
"Mommy!!" seru Bilqis yang mau berangkat sekolah.
"Ya, sayang." jawab Aruna.
"Mom, bekalnya." pinta Bilqis.
"Ini, sudah mommy buatkan." jawab Aruna.
"Aku gi mana?" tanya Faisal yang baru keluar dari kamarnya.
"Mas Faisal juga mau?" tanya Aruna.
"Tentu dong." jawab Faisal.
"Ya sudah kalau gitu, aku ambilkan kotak bekalnya dulu." ucap Aruna.
"Aku tunggu, sekalian aku antar Bilqis." jawab Faisal yang kemudian bercanda dengan Bilqis.
* Lima menit kemudian *
"Mas, ini makanannya." ucap Aruna.
"Makasih ya." jawab Faisal yang kemudian mengajak Bilqis. sebelum pria itu pergi, terlihat Faisal mencium kening Aruna, hal itu membuat Aruna sangat terkejut.
Tatapan mata kakek Fajar melihat Faisal yang bersikap begitu hangat kepada Aruna.
"Jadi, pria itu benar-benar mencintai Aruna." ucap kakek Fajar.
"Mereka pasangan yang sangat serasi, tuan." ucap Paman Hadi.
"Kau, benar." jawab kakek Fajar.
Hari ini Aruna berada di rumah untuk membantu kakek Fajar. wanita itu membantu memeriksa beberapa dokumen.
** Empat jam kemudian **
"Aruna, bisa kakek minta tolong?" tanya kakek Fajar.
"Ya, kek." jawab Aruna.
"Kakek mau minta teh hangat, bisa tidak?" pinta kakek Fajar.
"Bisa dong kek, pasti Aruna akan membuatkan kakek teh hangat." jawab Aruna yang kemudian pergi ke dapur. wanita berusia muda itu begitu cekatan, sangat berhati-hati dalam setiap pekerjaan nya.
Sesaat kemudian terlihat ponsel Aruna sudah berbunyi, Hal itu membuat Aruna menghentikan pekerjaannya. dia menatap ponsel yang ada di tangannya, di sana ada Rudi orang kepercayaan Aruna.
"Mas Rudi, Kenapa pria itu menelpon." guman Aruna yang kemudian menjawab telepon dari Rudi.
"Aruna." Panggil Rudi dari seberang tempat.
"Iya Mas Rudi, Ada apa." jawab Aruna yang terlihat menjawab panggilan dari Rudi.
"Aruna, bisa minta tolong tidak? ada sesuatu yang terjadi dengan Pak Surya." ucap Rudi.
"Ada apa mas?" tanya Aruna.
"Tolong bilang sama Kakek fajar Kalau Pak Surya mengalami kecelakaan, dia berada di rumah sakit. kondisinya kritis." ucap Rudi yang terlihat langsung mematikan ponselnya.
Aruna benar-benar sangat kebingungan, karena dia tidak akan pernah mengira dia mendapatkan kabar seperti itu. dengan secepat mungkin Aruna berlari ke ruangan kakek Fajar,
"Kakek-kakek!!" seru Aruna.
"Ada apa, Aruna?" tanya kakek Fajar yang melihat Aruna masuk dengan begitu terburu-buru.
"Ada apa Aruna? kenapakah terburu-buru seperti itu?" tanya kakek Fajar.
"Ada sesuatu, kek." jawab Aruna.
"Ada apa?" tanya kakek Fajar.
"Tadi Mas Rudi menelepon." ucap Aruna.
"Rudi orang kepercayaan Surya, Memangnya ada apa?" tanya kakek Fajar sembari menatap wajah Aruna yang kebingunan dan cemas.
"Tadi Mas Rudi mengatakan kalau mas Surya mengalami kecelakaan, kek. pria itu sekarang berada di rumah sakit." jawab Aruna.
"Apa!!" seru Kakek Fajar.
"Benar Kek, mas Surya mengalami kecelakaan." ucap Aruna kembali.
"Cepat minta kepada Rudi untuk memberikan alamat rumah sakit itu, kita segera ke sana!" seru kakek Fajar yang berjalan begitu tergopoh-gopoh. karena dia benar-benar sangat terkejut saat mendengar kabar Kalau putranya mengalami kecelakaan.
Sekitar 40 menit kemudian kakek Fajar sudah berada di rumah sakit, pria itu berjalan begitu cepat.
"Tidak apa-apa, karena aku masih kuat. kakek harus melihat kondisi Putra kakek." jawab kakek Fajar.
