
Terlihat sepasang sepatu dengan betis jenjang dan juga putih mulus dari balik pintu mobil, seorang wanita keluar membenarkan seragam sekolahnya dengan menenteng tas.
"Non bapak pamit dulu, nanti bapak jemput jika sudah waktunya pulang" pamit Pak Anton supir pribadi wanita tersebut dan dijawab dengan anggukan saja.
Rain.. biasa orang memanggil namanya, ia pakai tas ranselnya, bola mata yang terhalang oleh soflens menatap tajam bangunan megah yang berdiri kokoh didepannya. Bangunan megah tersebut adalah bangunan yang akan ia datangi setiap hari kecuali hari libur, disinilah ia akan melanjutkan kembali sekolahnya.
Mobil yang dikendarai pak Anton mengklakson, Raina mengangguk sedikit tersenyum untuk menunjukkan kesopannannya terhadap yang lebih tua. Kedua kakinya melangkah masuk ke dalam lingkungan sekolah. Semua siswa dan siswi berkerumun saat melihat kedatangannya.
Bagaimana tidak? Raina begitu sempurna dengan penampilannya, wajahnya yang begitu cantik, tubuh bak gitar spanyol Bagiakan bidadari yang baru jatuh dari kayangan jika cowok melihatnya. Dia memakai rok di atas lutut hingga kakinya yang jenjang terlihat begitu indah bagi mata para siswa. Dua kancing atasnya ia biarkan terbuka membuat para siswa terus menatap kearahnya.
"Lo siswa baru ya?" Tanya siswi yang menurut Raina tak penting untuk ia jawab, ia hanya mengacuhkannya hingga siswi tersebut menggerutu dan kembali pada kerumunannya.
Raina berjalan menyusuri koridor sekolah, hendak menuju ruang kepala sekolah tanpa menghiraukan siswa dan siswi yang bertanya maupun yang memperhatikan dirinya.
"Kamu siswa baru?" tanya guru yang usianya sudah paruh baya, terlihat dari tag name guru tersebut bernama Ibu Indri.
"Ya" Jawab Raina singkat namun tak lupa ia memberikan sedikit senyuman yang dipaksa. Jika berhadapan dengan yang lebih tua bukankah ia harus lebih hormat? Apalagi ini adalah guru yang akan mengajarinya ilmu.
"Mari ikut saya!!" Tutur bu Indri berbalik badan mendahului jalan Raina untuk menunjukan dimana ruang kepala sekolahnya berada.
Tak lama mereka pun kini berada diruang guru, mereka masuk saat terdengar suara dari dalam menyuruhnya untuk masuk, terlihat Bapak kepala sekolah dengan wibawanya duduk dimeja kebesarannya, matanya melirik dari bawah sampai atas, melihat penampilan Raina yang menurutnya tak pantas untuk dipakai kesekolah, bahkan diluaranpun sepertinya tak pantas karena usiannya yang masih remaja.
"Bisa kamu kancingkan itu!" Perintahnya menunjuk pada baju Raina, merasa risih dengan gundukan yang sedikit menyembul keatas menampakan kulit mulus Raina yang putih. Raina segera mengancingkannya dengan malas, saat Kepala Sekolah beranjak dan duduk di sofa, ia mempersilahkan Raina serta bu Indri untuk duduk dan mereka pun menuruti kembali perintah dari sang KepSek, tanpa sengaja Raina duduk disamping bu Indri dan tepat berhadapan dengan KepSek.
Kepala sekolah dan bu Indri di buat terkejut saat Raina melipat kakinya hingga pahanya sedikit terbuka karena rok yang ia pakai tersingkap.
"Maaf Raina, bisa kamu duduknya tegak saja agar itu tidak kelihatan!" Tutur Bu Indri meresa malu serta kesal, bagaimana tak kesal melihat tingkah anak yang akan ia didik berprilaku seperti itu?.
Dengan segera Raina menegakan kakinya sambil berdecak kesal, sebenarnya ia juga merasa risih serta malu namun ia tak ingin di anggap cewek yang menurut orang tak modis dalam berpenampilan.
