
Raina duduk di tepian rooptof kakinya ia biarkan menjuntai begitu saja, panasnya matahari menyengat kulit putihnya yang mulus.
Sesekali Raina mengayunkan kakinya, dan melihat murid-murid yang berlalu lalang di bawah sana menikmati waktu istirahatnya. Pikirannya melayang akan perkataan bu Indri.
Tolong kamu bujuk Arga supaya dia mau belajar , tiap papanya di panggil ke sini mereka pasti saja bertengkar.
Kamu murid terpintar menurut ibu, jadi bisakan kamu buat Arga supaya mau belajar? Neneknya kemarin datang kemari dan ia minta tolong pada ibu supaya membuat cucunya bisa seperti dulu lagi.
Seperti duku lagi? Sebenarnya seperti apa Arga dulu? Sandi bilang Arga murid pintar, tapi kenapa waktu Raina masuk sekolah ini ia melihat Arga seperti murid bodoh, nilai nya saja selalu di bawah murid lain, bahkan ia selalu saja bolos bersama yang lain.
Raina melihat Arga bersama yang lain keluar sekolah, mereka bolos lagi?.
"Aarggghh kenapa gue harus mikirin dia?" Gumam Raina meremas rambut panjangnya.
Raina berdiri dan ia kembali ke dalam kelas namun ia melihat Sandi sedang bersama Sania menuju kantin, Raina ingin mengejar Sandi namun ia tak mau mengganggu waktunya bersama Sania hingga ia pun masuk ke dalam kelasnya.
Raina melihat tas Arga dan yang lainnya masih ada, bahkan Cintya sedang duduk bersama kumpulan wanita.
Raina mengeluarkan ponselnya yang ia simpan dalam tas, ia membuka layar ponselnya dan mencari kontak Arga. Tangannnya mengetik sesuatu namun ia kembali menghapusnya, berulang kali ia mencoba mengirimkan pesan pada Arga namun selalu ia urungkan.
[Arga lo dimana? Ada yang mau gue omongin sama lo.] - send
"Rain." Sandi menepuk pundak Raina sehingga pesan yang ia ketikpun terkirim pada Arga.
"Aargghh Sandi.." Teriak Raina panik.
"Kenapa Rain, gue kekencengan ya nepuk pundak lo?"
Raina melihat kembali pesannya dan ia segera menghapus pesan tersebut agar Arga tak melihatnya, dan sialnya pesannya sudah terbaca oleh Arga.
[Kenapa di hapus?] ~Mr.GaJe
[Salah kirim] ~Miss Arrogant
Arga yang sedang memainkan gitarnya tertawa terbahak-bahak melihat balasan dari Raina, jelas-jelas ia menyebutkan namanya bagaimana bisa jadi salah kirim.
[Jelas tadi ada nama gue] ~Mr.GaJe
[Nama Arga banyak kan?] ~Miss Arrogant
[Benarkah? Kenalin dong, gue mau tau siapa orang yang mananya sama.] ~Mr.GaJe
[Udah mau ngomong apa? Nanti pulang sekolah tunggu gue.] ~Mr.GaJe
Wajah Raina memerah, antara kesal dan malu bersamaan, dia mau ngomong apa coba nanti? Raina benar-benar pusing, ia meremas ponselnya dan matanya tajam menatap Sandi seakan menusuk ke dalam jantungnya.
"Kamu kenapa Rain, aku ada salah?" Ujar Sandi gemetar merasa pandangan Raina kali ini berbeda.
Raina menarik nafasnya panjang dan ia menghembuskan secara perlahan, ia tak boleh marah. Raina tersenyum manis pada Sandi dan itu semakin membuat Sandi ketakutan.
"Rain, kamu gak apa-apa?" Tanya Sandi menundukan wajahnya.
"Aku mau nanya gimana Arga waktu SMP."
"Serius?" Sandi membelalakan matanya, ia menatap Raina tak percaya, kenapa Raina menjadi orang yang kepo? Bukankah ia selalu tak peduli pada urusan orang lain?
