
Hari ini Aruna sengaja meminta Bilqis dan Juna ke rumah makan dekat rumah sakit dokter Harlan.
"Mommy, apa yang mommy lakukan di sini. kenapa pria ini di sini?!" seru Bilqis.
"Tenanglah Bilqis." pinta Juna.
"Mommy, kenapa pria itu di sini!" seru Bilqis.
gadis mudah itu benar-benar sangat marah ketika melihat ibunya menemui pria yang begitu dia benci.
"Diamlah, Bilqis. tenanglah dan duduk!" seru Aruna yang kemudian membuat Bilqis terdiam.
"Aruna, jangan seperti itu." pinta Surya.
"Kau pasti sedang berakting!" seru Bilqis.
"Bilqis, tenanglah..," pinta Juna.
"Aku tidak mau tenang. Aku tidak mau melihat pria ini, Mommy." pinta Bilqis.
"Duduk Bilqis." bentak Aruna yang membuat Bilqis terdiam.
"Mom!" seru Bilqis.
"Duduk Bilqis!" seru Aruna yang membuat Bilqis langsung terduduk.
"Aruna..," ucap Surya.
"Diam mas, mari kita luruskan hal ini sekarang juga." bentak Aruna.
Orang-orang yang ada di tempat itu nampak menatap seorang wanita yang sedang murka karena sesuatu.
"Dengarkan mommymu dulu, Bilqis." pinta Juna sembari mengelus punggung Bilqis.
"Dengarkan Mommy baik-baik, Bilqis. karena ini adalah sesuatu yang sangat penting, mommy tahu kalau kau sangat membenci pria yang ada di depanmu itu, Mommy sangat paham Bagaimana perasaanmu. tapi dengarkan Mommy baik-baik, sebesar apapun rasa bencimu sebesar apapun kekecewaanmu semua itu tidak akan bisa menghapus kebenaran mengenai Ayah kandungmu. Mommy dan ayah Faisal memang membesarkanmu tapi sampai kapanpun kau akan dikenal oleh mereka sebagai anak mommy dan anak dari ayah Faisal. tapi jika mereka bertanya mengenai Ayah kandungmu maka mereka akan mengatakan pria yang ada di depanmu itu adalah Ayah kandungmu, sampai kapanpun kebenaran itu tidak akan bisa dihapus, dilupakan atau dibuang." ucap Aruna yang kemudian memegang kedua tangan putrinya.
"Tapi Mommy, Kenapa tiba-tiba Mommy mengatakan hal itu. kau tahu sendiri kan Bagaimana sikap pria itu kepada kita?" tanya Bilqis kepada Aruna.
"Tentu sayang, Mommy sangat paham betul Bagaimana perasaanmu. tapi apakah sebuah kata maaf tidak bisa kita berikan untuk pria yang sedang tersesat ini, seorang pria yang mungkin waktunya tidak akan bertahan lagi." ucap Aruna yang membuat Bilqis menatap ibunya.
"Aruna, Aku mohon...,"perkataan surya yang mencoba untuk menghentikan Aruna agar wanita itu tidak mengatakan mengenai kondisinya kepada Bilqis.
"Apa maksud Mama?" tanya Bilqis.
"Kita tidak tahu waktu akan berhenti di mana, Sayang. mommy ataupun dirimu tidak akan tahu kita akan kemana. kita berjalan sesuai roda kehidupan dan berhenti sesuai takdir. apakah sebuah kesalahan yang begitu besar tidak bisa kita berikan maaf walaupun Maaf itu hanya sedikit sekali?" tanya Aruna kepada putrinya.
Terlihat Bilqis menundukkan kepalanya, walaupun Aruna sangat cerewet tapi wanita itu adalah seorang ibu yang begitu pengertian dan begitu penyayang.
"Apakah mommy ingin aku memaafkan pria ini?" tanya Bilqis.
"Mommy tidak memintamu untuk memaafkan pria ini, tapi berikan waktu dia untuk menyesali seluruh perbuatannya. berikan dia waktu untuk merubah dirinya." jawab Aruna.
Tak ada kata yang keluar dari mulut Bilqis, gadis mudah itu hanya tertunduk sembari memikirkan seluruh perkataan ibunya. sebesar apapun sebuah kesalahan Tuhan saja akan memaafkannya, kenapa kita tidak bisa melakukan hal itu, Bilqis. pria ini adalah pria yang mencoba untuk menyelamatkanmu dari Fahrul, Apakah kau tahu siapa Fahrul itu?" tanya Aruna yang membuat Bilqis menggelengkan kepalanya.
