RAINA

RAINA
Chapter 68



"Hai Rain..” Sapa seorang lelaki yang berdiri di hadapan Raina.


Raina yang sedang duduk di taman memainkan ponselnya langsung mendongakkan wajah, melihat siapa yang menyapanya ia langsung membuang muka.


“Kayaknya lo lagi bad mood ya.” Rangga duduk di sebelah Raina membuat Raina menggeserkan tubuhnya.


“Tadi gue ke rumah lo, tapi katanya lo pergi ya udah gue iseng main ke sini dan ketemu lo.” Ujar Rangga menjelaskan kenapa ia bisa di taman.


“Gue gak nanya.” Sahut Raina tanpa melepaskan matanya dari ponsel yang ia pegang.


“Gue cuma ngasih tau. Oh iya katanya lo mau ke perancis ya? Kapan?”


“Hmmm.. buat apa lo tau?”


“Kita kan teman Rain.”


“Enggak berarti lo harus tau segalanya kan?”


Rangga tersenyum.


“Kak..” Nisa datang dengan 2 air mineral di tangannya.


“Kakak siapa?” Tanya Nisa.


“Hai.. aku Rangga, calon pacarnya dia.” Rangga menunjuk Raina dengan dagunya.


“Kak Rain udah punya pacar, namanya kak Arga. Kakak gak usah deket-deket kak Rain deh..”


“Kamu belum tau kan? Kak Rain udah gak pacaran sama kak Arga.” Sontak perkataan Rangga membuat Raina menatapnya tajam.


“Kenapa?”


“Kenapa lo bisa tau?”


“Gue tau segalanya Rain.”


“Lo ngikutin gue?”


“Enggak, gue tau lo putus dari Sindy.”


Raina tersenyum samar, kenapa Sindy harus memberitahukan ini pada Rangga? Apa tujuannya?


“Kita pulang yuk.” Ajak Raina pada Nisa meninggalkan Rangga.


***


“Kakak kayak abis nangis.” Ucap Nisa melirik Raina yang berjalan di sebelahnya.


“Iya tadi kelilipan debu waktu mau ketemu kamu.”


“Ohh.. masih perih kak?”


“Enggak sayang.”


“Kak Abi..” Teriak Nisa melambaikan tangannya pada Abi.


Abi berlari dengan membawa keranjang kecil menghampiri Nisa dan Raina.


“Gimana? Udah abis?” Tanya Raina pada Abi.


“Udah kak.” Ucapnya di sertai anggukan.


“Malam ini kakak mau berangkat.”


“Berangkat kemana?” Tanya Nisa dan Abi kompak menghentikan langkah mereka.


Raina pun ikut berhenti, ia tersenyum sedikit membungkukkan tubuhnya untuk mengusap wajah Nisa yang manis.


“Kakak mau ngelanjutin sekolah sama kak Raka. Do'a in kakak ya biar betah tinggal di sana.”


“5 tahun mungkin.”


“5 tahun?” Ulang Nisa dan Abi bersamaan.


“Iya sayang, kita akan tetep ketemu kok, lewat ini.” Raina menunjukan ponsel ke hadapan Nisa dan Abi.


“Gak asik kalo lewat itu, kita gak akan main bareng dong.” Ucap Nisa menghambur ke pelukan Raina.


“Udah dong dek, kamu harus dukung cita-cita kak Rain.” Ujar Abi menenangkan Nisa.


***


Adrian langsung pulang ketika mendengar keputusan Raina yang mendadak. Ia melihat Raina yang sudah siap sedang berdiri di depan rumahnya.


“Kamu yakin sayang?” Tanya Adrian ketika turun dari mobilnya dengan kaget.


Ya.. Bagaimana tak kaget, dirinya yang sedang meeting tiba-tiba di kagetkan oleh sekertarisnya yang bilang jika anak gadisnya akan pergi sekarang.


“Iya dong pa, kan sejak dulu aku pengen sekolah di sana.”


“Kamu gak nunggu Arga sayang?” Tanya Adrian ketika Raina langsung naik ke mobil.


“Arga lagi ada urusan keluarga pa, jadi gak bisa antar aku.”


“Ya udah..” Adrian langsung menyusul anaknya.


“Pa..”


“Hmm.. apa sayang?” Adrian melirik sebentar lalu fokus lagi pada ponselnya.


“Kalo ada yang nanya alamat aku di sana jangan di kasih tau ya pa, siapa pun itu jangan di kasih tau.”


“Termasuk Arga?” Tanya Adrian heran menyimpan ponselnya dan menatap anaknya.


“Iya.”


“Kamu lagi ada masalah sayang?”


Raina diam.


Pantas saja dia mendadak ingin berangkat. Batin Adrian.


“Sayang, kalo ada masalah tuh ya di hadapi jangan lari kayak gini.”


“Aku gak lari pa, aku lagi duduk juga.” Canda Raina.


“Kamu tuh di kasih tau.” Kesal Adrian.


Raina tersenyum. “Aku lagi pengen sendiri aja pa, lagian juga aku udah menyelesaikan masalahnya.”


“Trus maksud kamu berangkat mendadak karena apa? Pasti karena menghindari Arga kan?”


“Udah deh pa, sejak kapan papa ikut campur urusan anaknya? Biasanya juga papa selalu dukung Rain.” Berengut Raina.


“Iya papa dukung kamu, tapi kamu harus janji gak boleh menghindari masalah. Papa juga janji gak bakalan kasih tau alamat kalian.”


“Makasih papaku yang gantengnya sedunia.” Ucap Raina manja.


“Bisa aja kamu.”


Raina hanya tersenyum menatap jalanan yang terus saja padat dengan kendaraan. Malam ini ia akan pergi meninggalkan kota kelahirannya, meninggalkan sejuta kenangan manis dan juga pahit.


Selamat tinggal Arga dan selamat tinggal juga kenagan. Arga... semoga kamu bahagia bersama kehidupanmu yang baru, Aku akan selalu mendo'akanmu meski kita sudah tak bersama. Terima kasih atas semua yang telah kamu berikan. Kamu telah memberikan berbagai macam kebahagiaan meski itu hanya sesaat dan kini telah berakhir.


Happy Reading.


Jangan lupa dukungannya😁