
"Emang kalian gak naksir sama si Raina?" Ujar Rico karena tak suka di ledek oleh Rizki.
"Ya naksir lah, gue masih waras, masa liat yang bening gue ogah, cuman gue sadar diri aja." Seru Rizki dengan wajah sendunya. Rizki terbilang tampan, namun keberuntungan tidak berpihak padanya karena tiap berhubungan, selalu saja dia yang di putusin.
"Bagus lo sadar diri." Tutur Rico menepuk pundak sahabatnya.
"Gue juga yakin nih si Arga naksir sama si Raina." Seru Rizki.
Arga hanya diam mendengarkan perbincangan sahabat baiknya.
"Gue kira kemana taunya kalian di sini." Seru Cintya mendekati sahabat-sahabatnya.
"Ngapain lo kemari? nanti lo di hukum, udah adek abang belajar aja yang bener biar dapet nilai bagus." Tukas Rico.
"Adek, najjiss gue punya abang kayak lo." Cibir Cintya.
"Ya udah jadi pacar aja kalo lo gak mau jadi adek gue" Seru Rico dengan tawanya yang menggelegar.
"Garing banget lo." Seru Rizki menjitak kepala Rico.
"Guru gak masuk, jadi gue kesini." Ujar Cintya saat ia menatap mata Arga yang seolah bertanya.
Arga melangkahkan kakinya menuju ke kelas, saat masuk ia melihat Raina sedang duduk sebangku dengan Sandi cowok culun namun terbilang berprestasi.
Rizki dan Rico tercengang melihat Raina yang sedang ngobrol menjelaskan pelajaran pada Sandi.
"Gue gak salah liat kan ki?" Ujar Rico mengucek matanya di ambang pintu.
"Lo coba cubit gue deh ko!!" Seru Rizki yang tak percaya dengan apa yang ia lihat.
Arga sempat bergeming melihat Raina dan Sandi namun karena ia di tarik oleh Cintya ia pun berjalan menuju bangkunya,Rico dan Rizki mengikutinya setelah ia sadar bahwa yang ia lihat benar.
"San, lo ngapain?" Tanya Rico mendekati bangku Raina.
"Ini, gu..gue lagi minta penjelasan Raina mengenai ini." Ujar Sandi terbata sembari memberi tahu buku pelajaran yang ia bahas dengan Raina.
Setelah sekian lama Sandi sekelas dengan Rico dan teman-temannya baru kali ini ia di ajak bicara olehnya, ia merasa takut akan terjadi sesuatu padanya karena ia sering melihat Rico selalu mendekati Raina.
"Rain, gue kembali ke bangku dulu." Ujarnya dengan terburu-buru.
Raina hanya mengerutkan keningnya, padahal sebelum Arga dan yang lainnya datang Sandi biasa aja, kenapa sekarang kayak ketakutan? pikir Raina.
"Rain, kok lo bisa akrab sama si Sandi?" Tanya Rico mensedekapkan tangannnya di atas meja.
Raina tak menggubris pertanyaan Rico, ia hanya membaca bukunya.
"Oh iya Rain, gue boleh tau alamat lo? siapa tau ada tugas yang gue gak ngerti gue bisa minta bantuan lo, kalo lo gak mau ngasih nomor Hape lo." Bujuk Rico tak menyerah.
Raina menutup bukunya dengan kasar dan ia beranjak berdiri dan keluar dari kelas. Merasa pusing dengan sikap Rico yang selalu mengusik hidupnya.
Raina pergi ke kantin dan memesan jus alpukat kesukaanya, hanya ada beberapa siswa yang berada di kantin karena ini adalah jam masuk kelas.
Raina memegang gelas jus alpukatnya dan menyesap perlahan dengan sedotan.
jangan lupa like ya kakak Readers, terima kasih yang sudah mau baca ;)