Ooh, HOT UNCLE

Ooh, HOT UNCLE
Bab 118



Di sebuah kamar apartemen, sepasang pengantin baru tidak bisa menyembunyikan rona bahagianya ketika menatap deretan tes kehamilan yang menunjukkan hasil positif. Tidak tanggung-tanggung, ada total 5 tes kehamilan yang di coba secara bergantian. Padahal 1 testpack saja jika hasilnya positif sudah bisa dinyatakan kalau istrinya memang sedang hamil.


Tapi si suaminya seperti tidak puas jika hanya melakukan tes 1 kali.


Bukan karna tidak percaya dengan benih kecebongnya yang terbukti subur, hingga tumbuh cepat di rahim sang istri dalam kurun waktu kurang 2 bulan setelah menikah.


Melainkan karna ini pengalaman pertama baginya, jadi terlalu antusias dan benar-benar ingin memastikan kehamilan istrinya. Makanya dia menyuruh sang istri agar memakai semua testpack yang dia beli.


"Apa yang harus kita lakukan sekarang.?" Agam dengan tampang bingungnya mengatakan pertanyaan bodoh seperti itu pada Arumi. Sontak saja Arumi melongo tak percaya. Suaminya itu benar-benar tidak tau sama sekali, atau memang bodoh. Sudah tau istrinya baru saja melakukan tes kehamilan dan hasilnya positif, bisa-bisanya bertanya apa yang harus mereka lakukan.


Apa tidak berfikir untuk membawa istrinya ke dokter dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Seperti kebanyakan pasangan suami istri di luar sana.


"Ya ampun sayang,, tentu saja kita harus segera pergi ke dokter dan memeriksakan kehamilanku." Sahut Arumi yang tampak sedikit menahan kesal.


Umurnya saja yang tua, dan statusnya pernah menjadi duda, tapi seperti remaja ketika mengetahui pasangannya hamil.


"Kamu benar. Aku terlalu senang sampai bingung harus berbuat apa." Ujar Agam gugup.


"Ayo mandi dan pergi ke rumah sakit." Agam merangkul pinggang Arumi dan mengajaknya masuk ke kamar mandi yang ada di kamar mereka. Keduanya mandi bersama, kemudian langsung bersiap ke rumah sakit untuk memeriksakan kehamilan Arumi.


...******...


Sementara itu di apartemen lain, seseorang juga mengalami muntah-muntah begitu bangun tidur. Persis seperti yang di alami oleh Agam.


Pria itu sudah berada di kamar mandi sejak 15 menit yang lalu. Perutnya bergejolak dan tidak berhenti mengeluarkan isi perutnya hingga terlihat sangat lemas dan pucat.


"Om,, aku bawakan jahe hangat. Buka pintunya,," Seru Gea di depan kamar mandi sambil mengetuk pintu.


Tak berselang lama, Glen muncul dengan wajah yang setengah basah. Sepertinya habis mencuci wajah. Dia mengambil secangkir jahe hangat dari tangan Gea dan berjalan ke arah sofa.


Pikirannya kacau, perasaannya berkecambuk. Baru kali ini dia muntah-muntah di sertai perasaan yang tidak menentu. Ada perasaan kesal, sedih, marah, dan juga perasaan lainnya yang bercampur jadi satu. Anehnya, Glen kesulitan mengontrol perasaannya sendiri. Dia cukup kebingungan memikirkan apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya.


"Sudah 4 kali Om muntah-muntah sejak kemarin. Apa tidak ke dokter saja.?" Ujar Gea khawatir. Jujur saja, dia cukup mencemaskan kondisi Glen. Terlepas dia hanya sebagai penghangat ranjang bagi pria itu. Tapi perasaan yang dia miliki untuk Glen bukan sekedar teman di atas ranjang. Ada perasaan cinta yang tulus dari dalam lubuk hatinya untuk pria itu.


Jadi ketika melihat Glen sakit, secara alami ada perasaan cemas yang muncul dan tidak bisa di sembunyikan.


"Hmm,, aku akan ke dokter setelah pulang kantor." Sahut Glen datar.


