
Semilir angin sejuk di pagi hari menerbangkan rambutnya. Arga duduk sambil meletakan kedua tangannya di atas lutut menatap makam ibu, Nenek dan juga kakeknya yang berjajar.
Arga menutup matanya, menengadahkan wajahnya ke atas menikmati sinar matahari pagi yang membuat tububnya hangat. Bayangan Raina yang akrab dengan Dhafin membuat amarahnya kembali hadir, saat ia teringat ponselnya yang terus saja berdering sepanjang malam membuat dirinya merasa bersalah pada Raina. Dia percaya pada Raina, ia tak marah padanya, ia hanya merasa marah pada Dhafin yang berusaha mendekati miliknya.
“Bee…” Arga membuka matanya mendengar suara yang selalu menghangatkan hatinya.
“Rain..” Ucap Arga lirih melihat Raina yang sedang menahan tangis.
Benar duganya, untung saja ia melihat foto Arga bersama nenek Mirna dan kakek wijaya.
“Kamu buat aku cemas tau gak.” Ucap Raina menumpahkan air matanya seketika.
“Maaf..” Ucap Arga merengkuh tubuh Raina dan membenamkan kepala Raina di dadanya.
“Kamu tega buat aku bingung semalaman.Aku tuh khawatir pas liat kamu naik motornya ngebut, aku takut terjadi apa-apa sama kamu.” Raina memukul dada Arga dengan kesal.
“Iya maaf.” Ucap Arga lirih.
“Aku kesel banget tau gak.” Kesal Raina memukulnya sedikit keras.
“Awww..” Pekik Arga.
“Sakit ya? Perasaan gak keras.” Ucap Raina mengusap-usap bekas pukulannya.
“Sakit banget.”
“Maaf.” Raina berucap dengan wajah puppy eyes nya.
“Cium dulu.” Arga menunjuk bibirnya.
“Isshh modus banget.” Ucap Raina berlalu meninggalkan Arga.
“Honey ini masih sakit, aww.. sakit banget.” Seru Arga memegang dadanya sebelah kiri.
“Masa?” Raina berbalik dan melihat tangan Arga.
“Hm'eh..” Ujar Arga manja.
“Yang aku pukul sebelah sini kok bisa pindah gitu?” Tanya Raina dengan penuh selidik.
“Kamu bohong.” Raina melanjutkan kembali langkahnya mendekati Rizki yang duduk di atas motornya.
“Jadi lo semalaman di sini?” Tanya Rizki.
Arga menganngguk.
“Kamu sama Rizki ke sini?” Tanya Arga ketika sadar melihat Rizki.
Raina mengangguk.
“Kamu boncengan dong sama dia?” Sungut Arga.
“Ya iya lah.”
“Aash shit.” Arga langsung menarik tangan Raina menuju motornya.
“Berani nya lo boncengin cewek gue.” Arga menendang ban depan motor Rizki.
“Lo yang brengsek.” Ujar Arga ketus menaiki motornya.
Ckkk brengsek, berani-beraninya dia boncengin si Raina. Aahhh… favorit gue udah ternoda oleh punggung si Rizki. Batin Arga frustasi.
Arga menarik kedua tangan Raina agar melingkar di perutnya seketika tubuh Raina menempel ke punggung Arga. Ia segera melajukan motornya tanpa menunggu Rizki yang masih saja menggerutu karena ia marah-marah gak jelas padanya. Sedangkan Raina merasa bingung dengan sikap Arga yang aneh.
***
“Ash brengsekk..” Umpat Arga ketika ia sedang fokus bermain play station.
Raina hanya bisa memutar kedua bola matanya ketika Arga terus saja mengeluarkan umpatan-umpatan kasar dari bibirnya kala dirinya kalah dalam permainan tersebut.
“Bee..” Panggil Raina yang merebahkan dirinya di sofa setelah selesai memungut sampah bungkusan snak hasil Arga dan Rizki yang bermain play station tadi.
“Hmmm… ”
“Kamu tinggal sendiri dari kapan?”
“Semenjak mama pergi.” Sahut Arga tanpa melepaskan pandangannya dari layar televisi.
“Kok kamu milih tinggal sendiri?”
“Pengen sendiri aja. Ash Sialan….” Arga kembali mengumpat.
Raina menghela nafas kasar dan memilih untuk memainkan ponselnya, ia membuka galeri dan melihat foto-foto hasil jepretannya di pantai kemarin.
Sesekali ia tersenyum sendiri melihat foto kebersamaan mereka, Sudut mata Arga melirik tajam melihat Raina yang sedang memainkan ponselnya sembari senyum-senyum. Stick play station yang ia pegang segera di simpannya begitu saja dan beranjak berdiri ke belakang tubuh Raina.
Ponsel di tangan Raina berdering, melihat siapa yang menghubunginya ia segera menoleh pada Arga dan tak mendapatinya keberadaannya.
“Mr.Gaje? Maksudnya apa?”
Mendengar suara Arga kepalanya segera menoleh ke arah belakang. Arga merampas ponsel dari tangan Raina.
“Kamu namain aku Mr.Gaje maksudnya apa?” Tanya Arga minta penjelasan.
“Emhh.. emang kamu gaje, dulu kamu gak jelas kan, kadang cuek sama aku, kadang baik, kadang nyebelin juga.”
“Emang sekarang aku masih gak jelas gitu? Aku kan udah jadi pacar kamu, aku aja gak namain kamu yang aneh-aneh.”
“Mana coba liat, kamu namain aku siapa?”
Dengan segera Arga memberikan ponselnya ke depan wajah Raina, hanya ❤ emoticon love yang jadi nama Raina di kontaknya membuat yang punya nomor tersipu malu seketika.
“Aku namain sendiri, jangan di ganti!.” jemari tangannya mengotak-atik ponsel Raina dengan senyum jahil membuat yang punya ponsel menautkan kedua alisnya.
“Nih, jangan pernah di ganti!” Perintahnya dengan memberikan kembali ponsel Raina.
“Calon suami😘?” Raina membelalakan matanya melihat nama kontak Arga. Sedangkan yang punya nomor hanya menarik kedua sudut bibirnya.
Jangan lupa dukungannya.
Jika suka like, komen, vote dan rate ya😁