
Raina sampai di pasar yang Abi sebutkan, mereka turun dari mobil dan segera masuk kedalam pasar yang terlihat luas namun sangat sempit karena banyak orang yang berdesakan.
Pak Anton hanya mengikuti langkah anak majikannya, Abi dan Nisa begitu senang hingga ia masuk ke dalam toko baju yang banyak pengunjungnya, Raina sampai berdesakan dengan yang lainnya memilih baju yang pantas untuk Abi dan juga Nisa.
"Nisa, Abi, kalian suka baju-baju ini?" Ucapnya dengan menunjukan baju-baju yang tergantung di hanger baju.
"Iya kak." Ucap Nisa senang,
"Mbak, aku ingin baju-baju ini." Ucapnya pada pelayan toko setelah ia mencocokan ukuran baju pada Nisa dan Abi.
Pelayan tersebut langsung mengemas baju-baju nya, Nisa berjalan ke sana kemari melihat baju yang tergantung, ia terus saja menatap baju yang menurutnya bagus sekali.
Raina melihat apa yang di lihat oleh Nisa, ia menyuruh pelayan toko untuk membungkusnya dan tak lupa Raina memilih baju yang lain tanpa sepengetahuan Abi dan Nisa.
Saat pelayan mentotal semuanya, Raina hanya terkejut, bukan karena mahal tapi menurutnya baju sebanyak itu hampir sebanding dengan harga baju yang ia pakai sekarang.
Raina melihat kembali kantong belanjaannya dan ia menoleh ke pelayan seakan tak percaya.
"Mbak gak salah?" Ucapnya dengan heran, baju sebanyak itu harganya kurang dari 1juta.
"Tidak mbak, jika memang tak sanggup bayar jangan so so'an belanja." Ujar pelayan itu ketus ketika melihat rasa keterkejutan Raina.
Raina segera mengeluarkan debit cardnya, namun ia di tertawakan oleh pelayan tokonya. Kening Raina berkerut melihat sikap tak sopan dari pelayan toko.
"Non di sini bayarnya jarang pakai kartu." Ujar Pak Anton yang sedari tadi berada di belakang Raina.
Raina segera mengekuarkan uang nya, ia menunjukannya pada pelayan tersebut, pelayan tersebut menghitungnya dan ia berniat mengembalikankembaliannya namun Raina tolak.
"Kembaliannya buat kalian saja, terima kasih." Ucapnya dengan buru-buru karena merasa gerah.
Pak Anton segera keluar menghampiri Raina, Abi dan juga Nisa sembari membawa kantung kresek berisi baju-baju Abi dan Nisa.
"Tidak Usah, ini tugas bapak." Ujarnya dengan senyum hangatnya.
"Sekarang kita kemana lagi?" Kata Raina melihat sekeliling pasar.
"Kita sudah belanja banyak kak, lebih baik pulang saja." Ucap Abi.
"Nisa mau lapar?" Tanya Raina pada Nisa.
"Mau bakso?" Tanya Raina saat ia melihat Nisa mengangguk.
Nisa kembali mengangguk dan mereka segera mencari tempat bakso yang nyaman, hingga akhirnya mereka menemukan tempat bakso yang begitu ramai namun terlihat nyaman, Raina segera memasan bakso dan mereka duduk bersamaan.
"Nisa seneng?" Tanya Raina saat mereka menunggu bakso pesanannya.
"Iya kak." Ucap Nisa kegirangan.
"Terima kasih kak Rain." Ucap Abi dan Nisa bersamaan.
Raina hanya tersenyum lembut, ia sangat senang melihat senyum Nisa yang menggemaskan dan Abi yang terkesan selalu sungkan.
Di Rumah Rizki, Arga memainkan gitarnya dengan kesal dan terus saja melihat ponselnya, Rico dan Rizki yang melihatnya hanya bisa mengerutkan kening mereka.
"Lo kenapa sih Ga?" Tanya Rizki heran melihat Arga yang terus memabanting ponsel namun di ambil lagi.
Rico segera mengambil ponsel Arga saat Arga membantingnya, ia mengecek aplikasi terakhirnya dan melihat aplikasi whatsaapnya.
Jangan Lupa like dan komentarnya kakak Readers ;)