bapak pulang Aja, nanti sore jam 5 jemput aku ya." Ucap Raina mengambil kantong kresek berwarna putih dan tas selempangnya meninggalkan Pak Anton.


Jangan lupa dukungannya kakak Readers.


Kasih Like, coment, vote dan Rate ya kakak readers ;)