Sedikit demi sedikit dikit Aruna menceritakan mengenai siapa Fahrul, menceritakan semua kebenaran mengenai pria itu.
"Kenapa pria itu harus membalas dendam kepadaku, mommy. Kenapa dia tidak membalas dendam kepada pria ini, dia yang sudah melakukan kesalahan kenapa aku yang harus mendapatkan hukuman." ucap Bilqis yang membuat Surya benar-benar begitu tersentak, kata-kata putrinya bagaikan bom yang siap menghancurkannya.
"Mommy mohon, mommy tidak akan memintamu untuk memaafkan pria ini. tapi biarkan dia memberikanmu cinta, biarkanlah dia memberikanmu kasih sayang. mommy tidak ingin mengatakan apapun, sebesar apapun kesalahannya dia tetaplah ayahmu. orang yang akan dimintai pertanggungjawaban kelak dia sudah tiada." ucap Aruna.
"Kenapa Mommy mau memaafkan pria ini?" tanya Bilqis.
"Kata maaf dan memberi Maaf itu berbeda Sayang, jika kau hanya berkata maaf maka itu hanya dimulut saja, tapi jika kau memberikan dia maaf secara tulus. maka dari lubuk hatimu kau akan mendapatkan sebuah ketenangan, kau akan mendapatkan sesuatu yang benar-benar meringankan beban mu." jawab Aruna.
"Aku tahu kau tidak akan mau untuk memaafkanku, aku tahu kalau kau tidak akan memberikan aku waktu untuk memberikan kasih Sayang. tapi aku mohon berikan aku kesempatan untuk menjadikanmu seseorang yang begitu berarti untukku." ucap Surya.
"Untuk apa kau untuk menyiksaku, kau sudah membuangku sejak kecil. kau menelantarkan ku, aku tidak tahu siapa ibuku, Aku tidak tahu dari mana aku berada." ucap Bilqis.
Bagaikan petir di siang hari, Surya harus terus mendapatkan tekanan yang begitu besar dari putrinya.
"Heh...," Aruna menghela nafasnya.
"Maafkan aku jika aku ikut campur dalam masalah ini. Tapi suatu luka akan membekas dan tidak akan mudah untuk hilang, berikanlah waktu kepada Bilqis untuk menerimamu, Tuan. sebenci apapun jika kau memberikan dia kasih sayang secara tulus.., dia akan merasakan kasih sayang itu. tapi jika kau memaksa nya seperti ini maka cinta yang kau harapkan tidak akan Kau dapatkan." jawab Juna yang membuat Aruna dan Surya saling menatap satu sama lain.
Kata-kata yang keluar dari mulut Juna membuat Surya menatap Juna dengan Tatapan yang begitu hangat, mungkin saja Juna adalah sosok yang dikirimkan Tuhan untuk menjaga putrinya.
"Siapa namamu?" tanya Surya kepada Juna.
"Nama saya Arjuna." jawab Juna.
"Terima kasih karena kau menjaga putriku, aku mohon jagalah putriku dengan baik. aku tidak bisa menjaganya, aku tidak bisa melakukan sesuatu untuknya. kesalahanku adalah sesuatu yang tidak mungkin bisa langsung termaafkan tapi aku senang dan aku yakin ketika melihatmu, aku yakin kalau kau akan selalu menjaga Putri ku." ucap Juna.
"Aku tidak bisa berjanji padamu, tuan. Tapi aku yakin kalau aku pasti akan menjaganya, aku akan selalu bersamanya dalam suka dan duka." jawab Juna.
"Terima kasih karena kau mau melakukan hal itu, Aku tidak bisa mengatakan apapun selain terima kasih." ucap surya.
Di tempat itu terlihat suasana begitu tidak menyenangkan, Begitu terasa asing dan begitu dingin. Surya terus menatap putrinya, dia tidak akan menyangka benih yang dulu tidak dia inginkan sekarang tumbuh menjadi gadis cantik dan begitu baik.
"Lain kali aku akan kesini lagi, karena aku harus melihat restoran dan toko Kue ku." ucap Aruna.
"Baiklah hati-hati ya." pinta Sania.
"Sayang, bisakah kau berpamitan kepada pria itu dan isterinya?" pinta Aruna.
"Kita berpamitan,sayang." pinta Juna.
Akhirnya mau tidak mau Bilqis melakukan apa yang di minta oleh ibunya.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Black Rose
- Mommy
- Mantan terindah
- Suami keduaku cinta pertamaku
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- ijinkan aku bahagia bersamamu
- jangan sakiti aku