
Arga yang melihat Raina sekilas merasa senang, entah kenapa hatinya menjadi senang, namun ia kembali kesal mengingat kejadian di kantin.
Arga melihat kepergian mobil Raina, ia melajukan motornya menuju cafe karena janjian bertemu dengan Rico dan Rizki.
Arga menghentikan motornya di parkiran cafe, ia turun dari motornya dan masuk di ikuti oleh wanita, ia naik ke lantai 2 dan ternyata sudah ada Rico,Rizki dan Cintya di sana.
"Sorry telat." Ujarnya duduk di sebelah Rizki.
"Siapa nih?" Seru Rico melihat wanita yang di bawa Arga.
"Sepupu gue, baru dateng tadi siang." Jawab Arga mengajak sepupunya untuk duduk di sampingnya.
"Indri kak, salam kenal." Sapa Indri sebelum ia duduk.
"Ini temenku semua, yang ini Rizki, Rico dan yang cewek Cintya namanya." Arga mengenalkan teman-temannya pada Indri.
Indri hanya tersenyum, Rico terus saja menatapnya membuat Indri merasa risih.
"Biasa aja woy." Ujar Arga mengusap wajah Rico karena tak berkedip sedikitpun.
"Cantik, gue baru liat, emang dia dimana?" Rico bertanya namun tatapannya masih saja memperhatikan Indri.
"Dia gak tinggal di Jakarta, ke sini juga cuma mau nengok oma dan opa."
Mereka menghabiskan waktu dengan mengobrol ringan, memang seperti inilah pertemanan mereka hanya di habiskan dengan santai.
Arga yang sedang memainkan ponselnya di kagetkan oleh tepukan Rizki yang begitu kuat.
"Apaan sih lo." Ujar Arga merasa kesal karena tepukan Rizki tadi hampir saja ponselnya jatuh kelantai.
"Liat tuh si Rain." Rizki hanya tersenyum melihat Raina duduk bersama denga laki-laki yang tempo hari menjemputnya.
Arga melihat arah pandangan Rizki, begitupun dengan mereka yang duduk bersama Arga, mereka melihat sepasang manusia duduk berhadapan.
Raina duduk berhadapan dengan Raka, siapapun yang tidak mengenal mereka pasti akan mengira bahwa mereka sepasang kekasih, Arga yang melihat Raina tersenyum bahkan tertawa bersama laki-laki lain merasa geram.
"Bukan." Jawab Arga datar.
Indri hanya tersenyum melihat Arga mengepalkan tangannya, ia yakin jika Arga menyukai gadis tersebut. namun Arga terlalu gengsi untuk mengakuinya.
Raina melirik ke meja Arga, saat masuk ia sempat melihat Arga dan yang lainnya, Raina langsung mengalihkan pandangannya karena ternyata dari tadi Arga menatapnya dengan tajam.
"Kenapa dengan mereka? dari tadi melihat terus kesini." Tanya Raka memperhatikan ke arah meja Arga yang tak jauh darinya.
"Gak tau, udah biarin aja." Jawab Raina asal.
"Lo lihat, laki-laki yang memakai T-shirt putih itu dari tadi memperhatikan lo terus."
"Ya gue tau, laki-laki di sana merupakan orang yang sangat menyebalkan, terutama dia." Raina memberitahukan dengan dagunya.
"Lo membencinya?"
"Bisa di bilang seperti itu."
"Kenapa?"
"Tadi dia mengambil paksa HP ku." Raina sampai menggenggam erat garpu yang ia pegang.
"Hati-hati nanti lo suka." Raka tersenyum meledek adiknya.
"Hah.. Suka? gak mungkin, dia bukan selera gue, tuh liat ceweknya duduk di sebelahnya gitu." Raina memakan steaknya dengan kesal hingga sausnya belepotan di bibirnya.
Raka tersenyum melihat adiknya makan dengan kesal, ia mengambil tisu dan mengelap saus di sudut bibir Raina, Raina tersenyum senang dengan kelakuan kakaknya.
"Lo yang bener kalo makan!!" Raka menekan tisu di bibir Raina hingga ia mendecak kesal.
Jangan Lupa like dan komentarnya kakak Readers ;)