
Suasana apartemen Arga begitu ramai dan berisik karena Rizki,Rico dan Cintya yang saling melempar cibiran. Baru kali ini Raina merasa nyaman mempunyai teman tanpa harus melakukan apapun. berbeda sekali sejak ia masih berteman dengan Nadine, ia selalu datang hanya ada maunya saja. kata 'sahabat' yang selalu Nadine ucapkan hanya status belaka.
Mereka duduk di depan TV menanti Arga yang belum selesai mandi. Sarapan pagi sudah tersaji ketika ART dari rumah Nenek Mirna datang membawa sarapan pesanan Arga.
Yang mereka tunggu akhirnya keluar mengenakan jaket hoodie dan celana jeans . Seulas senyum tersemat di bibir Raina yang langsung di sambut hangat oleh Arga.
"Nah tuan rumah udah keluar, mari makan.." Tutur Rico yang sudah tak sabar .
Mereka pun makan dengan lahap di selingi canda tawa, Rico terus saja meminta maaf pada Raina yang sedang pura-pura marah atas kejadian semalam.
"Rain lo tau gak kenapa si Arga bisa naksir lo?" Tanya Rico
"Karena gue cewek pertama yang nolak dia kan?" Jawab Raina dengan percaya dirinya.
"Hahhahaha..." Rizki,Rico dan Cintya tergelak bersama.
"100 buat lo, tapi ada satu hal lagi Rain." Sahut Rico tertawa dan menelan makanannya.
"Apa?" Semuanya menatap Rico penasaran termasuk Arga.
"Karena marah nya elo tuh manis katanya.. Hahhaaha." Jawab Rico tergelak sendiri.
Merasa tidak ada yang lucu mereka pun melanjutkan sarapannya dengan hening. membuat Rico menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
***
“Besok aku jemput.” Ucap Arga mengacak-acak rambut Raina.
“Iishhh..” Raina mengerucutkan bibirnya dan merapihkan kembali rambutnya.
“Sayang..” Adrian keluar dari dalam rumah dengan jas yang selalu membungkus tubuhnya.
“Pagi om..” Sapa Arga mencium punggung tangan Adrian.
“kenapa ada Arga di sini?” Tanya Adrian.
“Emhh maaf om, semalam Raina jagain Arga. Kita gak ngapa-ngapain kok om, temen-temen ku juga pada nginep jadi kita enggak berdua.” Ucap Arga menunduk.
“Ohh jadi temen kamu yang sakit Arga?” Tanya Adrian pada anak gadisnya, Raina hanya tersenyum dan mengangguk.
“Ya udah gak pa-pa..” Adrian menepuk bahu Arga dan tersenyum.
“Papa berangkat dulu sayang.” Ucap Adrian mencium kening Raina dan masuk ke dalam mobilnya menuju kantor.
“Kamu pulang gih, istirahat jangan kemana-mana!” Tutur Raina.
Arga mengangguk dan mengecup kilat kening Raina sebelum ia lari menuju mobil Rizki yang terparkir di pinghir jalan.
“AARGGAA..” Teriak Raina pura-pura kesal dengan hati senang serta menghangat.
***
“Pagi my honey.” Sapa Arga yang sudah menyandar di kap mobilnya dengan memakai celana denim pendek berwarna hitam serta T-shirt putih, tak lupa kaca mata hitam bertengger indah di hidung mancungnya. Seulas senyum terukir di bibir Raina sebelum ia masuk ke dalam mobil yang tak di sambut oleh Arga.
“Kamu pake baju yang bener dikit dong honey.” Ujar Arga menatap lurus jalanan dan menjalankan kendaraanya.
“Emang baju aku kenapa?” Tanya Raina mengamati penampilannya. Menurutnya ini pakaian yang pas untuk dirinya pergi sekarang. Atasan model sabrina senada dengan T-shirt Arga dengan hotpants jeans serta sneakers putih yang sama dengan Arga.
“Celana nya gak ada yang lain gitu? harusnya pake yang selutut.” Arga mulai protectif, sejak kemarin Raina dan Arga memutuskan untuk menjalin hubungan yang serius karena Raina sadar jika yang ia rasakan bukanlah sekedar kasihan melainkan rasa sayang dan juga cinta, begitupun Arga yang sudah tertarik semenjak Raina menginjakan kaki di sekolahnya.
Raina hanya memutar kedua bola matanya dan menyandarkan tubuhnya tanpa menghiraukan Arga yang terus saja ngomel karena masalah pakaian yang ia kenakan.
Senyum mereka merekah sempurna ketika sampai di gang rumah Abi, terlihat Abi dan Nisa tersenyum menghampiri mobil Arga ketika berhenti.
“Ayo masuk!” Ucap Arga ketika kacanya mobilnya ia turunkan.
