
"Dasar Mister GAJE." Raina mengerutu dan menyilangkan kedua tangan di depan dadanya.
"Kenapa lo?" Tanya Arga datar tanpa rasa bersalah.
Raina memalingkan wajahnya, ia tal mengerti dengan lelaki yang satu ini, kadang ia gak jelas tapi kadang ia perhatian, kadang ganggu tapi kadang juga acuh.
"Jauihin cowok tadi!!." Ujar Arga menengadahkan wajahnya menatap langit malam.
Raina tak menggubris perkataan Arga, ia hanya diam dan memalingkan wajahnya dari Arga, Arga yang merasa di abaikan menarik kepala Raina agar menatapnya hingga kini pandangan mata mereka terpaut.
"Jangan pernah lo deket cowok tadi!!" Ucap Arga dengan tegas dan mata memerah seakan ia akan marah.
"Lepasin!!" Raina menepis tangan Arga dari wajahnya.
Arga kembali diam dengan keheningan di antara mereka, Raina pun sama ia kembali menengadahkan wajahnya menatap langit malam bersama Arga.
Ponsel Arga berdering memecah kesunyian di antara mereka, Arga menjauh untuk mengangkat telponnya.
Raina berlalu meninggalkan Arga yang memunggunginya menuju Adrian, ini sudah hampir jam 10 malam. Raina menguap karena ia tak biasa tidur larut malam, Adrian yang melihat anaknya sedang duduk di kursi dan terus saja menguap akhirnya ia pamit pada Marni dan juga Wijaya.
"Kau ngantuk sayang?" Tanya Adrian menghampiri Raina.
Raina mengangguk, ia memasag wajah puppy eyes pada papanya agar papanya merasa kasihan, Adrian tersenyum dan segera mengajak Raina pulang.
Tanpa mereka sadari Dhafin memperhatikan mereka, bahkan ia tadi melihat Arga sedang berduan dengan Raina.
Arga memasukan ponselnya pada saku celananya, saat ia membalikan badan ia sudah tak melihat Raina di kursi ayunan.
Arga sedikit berlari ke dalam untuk melihat Raina, namun ia tak melihat Raina dimanapun.
Arga menghampiri nenek nya dan ternyata Raina sudah pulang, Arga bernafas lega. Ia mengeluarkan ponselnya dan mengetikan sesuatu di ponselnya.
[see you tomorrow Miss Arrogant]- Mr.GaJe
Arga tersenyum senang setelah pesannya terkirim dan terbaca oleh Raina. Terlihat Raina sedang mengetik sesuatu, Arga menjadi penasaran dengan balasanya.
[MIMPI!!!]- Miss Arrogant.
Arga tergelak hingga semua orang di sekelilingnya memperhatikan, ia segera menahan tawanya dan berlalu menuju kamarnya.
Arga menghempaskan sebagian tubuhnya di kasur, kakinya menggantung menapaki lantai. Entah mengapa Arga selalu senang jika melihat Raina mengacuhkan atau terpancing olehnya, merasa itu adalah sebuah kesenangan menurutnya.
Tanpa melepaskan jas dan sepatunya Arga tertidur, Neneknya datang dan melihat cucu kesayanganya, tumben sekali jam 10 cucunya sudah tidur, bahkan ini malam minggu dan ia tak pergi keluar, biasanya ia hanya datang sebentar ke rumah neneknya dan pergi lagi tanpa kabar.
Mirna tersenyum, mengusap kepala Arga membuat Arga terbangun.
"Ahh oma.. Arga ketiduran." Arga mengucek matanya.
"Tumben kamu sudah tidur, tidak jalan bersama teman atau pacarmu?"
"Ahh iya, aku lupa."
Arga melepaskan jasnya dan mengganti dengan jaket boomber varsity ia mencium pipi omanya dan pergi meninggalakan omanya.
Aahh kenapa aku malah mengingatkannya, gumam Mirna menepuk keningnya.
Mirna keluar dari kamar Arga menuju lantai satu untuk menghampiri suaminya.