***
"Bro lo denger gak kalo hari ini akan ada murid baru?" Seru Rico pada kumpulan se-genk nya. "Dan gue denger dia cantik bro.." Lanjutnya dengan tangan yang dari atas ia turunkan untuk mempraktekan body aduhai bak gitar spanyol kata orang.
"Yang bener lo?" Sahut Rizki antusias, mana mungkin seorang cowok macam mereka tak antusias mendengar cewek cantik masuk kesekolahnya? tentu saja mereka akan senang karena sekolahnya akan terkenal dengan siswa dan siswinya yang cantik serta tampan. Jika pintar itu adalah bonus bagi mereka.
"Ini udah kelas 12, sebentar lagi kita akan keluar tapi ia pindah sekolah, jangan-jangan ia gadis bodoh yang hanya menampilkan tubuhnya doang." Timpal Cintya teman baik mereka yang selalu menempel pada Arga hingga semua murid SMA X mengira ia kekasih Arga. Ia merasa tak terima karena teman baiknya malah membicarakan murid baru yang belum mereka temui sama sekali. baginya tak ada yang lebih cantik dari dirinya, karena banyak cowok disekolahnya dan juga sekolah lain yang memujanya kecuali 3 cowok.
Siapa lagi jika bukan Arga, Rico dan juga Rizki? padahal mereka adalah teman baiknya dari masa SMP.
"Kayak Lu ya, pinter enggak body doang yang lu jual Hahaha..." Seru Rizki menertawakan Cintya diikuti oleh Rico dan Arga.
"Brengsek Lo." Cintya memukulkan buku yang ia pegang ke kepala Rizki dengan keras.
"Anj*r sakit tau, gila lo pala gue main timbuk aja." Gerutu Rizki mengusap kepalanya. " Kalo gegar otak mau tanggung jawab lo?" Kesal Rizki dengan terus mengusap kepala berusaha menghilangkan sakit dikepalanya dibantu oleh Rico yang meniup-niup.
"Bangs*t.. itu lo muncrat anjirr, jijik banget." Kesal Rizki merasa rambutnya basah karena ulah Rico yang terlalu keras meniup kepalanya hingga air liurnya sedikit terbawa.
Rico, Arga dan Cintya kembali tertawa, menertawakan tingkah mereka sendiri tanpa malu oleh orang lain yang melihat kearahnya.
ARGA SATYA PRATAMA merupakan siswa pertama yang populer karena ketampanannya di sekolah, ia berteman dengan RICO KURNIAWAN yang merupakan siswa kedua dari Arga yang populer akan tingkahnya yang pecicilan serta so' playboy, bahkan ada satu lagi yaitu RIZKI ANANDA FAJRI yang tak kalah tampan dengan mereka berdua, bahkan ia termasuk cowok terwaras dari mereka berdua, tak lupa ada siswi tercantik yaitu CINTYA FITRIANA, siswi yang populer hanya saja karena ia berteman baik dengan cowok-cowok tampan, selebihnya entahlah bagaimana sikap dari wanita tercantik sekolah X.
"Selamat pagi semua" Sapa ibu Indri masuk kedalam kelas membuat suasana yang tadinya gaduh langsung senyap, ia berdiri di hadapan muridnya dengan seorang wanita cantik.
"Kita kedatangan murid baru." Tuturnya. "Silahkan perkenalkan dirimu Raina!!" Perintahnya pada wanita yang berdiri disebelahnya.
Wanita tersebut mengangguk dan mulai berkata.
"Selamat pagi."
"Pagi." Jawab para siswa serempak.
"Perkenalkan nama saya RAINA ANDRIANA PUTRI. kalian bisa panggil saya Rain." kenalnya pada semua siswa yang melongo, tak banyak juga siswi yang menatap kagum kearahnya.
"Hai Rain, boleh tau nomor HaPe nya gak?" Sahut seorang siswa membuat semua mata menatap kearahnya, termasuk Raina sendiri.
"Hu.uuuuuu dasar buaya." Sahut semua siswi pada Rico yang terkenal genit pada siswi cantik.