Ooh, HOT UNCLE

Ooh, HOT UNCLE
Bab 89



3 hari kemudian,,,


"Cari tau apa saja yang dilakukan Tuan di luar. Laporkan semuanya padaku, jangan sampai ada informasi yang terlewat sedikitpun." Titah Amira pada orang suruhannya di seberang sana.


Andrew sudah bermain api dengannya, pria itu sudah tertangkap basah bicara romantis pada wanita lewat telfon, tapi tidak mau mengakuinya dan terus mengelak. Amira tak punya cara lain, menyuruh orang untuk mengikuti Andrew adalah pilihan tepat. Dia yang akan membongkar sendiri kebusukan suaminya jika suaminya itu tetap tidak mau mengakui kesalahannya.


"Baik Nyonya, saya mengerti."


Amira memutuskan sambungan telfonnya. Dia kemudian membuka aplikasi gps untuk melacak keberadaan mobil suaminya. Kemarin malam Amira sengaja memasang GPS di mobil Andrew agar bisa melihat pergerakan mobil suaminya.


Biasanya pukul 3 sore Andrew masih berada di kantornya. Pria itu baru meninggalkan kantor setelah pukul 5 sore. Amira sedikit terkejut ketika melihat layar ponselnya. Titik gps yang dia pasang sudah tidak berada di kantor lagi. Padahal 30 menit yang lalu Amira baru memastikan kalau mobil suaminya masih ada di kantor.


Perasaan Amira mulai kacau, berbagai pikiran negatif mulai bermunculan di kepalanya. Andrew mungkin akan menemui wanita simpanannya itu, karna meninggalkan kantor tanpa memberi kabar lebih dulu padanya.


Selama 19 tahun menjalani pernikahan dengan Andrew, Amira selalu mendapatkan laporan dari suaminya setiap hari jika suaminya itu berada di luar. Walaupun tidak di tanya, Andrew akan mengirimkan pesan ataupun menelfon untuk sekedar memberinya kabar saat mau meeting di luar dan mau pulang ke rumah.


Bahkan setelah pertengkaran kemarin, Andrew masih rajin mengabari Amira. Walaupun Amira hanya menanggapi seperlunya.


"19 tahun bersama, seperti tidak ada artinya." Amira tersenyum getir. Sesak di dada mulai terasa menghimpit. Rasa sakit mulai menyeruak. Memang belum ada bukti akurat di tangannya, tapi feeling Amira terlalu kuat. Sejak mendengar pembicaraan Andrew dengan wanita lain lewat telfon, Amira yakin seratus persen kalau suaminya sudah berkhianat.


...******...


Gea masuk ke dalam kamar selesai membereskan meja makan dan mencuci piring.


Hari ini Glen tidak pergi ke kantor, tapi tadi pagi pergi dan baru pulang 1 jam yang lalu.


Pria itu minta di buatkan makan siang, bahkan tak mengijinkan Gea beranjak dari meja makan sebelum Glen selesai menghabiskan makanannya. Sekarang pria itu sedang berada di balkon untuk menerima telfon. Gea sempat melihat sekilas foto Adeline saat ponsel Glen berdering.


Acara pertunangan Glen dan Adeline akan di gelar 2 hari lagi. Gea semakin putar otak, mecari cara untuk merebut Glen seutuhnya dan membatalkan pertunangan itu. Seandainya tidak bisa membuat pertunangan mereka batal, masih ada kesempatan bagi Gea untuk membatalkan pernikahan mereka.


Pintu kamar tiba-tiba di buka. Gea bergegas berdiri saat melihat Glen masuk ke kamarnya.


”Ada apa.? Om butuh sesuatu.?" Gea selalu berkata lembut dan manis sejak amarah Glen mulai mereda.


"Kamu masih minum pil kb dengan benar kan.?" Tanya Glen dengan tatapan lekat.


Degh,,!