Terlihat Aruna berjalan mengikuti kakek Fajar, wanita itu takut kalau terjadi sesuatu kepada pria tua itu. saat berada di sebuah lorong terlihat Faisal sudah berada di depan ruangan Rumah Sakit.
"Faisal!!" seru kakek Fajar.
"Ayah." jawab surya yang melihat kedatangan ayahnya bersama dengan Aruna.
"Bagaimana kondisi Surya?" tanya kakek Fajar.
"Dia sedang dioperasi, Ayah. kondisinya kritis." jawab Faisal.
"Apa yang terjadi?" tanya kakek Fajar kepada Faisal.
"Saya kurang tahu, Ayah. nanti kita tanyakan kepada Rudi, aku yakin pria itu tahu apa yang terjadi." jawab Faisal.
Kakek Fajar langsung terduduk di sebuah kursi yang ada di depan ruang operasi, pria itu begitu kebingungan. dia ketakutan jika terjadi sesuatu kepada putranya.
"Apa yang terjadi, Surya?" tanya kakek Fajar.
"Faisal tidak tahu, Ayah." jawab Faisal yang terlihat juga tidak mengetahui apa yang terjadi dengan adiknya itu.
Aruna mengelus punggung kakek Fajar, wanita itu terus menenangkan Pria tua yang sudah dia tolong dan sudah menolongnya.
"Kakek tidak boleh seperti ini, kakek tidak boleh kebingungan seperti ini. nanti akan berpengaruh sama jantung kakek." ucap Aruna.
Kakek Fajar menganggukkan kepalanya, pria tua itu begitu ketakutan jika terjadi sesuatu kepada putranya.
Rudi yang berada di tempat itu nampak tidak bisa mengeluarkan sepatah kata pun, dia sangat kebingungan dengan semua yang terjadi. Dia sedikit ketakutan saat akan menceritakan apa yang terjadi dengan bosnya itu sekitar, 4 jam kemudian operasi sudah selesai. Surya sudah dibawa ke sebuah ruang kamar yang ada di rumah sakit.
"Rudi, bisa kita bicara sebentar." pinta kakek Fajar.
Rudi benar-benar tidak bisa mengelak, akhirnya pria itu mengikuti kakek pacar ke sebuah tempat.
"Apa yang terjadi dengan Putra ku?" tanya kakek Fajar.
Rudi masih terdiam, dia kebingungan dengan pertanyaan Kakek Fajar.
"Katakan apa yang terjadi, Rudi. jika kau tidak mengatakannya maka kau adalah penghianat." ucap Kakek Fajar.
Rudi menghela nafasnya dengan begitu dalam, pria itu mulai menceritakan apa yang terjadi hari itu.
"Jadi penyakit pria itu belum sembuh juga ya, dia sudah mempunyai kemewahan lalu Mengapa Dia masih bermain-main dengan para wanita itu." ucap kakek Fajar.
Rudi tidak mengeluarkan suara sama sekali, pria itu hanya menunduk menatap lantai rumah sakit.
"Lalu siapa nama dari wanita yang sudah melahirkan bayi itu?" tanya kakek Fajar.
"Namanya?saya kurang tahu. yang saya tahu kalau wanita itu sudah melahirkan seorang bayi, tapi kami masih belum mengetahui Dimana keberadaan bayi itu." jawab Rudi.
"Karena hal itu Surya bersikukuh untuk mencari keberadaan anaknya?" tanya kakek Fajar.
"Kakek benar, Pak Surya bersikukuh untuk mendapatkan anaknya." jawab Rudi.
"Untuk apa, dia saja sudah menelantarkan wanita itu untuk apa dia berusaha mencari anaknya lagi?" tanya kakek Fajar.
Rudi menceritakan semua yang terjadi dikehidupan Surya, kakek Fajar benar-benar sangat terkejut saat mengetahui kalau putranya tidak akan mempunyai keturunan lagi. bahkan Rudi juga menceritakan mengenai peristiwa waktu itu.
"Mungkin ini adalah hukuman dari Tuan untuk Putraku karena dia terus bermain-main dengan para wanita tanpa Mau menikahinya." ucap kakek Fajar.
"Apakah Tuan akan menghukum Pak Surya?" tanya Rudi.
"Tentu saja tidak, Rudi. buat apa aku harus menghukumnya, walaupun dihukum Surya akan tetap seperti itu." jawab Kakak Fajar.
Rudi hanya bisa terdiam karena apa yang dikatakan oleh Bos besarnya itu benar adanya.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Mommy
- Mantan terindah
- Suami keduaku cinta pertamaku
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- ijinkan aku bahagia bersamamu