My Berondong Husband

My Berondong Husband
#98 Keylan dan Laki-laki yang menyukai Aresti



"Keylan


berangkat dulu, Ma." Ucap Keylan sambil mencium tangan sang Mama. Sang


mama hanya mengangguk sambil membalas salam setelah itu.


Keylan


keluar dari rumah, menuju Raka yang tengah duduk dengan nyaman diatas motornya.


Hari ini Raka tak memberikan motornya pada Keylan, alasanya karena ia takut


motor cantiknya dibawa ngebut oleh Keylan yang dianggapnya seperti motor gede


miliknya sendiri.


"Sini


gue bawa, lu bawa motor lambat banget." Pinta Keylan pada Raka.


"Enggak,


enggak mau. Nanti malah kamu buat ngebut lagi." Kata Raka sambil membawa


motornya itu berjalan. Meskipun benar yang dikatakan Keylan bahwa ia membawanya


sedikit terlambat.


Raka terus


membawa motornya melaju perlahan, di belakang Keylan sibuk dengan dunianya


sendiri. Bermain ponsel, kadang bernyanyi tak jelas, membuat Raka ingin


membungkus mulut Keylan yang banyak bicara.


"Lu


bisa diam gak?!" Teriak Raka.


"Enggak!"


Teriak Keylan lagi membalas teriakan Raka.


Raka


mengacuhkan nya lalu memfokuskan diri pada motornya sendiri. Saat seperti itu


entah kenapa ia jadi teringat pada gadis bernama Ayu ditemuinya tempo hari.


Bukan


ditemui tapi ia yang membuatnya sampai terjatuh dan menabrak trotoar.


Tak berapa


lama mereka sampai di sekolah. Tepat saat lonceng jam pertama di mulai Keylan


masuk ke dalam jam kelas nya begitu juga dengan Raka.


Dengan


sedikit terburu karena dibelakangnya ada Pak Azmi, Keylan memacu langkahnya.


Kemudian...


Jam


pelajaran pertama dimulai, Keylan nampak bosan dengan pelajaran yang tak pernah


ia sukai itu.


Itu


alasannya ia hanya tertidur di belakang agar pak Azmi tak melihatnya, karena


jika melihat pak Azmi akan mengatakan sesuatu yang bisa merusak gendang


telinganya dan berakhirnya dengan hukuman.


Hampir dua


jam kemudian dibarengi dengan ocehannya, Pak Azmi keluar dari kelas, Keylan


sudah dengan cepat berlari menuju kantin.


Padahal


masih ada pelajaran jam kedua dilaksanakan, tapi Keylan tak peduli dengan hal


itu, yang penting ia pergi kekasih agar cacing yang ada perutnya tak terus


memukul kulitnya.


Sesampainya


di kantin, Keylan memesan makanan, dan minuman. Setelah makannya selesai ia


menikmati nya seperti kekurangan makanan.


Saat ia


menikmati makanan itu, dua orang laki laki datang menghampiri nya berdiri tepat


didepan meja nya.


"Lu


Keylan, kan?" tanya salah satu dari laki laki itu, dari tag name nya


bernama Brian.


Keylan


menoleh dan mendongakkan wajahnya, memperhatikan siapa yang mengajaknya


berbicara saat tengah menikmati makanan.


"Iya,


gue Keylan. Ada apa ya?" tanya Keylan balik, tanpa rasa canggung sedikit


pun.


"Sombong


banget cara bicara lu, lu gak tau kita siapa?" kata teman Brian, Keylan


menggeleng kan kepalanya. "Kita ini kakak kelas mu."


"Terus?"


kembali tanya Keylan.


"Gue


lagi dekat sama Aresti, dan katanya lu juga ikut balapan motor buat dapetin


Aresti." Kata Brian. Keylan kembali mengangguk kan kepalanya. "Lu gak


usah berlagak deh, karena lu pasti kalau sama gue."


"Yakin


"Gak


mungkin."


"Gak


ada yang gak mungkin." Kata Keylan.


Brian


memanas, tapi ia membingungkan dirinya untuk membalas ucapan Keylan, apalagi


temannya menghalangi untuk melakukan tindak kekerasan.


Kemudian


Brian dan Temannya berlalu pergi meninggal Keylan yang kembali sibuk dengan


makannya.


Keylan


seperti tak peduli dengan apa yang dikatakan oleh Brian, karena ia memang tak


pernah perduli dengan apapun.


%%%


Siang hari,


saat tanda jam pelajaran telah usai. Keylan sudah menunggu Raka ditempat parkir


motor, sementara Raka masih belum muncul.


Saat itulah


Aresti tiba tiba saja muncul dan datang menemuinya.


"Jangan


lupa besok malam." Aresti mengingatkan perlombaan yang di adakan besok


malam.


"Tenang,


gue gak bakalan lupa. Karena gue sudah menantikan hari ini." Kata Keylan


dengan bangganya.


"Kalau


lu sampai kalah, lu tau konsekuensinya kan,"


"Tau,


tapi gue gak bakalan kalah. Gue pasti menang dan kita bakalan pacaran. Catat


baik baik tanggal jadian kita besok."


Aresti tak


peduli, kemudian berlalu pergi meninggal kan Keylan sendiri. Dan tak berapa


lama Raka datang menghampiri Keylan.


Dengan


cepatnya Raka membawa motornya berlalu pergi sekolah sana.


Didalam


perjalanan entah kenapa tiba tiba saja Keylan teringat Brian dan juga Aresti.


Jika Brian mengatakan hal itu, berarti ia bukan hanya dirinya yang berikan


kesempatan untuk menjadi kekasihnya. Berarti Aresti banyak yang menyukainya.


Mengingat


semua itu entah kenapa ia mulai tak tertarik dengan ucapan Aresti dan tak


tertarik akan menjadi kekasihnya lagi.


"Heh lu


ngapain?" tanya Raka pada Keylan sambil menggoyangkan pundaknya.


"Gak


apa apa. Emang kenapa?" tanya Keylan.


"Dari


tadi lu ngelamunin apa? Diam aja lu kayak kurang vitamin."


"Gue


jadi gak tertarik buat ikut balapan itu." Kata Keylan lagi, sekarang


sedikit melemas.


"Loh


kenapa?" tanya Raka balik, malah jadi penasaran.


"Tadi


Brian kakak kelas kita ngomong kalau dia bakalan dapetin Aresti setelah


ngalahin gue balapan."


"Terus?"


selidik Raka.


"Apa


bukan hanya gue yang dikasih syarat buat ngelakuin itu agar bisa pacaran sama


Aresti?"


"Udah,


lu gak usah mikir yang aneh aneh." Kata Raka berusaha memberikan saran


pada Keylan.


meskipun


Keylan masih memikirkan apa yang dikatakan Brian tadi.


Setelah


berapa lama mereka pulang, akhirnya keduanya sampai kerumah. Dengan perasaan


malas ia masuk kedalam rumah, Kesya yang melihat ada yang tidak beres pada sang


anak malah menjadi penasaran.