
Raina berjalan di taman bersama Abi dan Nisa menjual bolu kukusnya, kali ini ia mencoba berjualan di taman sekalian main bersama.
Sepanjang jalan ia memikirkan Arga yang entah kemana, ia mencoba mencari tahu ke rumah Rizki tanpa sepengetahuannya namun tak membuahkan hasil.
"Kita istirahat dulu ya." Raina meneguk air mineralnya.
"Kakak capek ya?" Tanya Abi duduk di sebelah Raina.
Raina hanya mengangguk dan tersenyum.
"Beli siomay yuk, masih banyak bolu nya?"
"Tinggal 7 lagi kak bolunya, bakwan nya tinggal 5 lagi." Tukas Abi menghitung dagangannya.
“Ya udah nanti kakak beli semuanya.”
"Bang siomaynya 3 ya, jangan pake pare semuanya." Ujar Raina.
Raina kembali menenggak air mineralnya bersama Abi dan Nisa, Raina mngedarkan pandangannya ke sekeliling taman dan matanya menangkap seseorang yang ia kenal.
“Kalian tunggu di sini!” Ujar Raina pergi meninggalkan Abi dan Nisa dengan terburu-buru.
Raina mendekati lelaki yang selama ini ia cari, di sebelahnya ada Anya yang bergelayut manja dan tak segan ia mengecup pipi si lelaki tersebut.
“Arga..”
Lelaki tersebut menoleh ketika ada yang memanggilnya, ia terkejut ketika melihat Raina.
“Rain, ngapain lo di sini?” Ujar Anya ketus karena merasa terganggu.
Jadi mereka resmi pacaran? Raina tersenyum sinis.
“Gue kira lo kemana Ga, taunya lo sedang asyik sama cewek lo, sorry gue ganggu waktu kalian, gue cuma mau bilang kalo nenek lo sakit Ga, kemarin kakek lo hubungi gue karena nomor lo gak aktif terus bahkan ia sampai kerumah gue.”
Arga mematung ketika mendengar neneknya sakit, ya selama ia pergi ia tak memegang ponsel, bahkan tidur pun kadang di rumah Rizki atau semalaman diam di bar.
"Gue cuma mau bilang itu pada lo, terserah lo mau pulang buat ketemu nenek lo apa enggak."
Raina berbalik badan meninggalkan pasangan tersebut, ia kira Arga bersama teman-temannya. Tau nya Arga sedang bersama Anya, ia mengusap bibirnya dengan kasar mengingat bibirnya pernah di cium oleh Arga, matanya memerah, dadanya seakan sesak karena sakit yang ia tak tahu kenapa.
Raina menarik nafas dalam dan menghembuskan perlahan, ia mengatur gejolak di dadanya, kenapa ia harus merasa kesal dan seakan terhianati? Bukankah ia tak punya hubungan apa-apa dengan Arga? Apakah karena dulu Arga selalu mengganggunya hingga ia merasa Arga menyukainya?
"Kakak gak apa-apa?" Tanya Abi dan Nisa bersamaan.
Raina duduk, meneguk air mineralnya hingga habis seolah air tersebut bisa membuat hatinya tak merasa panas. Raina segera memakan siomaynya, entah karena lapar atau karena kesal ia terlihat kelaparan sampai Abi melongo di buatnya.
"Kalian pulang sendiri tak apa kan?" Tanya Raina setelah membayar sioamaynya.
“Iya kak.”
“Kakak duluan ya.” Raina menoleh ke tempat Arga bersama Anya tadi dan ia melihat mereka sudah tak di sana.
Pantas saja ia tak pernah lagi mengganggu, ternyata ia sudah bersama dengan Anya.
***
Raina duduk di bangkunya, seperti biasa mereka becanda gurau sebelum guru datang ke kelas, Raina menghentikan tawanya ketika melihat Arga masuk bersama dengan yang lainnya.
Sebelum Arga duduk Anya sudah masuk dan memeluk Arga di hadapan semua murid, Anya tersenyum sinis pada Raina, Raina langsung menyilangkan tangannya di dada, ia pun membalas nya tak kalah sinis.
“Arga sejak kapan kalian?" Tanya Cintya terkejut dengan yang ia lihat.
“Arga kenapa semalam lo gak main kerumah? Gue nungguin lo tau.” Tanya Anya pada Arga dengan mengerlingkan matanya.
Arga melepaskan pelukan Anya dan duduk tak menghiraukannya, Rizki dan Rico hanya tersenyum meremehkan. Cintya yang melihat sikap Arga pun hanya tersenyum sinis pada Anya.
Anya menghentakan kakinya dan keluar dari kelas Arga.
Raina hanya menikmati pertujukan drama antara Arga dan Anya. Hingga bu Indri masuk ke dalam kelas membuat semua murid kembali terdiam.
“Arga kemana saja kau?” Tanya bu Indri ketika mengabsen.
"Ada keperluan bu." Ujar Arga singkat.
“Baiklah, sekarang kalian buka buku pelajarannya!”
Semua murid mengeluarkan buku pelajaran bu Indri dan mengamati penjelasan bu Indri, bel tanda istirahat pun berbunyi, Raina langsung merapikan semua bukunya dan ia pergi menuju rooftop setelah Sandi memeberinya air mineral dan roti.
Raina menikmati rotinya dengan menyaksikan drama Arga dan Anya di bawah, Terlihat Anya memukul dada bidang Arga, ia jadi teringat dengan pertanyaan Anya yang menanyakan kenapa ia tak kerumah Anya, apa mungkin mereka sudah melakukan hal yang lebih dari sekedar ciuman? Anya mencium paksa Arga membuat Raina tersedak melihatnya, kenapa mereka berciuman di sekolah? Raina segera meminum air mineralnya.
Anya melihat Raina di atas, dan ia tersenyum ketika melihat Raina sepeerti tersedak makanan, Anya kembali menyambar bibir Arga dan dengan sengaja dadanya ia tempelkan pada tubuh Arga.
“Apa yang lo lakukan?” Arga mendorong Anya.
“Kenapa kau jadi menjauhiku lagi? Apa salahku? Kemarin-kemarin kau tak masalah ketika aku mendekatimu.” jerit Anya.
“Kemarin malam kita tak sengaja bertemu, aku ke rumahmu karena mengantarmu pulang, apa lo gak ingat kemarin malam lo mabuk?”
“Jangan salah paham dengan kebaikan gue Anya.”
“Arga, aku benar-benar menyukaimu, kenapa kau tak mau denganku? Apa kurangku? Aku cantik, aku pintar dan pastinya akan memuaskanmu jika kau mau bersamaku.” Anya menggoda dengan menggerakan telunjuknya di dada bidang Arga.
“Jauhkan jari kotor lo dari tubuh gue.” Arga menepis jari telunjuk Anya.
“lo bertanya apa kekurangan lo kan? Kurang lo hanya satu, lo tak tahu malu.” Arga pergi meninggalkan Anya yang memerah wajahnya penuh dengan kekesalan.
Jangan lupa dukungannya kakak readers.
Jika suka like, komen, vote dan rate ya ;)