
Sudah berkali-kali Adrian pulang larut bahkan kadang pulang pagi, entah apa yang dilakukan Adrian diluar sana.
Nyonya gio merasa Adrian berbeda, hingga akhirnya nyonya Gio memerintahkan seseorang untuk mencari tahu apa yang sedang dilakukan putranya diluar sana.
Hingga akhirnya, malam ini.. nyonya Gio, mendapatkan informasi dari seseorang yang dia utus, ia sangat terkejut.. ketika ia tahu, putranya sering menghabiskan waktunya untuk pergi dan menemani Yola, Yola yang bekerja sebagai seorang pe**cur.
Keesokan paginya.
Pagi hari saat Adrian baru pulang dari tempat dia biasa bersama dengan Yola.
"Adrian, darimana saja kamu? Apa yang kamu lakukan diluar sana sampai sering pulang larut bahkan kadang pagi baru pulang?" Tanya nyonya Gio sambil menahan marah pada putranya.
"Apa si Mah, Adrian cuma nongkrong kok sama temen. Gak macam-macam juga." Ucap Adrian meyakinkan mamahnya.
Adrian berlalu meninggalkan mamahnya yang sedang menatap kesal putranya, saat Adrian sudah masuk kedalam kamarnya. Nyonya Gio menghubungi seseorang dan mengutusnya untuk menculik Yola.
Sore menjelang malam.
Yola sedang berdiri di pinggir jalan, seperti biasa.
Dia menunggu seseorang yang akan membelinya malam ini dan saat itu terlihat laki-laki berbadan tinggi dan besar turun dari sebuah mobil berjalan menghampirinya, Yola pun mendekatinya, namun diluar dugaan.
Laki-laki tersebut langsung menarik paksa Yola dan memasukannya kedalam mobil.
Yola berteriak minta tolong, namun tidak ada orang yang peduli padanya.
"Tolong...!!!" Teriak Yola.
Namun tidak ada yang peduli, lebihnya Yola ini dipandang rendah oleh semua orang yang melihatnya.
"Diem ga lu? atau lu gue bunuh sekarang hah?" ucap pria berbadan besar dan sontak membuat Yola ketakutan.
"A-apa mau kamu?" tanya Yola pada pria itu dengan nada gemetaran.
"Gue ga mau apa-apa dari lu, gue cuma jalanin perintah, jadi lu diem aja sebelum gue bunuh lu, oke.." ucap pria itu sambil melirik tajam pada Yola.
Yola, dibawa kearah hutan yang jauh dari kota. Lalu pria itu membawa Yola ke bangunan tua di tengah hutan itu dan mengikat tubuh Yola di kursi yang telah disiapkan.
"Tolong.. Siapapun Tolong Saya!" teriak Yola sambil terisak.
Plakkk
Pria bertubuh besar itu menampar wajah Yola, hingga ujung bibirnya mengeluarkan darah.
"Diam, mau sekencang apapun lu teriak ga bakal ada yang denger ngerti ga lu?!" ucap pria itu sambil mencengkram rahang Yola.
Yola, menangis sesenggukan dia ketakutan jika dirinya akan dibunuh saat itu juga.
"Adrian, tolong aku" ucap yola dalam hati.
Sementara itu Adrian mendatangi tempat biasa Yola berada, namun sudah sejam lamanya Adrian tidak melihat Yola.
Adrian mencoba menghubunginya namun tidak ada jawaban,
"Kenapa susah banget dihubungi sih, masa iya gue kerumahnya?" Adrian berargumen sendiri. "Gue tunggu aja deh, kali aja dia dapat job"
Namun, berjam-jam Adrian menunggu Yola.. Yola pun tak kunjung datang, hingga tengah malam pun tiba.
Akhirnya dia memutuskan untuk pulang dengan perasaan gelisah, seperti ada yang mengganjal di dalam hatinya.
Adrian merebahkan tubuhnya, menghela nafas berat.
"Kenapa ga bisa dihubungi coba?" Adrian.
Dibalik pintu kamar Adrian, nyonya Gio memancarkan senyum kemenangan mendengar putranya yang sedang kebingungan mencari pelacur yang membuat nya menjadi terlihat seperti berandalan.
Pagi hari saat Adrian terlelap, bunyi ponsel membangunkannya..
Adrian menjawabnya dengan mata masih mengantuk,
"Siapa?" tanya Adrian.
"Ini saya kak, Lukman" ucap seseorang di ponsel.
"Kakak lihat kak Yola gak?" adik Yola.
"Hah? Yola?" tanya Adrian.
"Iya kak, soalnya dari tadi malam gak ada pulang kerumah. Hpnya juga gak aktif." ucapnya.