Dengan semangat Abi dan Nisa masuk ke dalam mobil Arga dengan memangku ransel mereka yang terlihat berat.
“Kalian bawa apa?” Tanya Raina menoleh ke belakang.
“Bekal makan dan baju ganti, kata ibu sama bapak main di pantai pasti bakal basah-basahan.” Ujar Nisa polos.
Setelah menempuh perjalanan selama 2 jam lebih Akhirnya mereka sampai di villa. Terlihat sudah ada 2 mobil yang terparkir di sana. Mereka turun dan segera masuk ke dalam villa.
“Lama banget sih.” Ucap Rico di sela memainkan gitar bersama Viona sang pacar ketika melihat Arga dan Raina datang. Sedangkan Rizki, Cintya, Sandi dan Sania sedang memainkan permainan ular tangga. Terlihat wajah Rizki dan Sandi sudah penuh dengan coretan lipstik, sepertinya mereka kalah bermain.
“Dia siapa? Aku baru liat.” Ujar Raina pada Arga yang hendak ikut bergabung dengan Rico.
“Dia Viona pacarnya Rico.” Bisik Arga.
“Kalian mau istirahat atau ikut main dulu?” Tanya Arga pada Nisa dan Abi.
“Aku mau..”
“Aku ajak mereka main ke samping ya.” Ijin Raina pada Arga.
Abi dan Nisa berlari menuju ke samping villa, terdapat taman yang terhubung langsung dengan pantai. Mereka menelusuri taman yang penuh tanaman hijau. Raina terus menggerakan tangannya untuk merapikan rambut yang diterbangkan oleh angin, jika saja Arga tak melarang pasti sekarang ia sudah menguncir rambutnya.
Ketika sampai di taman yang lebih sejuk, Raina melihat ada kupu-kupu cantik yang hinggap di rerumputan. Ia melihatnya dengan seksama.
“Rain..” Panggil seseorang.
CEKREKKK
“Kamu cantik.” Pujinya ketika ia melihat hasil fotonya.
“Kamu ishh..” kesal Raina namun ia mengulum senyum membuat Arga gemas, di balik sikapnya yang angkuh ternyata Raina termasuk cewek manja pada umumnya.
“Abi, Nisa jangan jauh-jauh sayang mainnya.” Teriak Raina pada Kedua anak yang sedang asik berlarian mengejar kupu-kupu.
"Aku nyiapin baju couple di kamar.” Ujar Arga menyuruh Raina masuk.
Raina melihat penampilan Arga yang sudah mengenakan kemeja pantai, topi hitam serta sandal jepit. Dia membalikan badannya dan berlalu meninggalkan taman.
“Hai Raina.. aku Viona panggil saja vio.” Sapa Viona pada Raina ketika mereka berpapasan.
“Hai Vio.. salam kenal.” Sahut Raina memberikan senyum terbaiknya.
“Awas ya kalo kamu deket-deket dia!” Ancam Viona ketika melihat Rico yang terus saja menebarkan senyum pada Raina.
“Baby, dia pacarnya Arga.” Rico tersenyum menenangkan pacarnya yang pencemburu.
“Aku ke kamar dulu ya." Senyum Raina melihat ancaman Vio pada Rico.
"Kamar gue dimana Ki?” Tanya Raina melihat Rizki keluar dari kamarnya.
“Di ujung, lo sekamar dengan Abi dan Nisa.”
“Trus yang lain?”
“Cewek lainnya sekamar sama gue.” Sahut Cintya.
Raina masuk menuju kamarnya, pertama yang ia lihat adalah kamar yang begitu luas serta indah dengan pemandangan pantai serta laut lepas yang langsung terlihat karena dindingnya hampir kaca semua, mungkin ini kamar utama karena ranjangnya saja begitu besar. Raina membuka paper bag di atas ranjang yang di maksud Arga tadi.
Setelah selesai mengganti pakaiannya ia segera keluar dari kamar dengan membawa topi pantai serta kaca mata hitam.
Deburan ombak serta angin menemani langkah mereka menyusuri pantai, Abi, Nisa, Sandi dan Sania berlari mendekati air laut. Sedangkan yang lain memutuskan untuk bermain sepeda.
“Kamu hanya ingin diam di sini?” Tanya Arga setelah puas memfoto pemandangan dan melihat Raina hanya duduk di tikar.
“Emang mau ngapain?” Tanya Raina duduk memeluk kedua lututnya menatap Abi dan Nisa mengejar ombak.
“Ayolah honey, kita tuh kayak orang tua yang lagi menjaga makanan dan juga ngawasi anak tau gak.” Gerutu Arga.
Jangan lupa dukungannya..
Jika suka like,komen, vote dan rate ya😁