RAINA

RAINA
Chapter 83



Menjelang subuh semua pelayang yang tinggal di kediaman Bagasakara terbangun untuk membuat sarapan dan juga beres-beres sebelum sang majikan bangun. Yulisa yang terbiasa membantu menyiapkan sarapan segera membantu para pelayan di dapur.


"Kenapa balik lagi bi?" Tanya Yulisa yang melihat bik Mar yang tugasnya membereskan rumah kembali dari ruang tv.


"Anu bu, itu ada den Arga."


"Arga?" Tanya balik Yulisa.


"Iya bu, den Arga tidur di sofa." Tutur bik Mar membantu bik Nasih yang sedang menyiapkan sarapan.


Yulisa pergi untuk melihat Arga yang tertidur pulas di sofa, ia mematikan televisi yang masih menyala dan kembali ke dapur.


Suara bising dari para pelayan yang sedang mengerjakan tugasnya membuat pemuda tampan yang tertidur di sofa merasa terganggu, kedua matanya mengerjap-ngerjap, perlahan bangun dan menguceuk mata dengan kedua tangan untuk mengumpulkan nyawanya. Silau cahaya dari jendela yang mengelilingi setengah ruang tv atau keluarga membuat tubuhnya merasa hangat.


“Baru bangun sayang?” Tanya Yulisa yang baru saja membukakan gorden ruang keluarga.


“Hmmm..” Jawab Arga dengan deheman sembari meregangkan otot-otot tubuhnya yang pegal karena tak sengaja tertidur di sofa.


“Kenapa bisa tidur di sofa sih?” Tanya Yulisa memberikan segelas air mineral di hadapan Arga.


“Semalam aku lapar dan makan mie trus ketiduran di sini.”


“Gak baik tidur setelah makan, nanti perutmu buncit!!” Nasihat Yulisa.


“Ya aku tahu ma, mama liat Dhafin?”


“Dia lagi nge-gym.”


"Aku mandi dulu ya ma." Pamit Arga berlari meninggalkan Yulisa menuju kamarnya untuk membasuh wajahnya.


“Udah bangun lo?” Tanya Dhafin saat Arga yang langsung berlari di atas treadmil miliknya.


“Hmm” Jawabnya dengan deheman.


Lagu dari audio musik menggema memenuhi seluruh ruangan gym yang bersebelahan dengan ruang santai samping rumah langsung menghadap taman, mereka fokus pada aktifitasnya masing-masing. Dhafin memperlambat kecepatannya sebelum ia mematikan treadmilnya dan ia segera duduk di kursi panjang memperhatikan Arga yang terus saja menambah kecepatannya.


Arga tak menjawab pertanyaan Dhafin, ia langsung menghentikan kegiatannya dan menghampiri Dhafin duduk bersama, baju yang ia kenakan basah karena keringat.


“Gimana keputusan lo?” Tanya Dhafin.


“Gue akan ke sana setelah gue tahu alamatnya.” Jawab Arga setelah ia tahu maksud pertanyaan Dhafin.


“Dia tinggal di kota F, itu yang gue tahu dari Raka.”


“Kota F?”


“Ya, sorry gue gak tahu pasti alamat mereka.”


“Gak pa-pa, gue akan nyari dia di kota F.”


“Thanks Dhaf.” Arga bangkit berdiri, meninggalkan Dhafin yang masih duduk mengistirahatkan tubuhnya sebelum ia membersihkan diri dan pergi ke kantor.


***


Penghujung tahun merupakan hal yang di tunggu oleh Raka beserta teman-temannya karena setiap tahun mereka selalu merayakan acara akhir dan awal tahun bersama di kota Paris.


Para pemuda serta pasangan mereka sedang merencanakan kegiatan yang akan mereka lakukan selama sepekan di Paris.


Saat mereka sudah memutuskan keputusan bersama, mereka pun langsung melahap kudapan yang di sajikan Abiela, gerakan tangan teman Raka berhenti saat ia akan melahap kudapannya, semuanya pun langsung menatap kemana arah mata teman Raka. semua mata lelaki menatap takjub Raina yang sedang berdiri di ambang pintu kamarnya. Kecantikannya tak pernah pudar meski ia baru bangun tidur.


Raka dan Darrel yang duduk di sofa memunggungi kamar Raina menolehkan kepala mereka bersamaan dan di lihatnya Raina yang keluar dari kamarnya dengan menguap, satu tangannya ia regangkan ke atas membuat pakaian yang ia pakai ke ikut tertarik ke atas dan satu tangannya menutup mulut yang terbuka lebar, matanya melotot seketika saat ia melihat Raina hanya memakai sweater besar di atas lutut sampai-sampai paha mulus dan area bikini nya hampir terlihat.


Raina menatap heran pada Raka dan Darrel, ia segera melirik ke arah mata Darrel dan lelaki lainnya. ia hanya melototkan mata dan menarik ke bawah sweater yang ia gunakan.


Raka segera mendorong gadis kecilnya masuk kembali ke kamar, sedangkan para pemuda yang melongo langsung meringis kesakitan karena telinga mereka sedang di tarik oleh pasangan mereka masing-masing. Abiela hanya geleng kepala dan terkekeh pelan sedangkan Darrel yang menikmati kecantikan dan keindahan tubuh Raina merasa kesal sendiri karena Raina telah membuat tubuhnya sendiri di lihat oleh lelaki lain.


Jangan lupa dukungannya😁