***
"Morning Papa.." Raina mencium pipi papanya.
"Ini sudah siang Rain." Adrian menyendok makanannya.
"Kamu mau kemana? Bawa tas segala." Ujar Adrian di sela makan nya.
"Ke rumah temen pa."
"Ya.." Raina mengangguk sembari mengunyah makanannnya.
"Sayang besok papa akan ke Bandung selama 2 minggu, dan pak Anton akan bersama papa, kau tak apa sekolah berangkat sendiri?"
"Ya pa.. tenang saja aku udah gede."
"Baiklah, jaga diri selama papa pergi oke."
"Papa pergi kapan?"
"Nanti jam 3 sore."
"Ohh.. oke nanti Rain usahain pulang sebelum jam 3 sore."
Raina beranjak berdiri, ia pamit pada papanya dan berlalu meninggalkan rumahnya dengan mengendarai mobilnya sendiri karena baginya hari minggu pun pak Anton harus libur.
Raina memarkirkan mobilnya di lahan kosong, ia memasuki gang rumah Abi, sesampainya di sana banya orang yang sedang membantu pak Joko membangun warung kecilnya, Raina mengajak Abi, Nisa serta bu Wulan untuk belanja isi warung sembakonya.
***
Raina pulang membawa sembako untuk mengisi warung pak Joko di antar pekerja ruko, mereka pulang naik ojek karena terlalu lelah untuk berjalan dari gang menuju rumah Abi.
Setelah selesai Raina membantu menata isi warung bersama-sama, Raina sangat senang mempunyai keluarga baru seperti keluarga pak Joko, tepat jam 1 siang semuanya selesai, Raina tersenyum puas.
"Permisi, benar ini alamat pak Joko?" Tanya petugas dealer motor.
"Ya.. ada apa ya mas?" Tanya balik pak Joko.
"Ini motornya pak, dan ini semua surat-suratnya."
"Maaf mas, saya tak merasa membeli ataupun kredit motor mas."
"Maaf pak, tapi ini alamat xxx tempat pak joko tinggal kan?" Tanya petugas tersebut mengecek kembali alamatnya.
"Pak maaf ya, ini dari Rain." Raina menghampiri pak joko dan petugas dealer.
"Saya permisi." Petugas dealer pun berlalu pergi.
"Non..." Pak joko merasa tak bisa berkata-kata, tenggorokannya seakan tercekat.
"Maaf ya pak Raina lancang, tapi ini semua untuk bapak bisa belanja ataupun mengantarkan pesanan pelanggan bapak yang jauh nantinya." Raina menjelaskan maksud dan tujuannya.
"Terima kasih banyak non." Pak joko hampir bersimpuh di hadapan Raina, namun tak jadi karena Raina langsung menahannya.
Bu wulan menangis merasa terenyuh, Abi dan Nisa pun menangis karena suasana menjadi haru, Raina mengusap bulir kristal yang keluar dari sudut matanya.
***
Raina sampai di depan rumahnya tepat jam 3 kurang 5 menit, ia segera masuk sebelum papanya berangkat, ia melihat pak Anton membawa koper Adrian, Raina berlari dan menghambur pada pelukan papanya.
"Jaga diri ya sayang, papa cuma 2 minggu."
Raina hanya mengangguk dan menangis, Adrian mengecup puncak kepala dan mengusap-usap punggung anaknya.
"Kamu kan udah gede, kok nangis sih?"
"Papa ih..nanti Rain sendirian kan gak ada temen di rumah." Raina memukul lengan papanya karena merasa di ledek dan di sambut gelak tawa oleh Adrian.
"Udah nanti keburu malam nih sampenya."
Raina melepas pelukannya, dan ia mengantar papanya sampai depan pintu, Adrian melambaikan tangannya saat mobil mulai melaju meninggalkan pelataran rumahnya.
Jangan lupa dukungannya kakak Readers.
Jika suka like, comment, vote dan Rate ya kakak Readers kesayangan ;)