
GUYS!!! I MAKE NEW NOVEL. AYO RAMAIKAN ππ
Masih banyak nih kurangnya, saran dan kritik langsung di komentar ya teman-teman π, DM juga boleh.
Leana Indriani, adalah seorang gadis remaja yang baru berusia 19 tahun dengan paras cantik dan dipanggil Ana atau Leana. Ia tinggal bersama Kakak tirinya yang setahun lebih tua darinya serta Ibu tirinya. Ana ditinggalkan oleh kedua orang tuanya, pertama-tama Ibunya pergi untuk selama-lamanya setelah melahirkan Ana.
Setelah Ana berusia 10 tahun, Ayahnya berkehendak untuk menikah lagi, Ana yang juga ingin memiliki seorang Ibu menyetujui hal itu. Ayah dari Ana menikah dengan seorang wanita yang umurnya lebih tua darinya dan bahkan sudah memiliki seorang anak perempuan.
Setelah menikah, Ayahnya merasa bahagia, begitu juga dengan Ana yang merasa sangat lengkap.
Tak lama setelah pernikahan itu, Ayah dari Ana mulai sakit-sakitan, sedangkan Ibu tirinya yang tidak suka, memanipulasi segalanya agar Ayahnya segera meninggal. Semuanya berjalan sesuai rencana dari Ibu tirinya itu, sedangkan Kakak tiri dari Ana tidak tahu menahu soal alasan kematian Ayah tirinya.
Setelah kematian Ayah Leana, barulah Kakak tiri dari Leana berulah, si Kakak tiri bernama Ghea Arleta sedangkan Ibunya bernama Mayang.
Di sinilah kehidupan Leana mulai berubah, Ghea dan Ibunya mulai menunjukkan perilaku aslinya, Ghea menjadi semena-mena, bahkan Ibu tirinya lebih parah dari Ghea. Ibu tirinya masih memberikan izin kepada Leana untuk tetap melanjutkan sekolahnya karena Leana mendapatkan beasiswa, Leana juga bekerja paruh waktu.
Sebenarnya Ghea dan Ibunya juga bekerja, namun Ghea dan nenek sihir yang serakah itu mengambil hasil kerja dari Leana juga, Ghea bekerja di sebuah Bar di kota itu, sang Ibu juga sama, namun Ghea belum menjual dirinya saat itu.
Dikarenakan adanya ketentuan pada Bar itu yang mengharuskan pekerja menginjak usia 20 tahun ke atas, Ghea bekerja di sana saat usianya menginjak 17 tahun, jadi dia hanya menjadi pengantar minuman di Bar itu.
Sedangkan Leana bekerja di pasar tradisional, ia membantu di sana, kadang di sebuah toko bunga, di toko makanan, dan lain-lain, dia tidak risih sedikit pun dengan pekerjaan Kakak tirinya itu, tapi Leana belum ingin ikut bekerja di sana.
Tak terasa waktu berlalu begitu cepat, Leana sudah menyelesaikan sekolah wajibnya, dia sudah berusia 19 tahun, bahkan lebih. Sedangkan Ghea yang berkepala dua, dan tetap bekerja di Bar itu dapat menyombongkan dirinya karena dia mendapat uang lebih banyak dari sebelumnya.
Hari ini, hari yang normal untuk Ana.
"Hey babu... Nih bajunya. Cuci! Yang bersih." Setelah itu Ghea berlalu dengan acuh.
Leana menghela nafas, "Ini sudah biasa," ujar batinnya sembari mengangkat keranjang yang berisi setumpuk pakaian milik Ibu dan Kakak tirinya.
Sore tiba, Leana yang sedang menyetrika pakaian dikejutkan oleh kedatangan Ibunya.
"Heh! Lo bisa hemat waktu gak?! Lama banget nyetrika nya. Cepetan! Abis nyetrika lo masih ada kerjaan, masak noh!" Tiada hari tanpa nada tinggi dari Kakak dan Ibu Mayang.
.
.
Brusss!!
Ghea menyemburkan makanannya karena merasa aneh. "Apa-apaan ini?! Masak aja gak becus!" Protes Ghea ketika masakan yang ia makan rasanya hambar. "Kalo besok begini lagi, lo yang ga dapet makan!" Ancamnya.
"Maaf, Kak," lirih Leana dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
"Maaf-maaf. Enak aja! Kamu tidur di luar malam ini!" Bentak Bu Mayang. Air mata Leana seketika berlinang, entah kapan ini akan selesai.