"Apa!?" Adrian tersentak saat mengetahui Yola tidak pulang dan sulit di hubungi.
"Lukman pikir Kak Yola sama Kakak, Ibu khawatir. soalnya ga biasanya Kak Yola kaya gini." ucap adik Yola.
"Oke, gue bakal cari dia. gue pergi sekarang" ucap.adrian.
"Iya kak, makasih kak." adik Yola.
%%%
Adrian bergegas keluar kamarnya dengan tergesa-gesa, namun saat dia berjalan melewati kamar orang tuanya dia mendapati mamahnya sedang berbincang dengan seseorang melalui ponselnya.
"Kamu tunggu saya, saya sedang bersiap untuk pergi ke sana. saya yang akan membuat perhitungan dengannya, sisanya kamu saja. kamu boleh bunuh dia dan buang dia di sungai atau dibiarkan saja dia membusuk di sana" ucap nyonya Gio sinis.
Adrian memiringkan matanya, curiga akan apa yang mamahnya rencanakan.
Adrian bersembunyi saat mamahnya akan pergi dengan penampilan rapi.
"Apa, mamah bicara sama siapa? kenapa terdengar mengerikan, membunuh? membuang? apa lagi membusuk? apa yang mau mamah lakukan? gue harus ikutin nih.." ucap Adrian.
Lalu Adrian membuntuti mamahnya tanpa mamahnya tahu, Adrian merasa curiga dengan mamahnya.
Sesampainya di lokasi, Adrian terkejut kenapa mamahnya berhenti di tengah hutan yang jauh dari kota dan dia menuju Rumah tua yang reot dan gelap.
Saat nyonya gio telah masuk kedalam Rumah tua, Adrian pun pergi mendekati Rumah tua itu dan terdengar suara seorang gadis yang sedang menangis.
"Kamu, berani nya kamu mendekati anak saya." ucap nyonya gio sambil menjenggut Yola.
"Nyonya, Anda siapa hiks..hiks.. saya salah apa nyonya?" tanya Yola menangis.
"Kamu, mendekati Adrian anak saya. kamu mau buat masa depan anak saya hancur hah? kamu itu perempuan kotor, menjijikan. Saya harus menyingkirkan kamu dari hidup anak saya" Ucap nyonya Gio marah pada Yola.
Yola terkejut mendengar pengakuan nyonya gio, bahwa dia adalah orang tua Adrian..
"Saya akan buat kamu membusuk di dalam Rumah ini, saya muak dengan semua ini" nyonya gio mengarahkan sebilah pisau ke wajah Yola.
Yola hanya menangis dan memohon pada nyonya gio, untuk tidak membunuhnya.
Adrian sangat marah saat tahu yang di kurung didalam Rumah itu adalah Yola, lalu Adrian memaksa masuk kedalam Rumah tua itu.
Brakkkk
Adrian menendang paksa pintu Rumah tua itu hingga jebol, nyonya Gio dan pria suruhannya tersentak kaget mendengar seseorang menerobos masuk,
"Mamah" panggil Adrian murka pada mamahnya.
nyonya gio melihat ke arah suara, dan shock ketika melihat sosok Adrian dihadapannya.
"Adrian??" nyonya Gio.
"Adrian gak nyangka, mamah bisa sejahat ini. apa yang mamah rencanakan hah?" Adrian.
"Kamu tidak sadar, apa yang telah kamu lakukan dengan wanita jalang ini hah?" Geram Nyonya Gio.
"Biarpun dia jalang dia tetap perempuan yang paling baik." Ucap Adrian berjalan mendekati Yola lalu melepaskan tali yang mengikatnya.
Setelah tali itu terlepas Yola langsung berdiri dan mendekap erat tubuh Adrian, terdengar suara jantung yang berdetak cepat dan nafasnya yang terengah-engah tanda ia ketakutan.
"Adrian! Mama cuma pengen yang terbaik buat kamu." Sentak Nyonya Gio lagi.
"Untuk sekarang yang terbaik bagi Adrian adalah bersama Yola. Mama yang sibuk bekerja apapun alasannya, Mama seharusnya bisa jadi contoh orang tua yang baik buat Adrian, Adrian butuh mama karena yang Adrian tahu papa akan lama dipenjara." Ujar Adrian mengelus perlahan kepala Yola dan berusaha memenangkannya.
"Tapi..." Ucapan Nyonya Gio terpotong karena Adrian lebih dulu menarik tubuh Yola dan membawanya perlu keluar rumah tua itu. "Adrian!"
Adrian tak peduli panggilan sang Mama, ia sekarang sudah berada didalam mobil dan membawa mobil itu pergi. Mungkin kerumah sakit untuk mengobati luka luka Yola.