RAINA

RAINA
Chapter 11



Aku berdiri melihat mobil kak Raka yang terparkir di garasi, itu artinya kak Raka ada di rumah. aku benar-benar takut bertemu dengannya.


"Kenapa tidak masuk non?" Tanya pak Anton.


"Ah iya, ini aku mau masuk, pak Anton segera istirahat saja."


Aku masuk ke dalam rumah tapi tak menemukan kak Raka, namun saat aku ingin membuka pintu kamarku, kak Raka keluar dari dalam kamarnya.


"kenapa baru pulang?" Tanyanya datar.


"Aku.. aku abis dari taman dulu sebentar." Ucapku dengan menundukan kepala tak berani memandang wajahnya.


Terdengar helaan nafas berat kak Raka, ia berjalan ke hadapanku, memegang pundak ku dan aku baru mendongakan kepala.


"Maafkan aku."


Apa aku tak salah dengar? Ahh hatiku sakit mendengar kak Raka meminta maaf, harusnya aku yang minta maaf. Aku hanya bisa menangis dan menggelengkan kepalaku, dan kak Raka segera menarikku ke dalam pelukannya.


"Sst.. sudah jangan menangis, nanti kalau papa liat kamu nangis gue yang repot." Ucapnya sambil membelai rambutku.


"Ja..jangan bilang papa, gue takut." Ucapku terbata karena menangis.


"Iya, udah dong nangisnya.!! berisik.." Ucapnya melepaskan pelukanku.


"Udah gih, sana mandi, bau..!!" Sambungnya mendorong tubuhku dengan menutup hidung.


Astaga, aku senang tapi aku belum bisa berhenti menangis, terima kasih kak, kamu adalah orang yang selalu ngertiin aku.


Author POV


Raina keluar dari kamar mandi setelah setengah jam ia berendam di bathub.


"Rain.. ayo makan, papa sudah nungguin." terdengar suara Raka dari liar kamar.


"Iya bentar." Sahut Raina dengan teriak karena mendengar langkah Raka yang menjauh.


Raina segera memakai pakaiannya dan mulai keluar kamar untuk bergabung makan.


"Kau tak suka?" Tanya Adrian menggoda anaknya yang selalu merajuk jika ia pulang malam terus.


"Papaaa." Rengek Raina yang tak suka papanya menggodanya,Raka hanya terkekeh melihatnya.


"Udah, makan ayok, nanti malam papa akan ajak kalian makan malam di rumahnya teman papa."


"Terus ngapain kita makan sekarang pa?" Seru Raka, padahal di undang makan malam tapi sekarang malah ingin makan.


"Kasian mbak Ana udah masak, masa kita gak makan, setidaknya kita cicipi saja."


"Aku udah kenyang tadi makan bakso, jadi mau makan buah aja, oh iya pa.. aku gak ikut ya, males mau ngerjain tugas aja." Cerocos Raina sambil memakan buah apelnya.


"Ya terserah kau saja, Raka kau akan ikut atau tidak?"


"Aku juga kayaknya enggak deh pa, lain kali aja ya.." Tutur Raka dengan senyum lebarnya.


"Kalian ini, ya terserah, lain kali kalian tak boleh menolak ajakan papa."


"Siap pak bos." Seru Raka dan Raina bersamaan.


"Pa.. aku ke kamar duluan ya." Pamit Raina tak lupa mengecup pipi papanya.


***


"Katanya mau ngerjain tugas tapi sekarang malah mau pergi." Seru Raka karena melihat Raina yang sudah siap untuk pergi.


"Udah di kerjain dong, sekarang mau beli buku bye" Tutur Raina berlari menuruni anak tangga karena takut kemalaman.


"Udah ijin papa belum?" Teriak Raka saat ia melihat Raina hampir sampai pintu.


"Udah." Teriak Raina tak mau kalah.


Raina segera menghampiri Pak Anton yang selalu setia mengantarnya kemana pun.


Jangan lupa beri Like nya ya Kakak Readers.