Mentari sudah mulai menunjukkan dirinya, sedangkan Leana masih terbaring di kursi panjang teras rumahnya. Tanpa selimut, hanya pakaian yang dipakainya yang menahan dinginnya udara.
Bruakk
Bu Mayang mencambuk lincak itu dengan sabuk, bahkan kaki Leana juga terkena, Ana yang terkejut seketika terduduk. "Sudah pagi! Masih tidur! Mau makan apa kamu?!" Bentak Ibunya.
"Pagi hari saja sudah begini, bagaimana selanjutnya?" Rintih Ana dalam benaknya sambil menundukkan kepalanya guna menutupi air mata yang sedang mengalir di pipinya.
"A-aku masak sekarang," jawab Ana lantas pergi ke dapur. Dengan menahan sakit di kepalanya, Ana tetap lanjut membeli keperluan memasak, membersihkan rumah lalu kegiatan rumah tangga lainnya.
.
.
Selesai. Pekerjaan rumah sudah selesai, sekarang tinggal pergi bekerja.
Ana bekerja di sebuah Bar, yang tidak begitu jauh dari rumahnya, Ghea juga bekerja di tempat yang sama.
Seperti biasa, pekerjaannya akan ditambah 2Γ lipat dari yang seharusnya karena faktor usia pada sistem bar ini. Seringkali wanita-wanita yang usianya lebih tua dari Ana akan membuat Ana sebagai budaknya. Entah itu untuk merias wajahnya, atau melayaninya dengan cara membawakan makanan dan minuman.
Bukannya hanya untuk pengunjung Bar, Ana juga menjadi pelayan bagi seniornya. Haha. Dengan letih, Ana menertawakan nasib dirinya sendiri di pojokan kitchen Bar.
Tidak jarang juga, Ana mendapat penganiayaan karena menolak untuk menemani pengunjung. Ya, karena itu di luar tanggung jawabnya yang masih berusia di bawah 20 tahun.
Ana ikut bekerja di Bar, itu karena bayaran dari bekerja di pasar sudah tidak mencukupi kehidupan mereka berdua di kota yang semuanya sudah mahal, Ana sebenarnya sudah mulai khawatir dengan keadaannya beberapa bulan lagi. Tepat dua bulan lagi, umurnya akan mencapai 20 tahun, sedangkan Ghea tentu saja 21 tahun. Ghea sangat menikmati pekerjaannya itu, namun tidak dengan Ana, Ayahnya sempat berpesan kepadanya agar menjaga segalanya untuk laki-laki yang dia cintai nantinya.
Ana masih ingat itu dengan jelas, karena Ayahnya berkata demikian sebelum dia meninggalkan Ana sendirian tanpa keluarga kandung.
Hari berlalu dan pagi itu, Ana baru saja selesai mandi lalu menghampiri Kakak dan Ibu tirinya yang sedang duduk di sofa.
"Kak, Bu," panggil Ana berdiri di belakang keduanya yang sedang duduk di sofa.
"Apa?!" Bentak si Ibu tiri.
"Em.. nggak...." Ana menundukkan kepalanya.
"Sudah! Pergi sana! Kerja! Jangan malas-malasan begini! Kamu mau makan apa memangnya hah?!" Bentak sang Ibu, sementara Ghea yang menonton hanya tersenyum miring.
"Iya-iya, aku pergi kerja dulu... Aku pamit Kak, Bu," ucap Ana sambil berlalu dari hadapan Kakaknya.
"Hem." Ghea hanya berdehem.
..........
Guys aku nervous ππ setelah sekian purnama akhirnya aku publish new content (?) aduh nervous πΆβπ«οΈπ€Έππ
Oiya guys, mau ngasih tau, aku naik kelasππ
Syukur juga, rangking ku naikπ₯³π₯³π eheh ini cerita aja sih, Sekmen tidak penting sebenarnya, tapi ya sudah, aku pengen cerita π§
Ini juga aku masih holiday, ah ga kerasa deh bentar lagi udah mau sekolah. Semoga selama holiday ini aku bisa ngelanjutin cerita dengan sepenuh hati. Intinya I do my best for this content.
Kan mumpung libur ygy, daripada gabhutπ
Oh satu cerita lagi, aku sempet ikut lomba dance di kabupaten tempatku tinggal, lombanya diada'in oleh sebuah fakultas, syukur juga dapet juara 2. Ini pertama kalinya sekolahku ngeluarin tim dance. Seneng banget π§
And guys, aku mau minta tolong dong, bantuin nyari coverπ , aku bingung banget ni mikir cover.