Jahe hangat di tangannya sudah habis tak tersisa, entah sejak kapan Glen menghabiskannya. Gea terlalu fokus menatap wajah pucat Glen dan mencemaskan keadaan pria itu sampai tidak tau kalau sejak tadi Glen meneguk air jahenya sedikit demi sedikit.


...******...


Di tempat lain, tepatnya di salah satu rumah sakit. Arumi dan Agam sedang menunggu dokter obgyn yang katanya masih dalam perjalanan.


Seorang perawat kemudian menghampiri keduanya, dia mengajak pasangan suami istri itu untuk masuk ke ruang pemeriksaan karna dokter obgyn baru saja sampai di rumah sakit.


"Silahkan duduk Nyonya, Tuan,," Ujar perawat dengan sopan.


Agam kemudian menuntun istrinya untuk duduk lebih dulu, setelah itu dia ikut duduk di sampingnya.


"Kita cek tekanan darah dulu,," Kata perawat sembari menyiapkan alatnya dan mulai memeriksa kondisi fisik Arumi.


Tak berselang lama setelah pemeriksaan fisik, seorang dokter wanita paruh baya masuk ke dalam ruangan. Dia tersenyum ramah dan menyapa pasangan suami istri itu dengan ramah.


"Maaf membuat Nyonya dan Tuan terlalu lama menunggu." Ucapnya tak enak hati.


"Kami yang datang terlalu pagi." Sahut Arumi sembari tersenyum kikuk. Dokter itu lantas terkekeh kecil dan mengangguk-anggukan kepalanya. Tidak tidak heran kalau ada pasangan pengantin baru yang buru-buru ingin memeriksakan kehamilannya begitu selesai melakukan tes kehamilan di rumah.


"Tekan darah dan berat badannya normal Dok. Saya juga sudah mengambil sample darah untuk diperiksa." Jelas perawat itu yang merupakan asisten dokter.


Karna Agam meminta agar istrinya di periksa secara keseluruhan untuk memastikan kondisi ibu dan janinnya baik-baik saja, jadi perawat itu mengmabil sample darah Arumi untuk di bawa ke laboratorium.


"Baik,, sekarang kita lihat dulu janinnya." Ucap dokter dan perawat itu menuntun Arumi agar naik ke ranjang karna akan di lakukan pemeriksaan USG. Agam dengan antusias duduk di samping ranjang, dia memperhatikan apa saja yang di lak9 dokter pada perut istrinya. Sesekali Agam bertanya karna terlalu awam masalah kehamilan.


"Nanti kalian bisa lihat janinnya di sana." Ujar dokter sambil menunjuk monitor besar.


Arumi dan Agam mengangguk paham. Keduanya tampak sudah tidak sabar melihat anak pertama mereka.


"Kehamilannya sudah memasuki minggu ke 5. Kantongnya sudah terlihat jelas." Tutur dokter dengan tatapan mata tertuju pada layar monitor.


Arumi dan Agam reflek mengembangkan senyum, keduanya terlihat sangat bahagia.


"Ini janinnya,," Dokter mengarahkan tanda panah pada bulatan kecil berjumlah 3 buah.


"Kenapa ada 3 Dok.?" Tanya Arumi dengan dahi berkerut. Dokter itu langsung tersenyum lebar.


"Bayinya kembar 3. Selamat Nyona dan Tuan Agam."


Arumi dan Agam kompak saling menatap dan melongo bersamaan. Kembar 3.? Mereka akan memiliki 3 anak sekaligus.?


Pikiran mereka langsung kemana-mana. Bagaimana nanti merawatnya.? Ini pertama kalinya mereka akan memiliki anak, tapi langsung diberi 3 sekaligus.


Ada perasaan bahagia dan khawatir yang bercampur jadi satu.


Keduanya sampai kehabisan kata-kata, namun Arumi tampak meneteskan air mata karna bahagia. Dia telah kehilangan 1 orang yang berharga dalam hidupnya, kini Tuhan menggantikannya dengan 3 kehidupan sekaligus dalam rahimnya. Bagaimana Arumi tidak bahagia.