"Arga tuh orangnya emang udah belagu dari dulu, mungkin karena ia ganteng dan juga banyak di gemari cewek,bahkan tiap bulan ia gonta-ganti ceweknya, dari murid berprestasi sampai murid **** tapi primadona sekolah." Sandi berbicara dengan nada rendah seolah berbisik, Raina sampai mendekatkan telinganya agar ia mendengar dengan jelas.
"Ohh itu, iya emang dia murid berprestasi Rain, namun sejak masuk SMA dia berubah, nilainya Anjlok semua, ia menjadi raja bolos di kelas, padahal waktu SMP ia tak pernah bolos sama sekali, aku tak mengerti kenapa ia berubah seperti itu, namun aku pernah denger gosip, katanya si Arga pernah di tolak cewek, mungkin karena itu ia jadi malas belajar."
"Di tolak cewek?"
"Iya, emang ada apa?" Tanya Sandi penasaran.
"Enggak." Raina mengeluarkan buku dan alat menulisnya.
Sandi menggaruk kepalanya yang tak gatal, kenapa tiba-tiba Raina kepo soal Arga?
***
Bel tanda usai pelajaran berbunyi, membuat semua murid kegirangan tapi tidak dengan Raina, Ia kepikiran dengan pesan Whatsappnya tadi, bagaimana ia bicara pada Arga?
"Rain ayo." Ajak Sandi bersiap pulang.
"Ahh iya ayo." Raina mengambil tas ranselnya dan ia hendak keluar namun di hadang oleh Arga dan yang lainnya.
"Maaf Arga kita mau pulang." Ujar Sandi gemetar.
"Rain bukankah lo ada janji sama gue?" Arga tersenyum penuh pesona.
"San lo pulang duluan, gue ada janji sama Arga sebentar."
"Lo pulangnya naik taxi apa gimana?" Sandi berbisik namun dapat di dengar oleh Arga dan yang lainnya.
"Gue di jemput Rangga, udah tenang aja gue aman." Jawab Raina berbisik dan sekali lagi dapat di dengar oleh Arga dan yang lainnya.
"Arga." Sapa Cintya saat ia melihat Arga dan temannya yang lain.
"Yuk pulang, ngapain pada diam di sini?" Ajak Cintya.
Rizki dan Rico masuk ke dalam kelas mengambil ransel mereka dan meninggalkan Arga dan Raina, Cintya masih mematung namun cepat di tarik oleh Rizki sedangkan Sandi ia berjalan namun tetap saja menoleh kebelakang.
"Rizki, apaan sih? kok Arga di tinggal ama si Rain sih?" Cintya berontak karena di tarik paksa sama Rizki dan Rico.
"Udah biarin, mereka emang janjian."
Cintya berhenti berontak, ia pun sampai menghentikan langkahnya mendengar penuturan Rizki.
Rizki memarik Cintya yang diam mematung dan Cintya mengikutinya dengan perasaan gusar, apakah ia akan kehilangan kesempatan lagi untuk mendapatkan Arga?
"Mau ngomong apa?" Tanya Arga mengambil tas ranselnya.
"Ehmm.. gini, gue di suruh bu Indri buat ngajarin lo soal pelajaran, karena nilai lo pada Anjlok semuanya, lo gak mau kan kalo gak lulus?" Tanya Raina merasa gugup.
"Jadi hanya itu yang mau lo omongin?" Tanya Arga menatap tajam Raina.
Raina berdiri meremas jemarinya, apakah ia salah bicara?ia tak pandai merayu, karena biasanya orang lain yang datang padanya.
"Gue gak usah lo ajari dan soal gue lulus atau enggak itu urusan gue bukan urusan lo." Ujar Arga dingin, ia mengepalkan tangannya, dia kira Raina hawatir padanya karena kejadian di ruang kepsek, Arga kira Raina akan menanyakan apakah ia baik-baik saja, tapi ternyata ia hanya di suruh bu Indri untuk membujuknya belajar agar nilai nya tak anjlok.
Jangan lupa dukungannya kakak readers.
jika suka, like, komen, vote dan rate ya ;)