Gea reflek memegangi dadanya yang tadi sempat berhenti dan kini berdetak cepat. Jangan minum pil kb, Gea bahkan lupa terakhir kali meminum dan meletakkan pil penunda kehamilan itu.


Kepanikan di wajah Gea membuat Glen membuang nafas kasar. Meski Gea tidak menjawabnya, Glen sudah tau jawabannya dari raut wajah Gea.


"Jangan sampai aku mendengar mu meminta pertanggungjawaban, itu di luar perjanjian kita. Kamu sendiri yang ceroboh.!" Glen langsung menyalahkan dan menyudutkan Gea, padahal bibir gadis itu belum berucap apapun.


"Maaf, aku benar-benar lupa." Gea kembali terduduk lesu di sisi ranjang. Lesu bukan karna takut hamil, tapi karna perkataan Glen cukup menyakitkan untuknya.


Glen bahkan sudah menolaknya sebelum Gea meminta pertanggungjawaban. Jika nanti benih Glen benar-benar tumbuh di rahim Gea, mungkin Glen akan bersikap masa bodo dan tetap tidak mau bertanggungjawab.


"Aku nggak butuh maaf dari kamu, cukup di ingat saja kalau itu bukan tanggungjawab ku." Tegas Glen lagi.


"Sebentar lagi aku akan menikah, jangan sampai semuanya jadi kacau gara-gara kamu." Tuturnya tak berhenti menyalahkan Gea. Glen kemudian keluar dari kamar Gea tanpa memikirkan bagaimana perasaan Gea yang terluka akibat ucapannya.


"Bagaimana ini.?" Gea menyentuh perutnya. Jika sampai benih Glen tumbuh dan pria itu tidak mau tanggungjawab, maka anak yang dia lahirkan akan menjadi korban.


Lagi-lagi Glen memupuskan harapan Gea untuk bisa memiliki Glen seutuhnya dan membalaskan dendamnya pada Sean.


Sekarang Gea malah merasa kalau dia sedang menciptakan kehancurannya sendiri. Kemungkinan dia akan di mencampakkan oleh Glen jika mengandung anaknya.


...******...


Selesai makan malam bersama sang Mama, Arumi bergegas masuk ke kamar. Dia penasaran ingin membuka kado dari ketiga sahabatnya. Sudah 5 hari berlalu, tapi Arumi belum sempat membuka kado pernikahannya yang berjejer di ruang walk in closet kamarnya.


Tadi pagi ketiga sahabatnya membicarakan soal kado itu. Mereka kompak memaksa Arumi membuka kadonya saat tau jika kado itu belum sempat di buka oleh Arumi.


"Oh yang ini,,," Gumam Arumi seraya mengambil kado dengan bungkus warna merah menyala. Kado itu paling mencolok di antaran kado lainnya.


Kemarin orang rumah tidak sempat membawakan kado itu ke hotel.


Arumi sangat semangat membuka kado itu. Dia langsung terkejut melihat isi di dalamnya.


"Astaga, apa ini.?" Arumi mengambil beberapa kain dari dalam box kado, dia memperhatikan satu persatu kado dari sahabatnya yang ternyata berisi kostum untuk tempur. Ada 3 setelan kostum tempur yang biasa di pakai model film dewasa.


"Kostum suster Jepang.?" Arumi terkikik sendiri, dia sedikit geli membayangkan dirinya memakai kostum itu di depan Agam ketika bercinta.


Dia juga sedikit khawatir, takut fantasi Agam semakin liar jika melihatnya memakai kostum suster Jepang itu.


Selain kostum suster Jepang, ada juga kostum guru dan pramugari. Semua itu memiliki model yang minim di bagian dada. Roknya juga jauh di atas lutut dengan model atasan yang tidak menutupi perut.


"Aku akan menjadi sasaran empuk kalau cosplay jadi seperti ini." Arumi bergidik ngeri, tapi dia juga penasaran ingin mencobanya.