RAINA

RAINA
Chapter 63



“Nanti-nanti kalo marah jangan rusakin barang Ga, sayang barangnya..” Ujar Sandi membuang pecahan keramik ke dalam tempat sampah.


“Trus mesti gimana?” Tanya Rizki menyahuti perkataan Sandi.


“Ya kan bisa tuh makan banyak atau baca buku, aku aja kalo lagi marah suka gitu.” Sandi berujar sembari menggeser sofa.


“Itu kan elo San, si Arga mah mana bisa kayak elo..” Timpal Rico.


“Kalo aja bukan temennya si Rain udah gue tampol lo..” Sungutnya.


“Sabar-sabar Ko, harap sabar ini ujian…” Rizki menegurnya.


“Emang kenapa sih? Aku kan hanya menyarankan.” Sandi menggaruk tengkuknyan yang tak gatal, sedangkan yang lain hanya menahan tawa.


“Udah San gak usah komen, dari pada lo kena amukan si Rico entar.” Timpal Rizki.


“San, si Rico kenapa sih kayak gak suka gitu sama kamu? Kamu pernah buat salah ya sama dia?” Tanya Sania berbisik takut Rico mendengarkan obrolannya.


“Kayaknya karena Raina lebih milih berteman sama aku jadi dia suka sewot gitu.” perkataan Sandi membuat Sania terkikik geli.


“Gue denger ya omongan kalian.” Sahut Rico dari belakang membuat Sandi dan Sania bungkam seketika.


“Udah deh, kalian tuh mau bantuin apa mau nambahin masalah sih?” Tanya Cintya yang melihat perdebatan Rico dan Sandi.


“Noh si Sandi kalo ngomong tuh jarang masuk akal, bikin darting aja.” Sungut Rico.


“Udah stop ya Ko, perkataan Sandi ada benarnya okey. Gak semua orang marah harus ngerusak barang atau diri, banyak kok cara meredamkan amarah. Sekarang kalo kalian masih mau berdebat hal yang gak penting mending pulang aja!” Tukas Raina kesal.


“Maaf Rain.” Sahut Sandi.


Raina tak menjawab permintaan maaf Sandi, ia hanya sibuk dengan membantu yang lain membereskan apartemen yang sempat dibuat kacau oleh Arga. Rizki, Cintya dan Rico langsung diam dan serius dengan pekerjaan mereka. Sedangkan Arga hanya tersenyum dari dapur melihat Raina bisa membuat teman-temannya membisu.


“Udah nih minum dulu, kalian pasti lapar kan? Gue udah pesenin makanan juga, tunggu beberapa menit lagi pasti datang.” Arga datang dengan membawa nampan yang berisikan 7 gelas orange jus.


“Akhirnya selesai juga.” Rico mengambil jatah minumnya dan menggaknya langsung hingga tandas.


“Ahh gue masih aus.” Rico pergi begitu saja ke arah dapur mengambil botol jus dari kulkas dan menenggaknya langsung.


***


“Aku pulang ya, di bawah udah ada pak Anton.” Pamit Raina, di karenakan waktu sudah sore dan yang lain pun sudah pulang kecuali Rico.


“Hmm..”


“jangan ajak dia main ke club ya Ko!!.” Teriak Raina di hadapan Arga.


“Yaelah Rain, cuma main boleh kali.” Ujar Rico memakan pizza sembari memainkan ponselnya.


“Enggak ya. Kamu jangan main ke tempat kayak gitu, Aku gak suka!.” Tegas Raina berucap pada Arga.


“Kebiasaan.. Aku pergi ya.”


Arga mengangguk, bibirnya mengulas senyum melihat punggung Raina yang perlahan menjauh. Setelah pintu tertutup ia pun menghampiri Rico yang masih sibuk dengan benda pipih di tangannya, sedangkan Rizki masih mengantarkan Cintya.


“Lo tuh kenapa lagi sih Ga?” Tanya rico ketika ia merasakan ada yang bergerak di sebelahnya dan pasti Arga yang duduk.


Arga menghela nafas panjang. “Gue di fitnah Ko.”


Sontak Rico menoleh pada Arga meminta penjelasan yang lebih merinci, ia tahu Arga sering bertengkar dengan Dhafin tapi tak sampai adu jontos, kini Arga menceritakan semuanya dari awal tanpa ada yang di tutupi lagi karena ia percaya pada para sahabatnya.


“Brengsek.. mereka percaya aja sama bukti yang gak akurat? Ini foto Ga, bisa di edit.. kenapa mereka gak nyari tahu kebenarannya?”


“Lo tau kan bokap gue kayak gimana? Gue bersyukur banget Raina percaya sama gue.”


“Lo kan tau sendiri, waktu si Anya ngaku udah tidur ama lo aja dia woles banget anjirr…”


“Waktu itu beda Ko, lo tau kan gue sama dia cuma settingan buat ngehindar dari si Anya, dan si Rain juga ngehindar dari mantannya si Rangga.”


Rico hanya manggut-manggut melanjutkan kembali makan pizza nya.


“Tunggu..” Arga mengambil pizza dari tangan Rico dan memakannya.


“Gue baru inget, waktu itu gue liat si Rangga di rumah si Sindy, Ya.. waktu gue mutusin dia.…”


“Jangan bilang kalo…..” Rico mencoba menebak.


“Kalo apa?” Rizki menghampiri.


“Anjiirr kaget gue.” Sahut Rico dan Arga bersamaan.


“Apa sih?” Kepo Rizki


“Lo mesti nyari tahu Ga soal si Rangga, ada hubungan apa waktu itu dia ama si Sindy. Siapa tau bayi itu milik si Rangga kan?”


“Hmm.. gue mesti nyari tahu.”


Rizki yang dari tadi menyimak hanya menatap Rico dan Arga bergantian.


“Kenapa lo liatin kita? Lo mau?” Tanya Rico memberikan pizza sisa dirinya.


“Bekas lo itu anjirr.” Rizki menepis tangan Rico.


Happy reading.


Jangan lupa dukungannya 😁