
"Lo sekolah yang bener, jangan buat maslaah kayak dulu!!" Raka mengcak rambut Raina yang masih saja memeluknya.
"Lo gak malu? itu temen-temen lo pada ngeliatin lo." Raka mendorong bahu Raina agar ia segera melepaskan pelukannya.
Raina hanya memanyunkan bibirnya, ia mensedekapkan tangannya tanda ia kesal pada kakaknya. Raka hanya terkekeh, adiknya ini sangat manja sekali.
"Jaga diri baik-baik dan jaga papa juga." Ucap Raka mengacak rambut Raina lagi.
"Ck argh." Raina menepis tangan kakaknya dan ia berdecak kesal.
"Berantakan nihh rambut gue." Raina merapikan kembali rambutnya dengan bibir yang terus saja manyun.
"Udah ah, sana masuk belajar yang bener biar bisa nyusul gue!!" Raka menyuruh Raina masuk dengan mendorong tubuh adiknya.
"Iya gue masuk nih, jangan lupa kabarin gue kalo udah nyampe!!" Raina masuk ke sekelohnya dengan gontai, sekarang ia akan sendiri lagi.
Tak akan ada lagi yang membuatnya emosi, tertawa dan kesal. Tak apa lah kesepian, lagi pula cuma beberapa bulan lagi ia memasuki ujian nasional. Raina harus fokus pada belajarnya agar ia bisa masuk ke universitas yang sama dengan kakaknya, ia harus membuat keluarganya bangga.
Raina mendaratkan tubuhnya dan tak lama bel pun berbunyi, bu Indri masuk dan memulai pelajarannya.
"Siapkan diri kalian, karena sebentar lagi akan UTS."
"Baik bu."
Tidak terasa waktu begitu cepat berlalu, perasaan Raina baru kemarin masuk ke sekolah ini tapi sudah mau UTS saja, tinggal beberapa bulan lagi ke UN.
Raina hanya tersenyum senang mengingat ia akan kuliah bersama kakaknya, dan sebentar lagi ia akan tahu kekasih kakaknya.
"Hai Rain, keliatan nya lagi seneng nih." Goda Rico.
"Rain, tumben ngajak aku." Ujar Sandi setelah ia mendaratkan tubuhnya di kursi dan membawa sepiring siomay dan ait mineral, sedangkan Raina snack dan satu cup jus alpukat.
"Kamu gak mau berteman denganku?" Tanya Raina merasa kesal dengan teman barunya.
"Bukan gitu." Sandi menggeleng kuat sembari mengunyah siomaynya dengan mulut penuh hingga pipinya mengembung.
Raina terkekeh melihat Sandi, namun senyumannya pudar saat ia melihat siapa yang sekarang duduk di sebelah Sandi.
Sandi sampai tersedak karena melihat siapa yang bergabung dengannya, kenapa bisa mereka kesini. pikirnya.
"San enak siomaynya?" Tanya Rico duduk dekat dengan Raina dan juga Sandi.
Sandi hanya mengangguk, ia merasa suasana jadi tak sehangat tadi saat ia berdua dengan Raina.
"Udah abisin aja, Kita juga mau pesan kok." Ujar Rizki dan ia berjalan menuju ibu kantin memesan makanan dan juga minumannya.
Raina hanya diam memakan snacknya, jujur ia sangat terganggu dengan kehadiran Arga, apalagi dari tadi Arga terus saja memperhatikannya, melihat Arga yang selalu di gilai oleh cewek membuatnya kembali teringat dengan Rangga. Raina yakin jika Arga tak ada bedanya dengan Rangga.
Rico terus saja mengajak Raina untuk ngobrol namun tetap saja tak di hiraukan oleh Raina, ia malah asyik dengan ponselnya.
Cintya terlihat kesal karena ia harus duduk bersama Raina, sebenarnya ia enggan sekali namun karena Arga di sini jadi ia pun hanya bisa mengikutinya.
"Udah?" Tanya Raina Mendongakan wajah.
jangan lupa like ya kakak Readers ;)