RAINA

RAINA
Chapter 59



“Arga gimana kabar kamu?” Tanya Mina adik dari Bagaskara.


Saat mereka berdebat mempermasalahkan nama kontak, keluarga tante Arga yang baru saja datang ke Jakarta mengabarinya untuk mampir ke rumah Nenek Mirna, hingga Arga memutuskan untuk mampir sebentar sebelum mengantarkan Raina pulang.


“Baik tante.”


“Siapa ini?” Tanya Mina melihat Arga yang terus menggandeng tangan Raina.


“Dia..”


“ARGAaaa” Teriak seorang perempuan dari lantai atas begitu senang melihat Arga datang hingga ia berlari untuk menghampirinya.


“Ya ampun, kangen banget aku.” Ucapnya memeluk erat Arga hingga tangan Raina terlepas dari genggamannya.


“Gimana kabar lo?”


“Baik dong.. ada kabar bagus, aku bakalan tinggal di Jakarta mulai sekarang.” Antusias perempuan tersebut memberitahukan maksud kedatangannya.


“Oh ya? Bagus dong bakal ada yang gue ganggu nanti.”


“Isshhhh…” Indri sepulu Arga hanya mencebikan bibirnya kesal.


Raina hanya diam dan terus memperhatikan kedekatan mereka hingga ia teringat dengan sosok perempuan yang terus saja bergelayut manja pada pacarnya. Raina ingat jika perempuan tersebut pernah berkumpul dengan teman-teman Arga dulu.


“Siapa dia?” Tanya Indri dengan menaik turunkan alisnya menggoda Arga.


“Ohh aku ingat, Bilangnya dulu gak… eemmmmpphhh” Arga langsung membekap mulut Indri dan menariknya menjauhi Raina.


“Mereka memang suka begitu kalau bertemu, baru kali ini Arga membawa teman perempuannya ke sini, kalian pasti dekat.” Ucap Mina.


“Saya Mina, adik papa nya Arga dan perempuan tadi adalah Indri anak saya, kamu jangan cemburu ya..” Ujar Mina mengulurkan tangannya.


“Nama saya Raina tante, teman sekolahnya Arga.” Raina menyambut uluran tangan tersebut dan mencium punggung tangan tante Mina.


Mina hanya tersenyum mendengar Raina menyebut Arga teman sekolahnya padahal ia tahu jika mereka pacaran.


“Dhafin? Mana papa dan mamamu?” Tanya Mina melihat Dhafin masuk seorang diri.


“Nyusul katanya.”


“Rain.. kamu di sini?” Tanya Dhafin.


“Iya kak, aku sama Arga.” Jawab Raina.


“Kalian saling kenal?” Tanya Mina pada Dhafin dan juga Raina.


Raina dan Dhafin hanya mengangguk bersamaan membuat Mina merubah mimik mukanya, Raina mengernyitkan keningnya.


“Tante nyuruh dia ke sini juga?” Tanya Arga yang datang dari belakang bersama Indri dengan membawa softdrink.


“Mas gimana kabar kalian?” Mina menghampiri Bagas yang masuk bersama yulisa.


“Kita baik dek, kamu yakin akan tinggal di sini?”


“Iya mas.”


Bagas menghentikan langkahnya ketika melihat Arga menggandeng tangan Raina, Raina melepaskan tangan Arga ketika Bagas menatapnya dengan tajam.


“Kamu ada di sini juga?” Tanya Bagas pada Arga.


“Saya hanya di undang oleh tante Mina, jika tau kalian akan datang saya juga tak ingin ke sini. Ayo kita pulang..” Arga menarik tangan Raina.


“Bee itu tak sopan.” Ucap Raina mengingatkan Arga dengan sedikit berbisik.


“Saya hanya sopan pada orang yang patut saya hormati.” Tegas Arga membuat Raina merasa kaget.


“AAARGGAAA” Bentak Bagas dengan wajah merah dan rahang mengeras.


“Bee..” Lirih Raina mengusap lengan Arga.


“Maaf om, tante kami permisi dulu.” Raina pamit pada Mina dan juga Yulisa.


Mina dan Yulisa hanya mengangguk ketika Raina tersenyum dan berlalu bersama Arga, sedangkan Arga begitu enggan menoleh ke belakang.


“Aku gak suka kamu kayak gitu.” Raina menepis tangan Arga ketika mereka baru keluar rumah.


“Kamu gak seharusnya seperti itu Arga, dia itu orang tua kamu. Kenapa kamu memanggilnya seperti itu? Kamu harus ingat jika tak ada Papa kamu tak akan pernah lahir ke dunia ini.”


“Jika aku bisa memilih, aku tak ingin lahir kedunia ini.”


“Maksud kamu? Kamu tak bahagia bertemu denganku?”


“Bukan itu maksudku Rain, aku tak ingin mempunyai papa seperti dia yang hanya mementingkan urusan pribadinya tanpa memikirkan anak dan istrinya.”


“Maksud kamu? Kamu marah karena dia mementingkan pekerjaanya?”


“Bukan.” Ucap Arga menaiki motornya dan ia segera menghidupkannya. “Ayo naik, apa kamu ingin tetap di sini bersamanya?”


Raina menaiki motor dengan kesal, Raina sadar ia hanya sebatas pacar tapi kenapa Arga tak membagi masalah hidupnya, setidaknya Arga akan merasa lega jika membaginya bukan.


Apa kamu tak percaya padaku hingga tak mau membagi masalahmu padaku? Kenapa kalian sering sekali bertengkar jika bertemu? padahal kalian keluarga.


Jangan lupa dukungannya..


jika suka like, komen, vote dan rate ya😁