MOMMY

MOMMY
Bilqis bersama dengan Surya



"Hem..., dengan ini aku akan merebut Bilqis." ucap Surya.


Surya memang benar-benar sangat licik, dia tidak pernah menganggap Faisal sebagai orang terdekatnya. Surya selalu berambisi untuk membuat Faisal menderita bagaimanapun caranya, begitu banyak orang menyukai Faisal dengan semua kesantunannya itu. begitu berbeda dengan Surya yang sangat terkenal sebagai pria brengsek yang tidak tahu diri.


* Tiga hari kemudian *


Hari ini terlihat Bilqis menunggu kedua orang tuanya untuk menjemputnya di sekolah, sedangkan seorang pria nampak terus menatap Bilqis yang berada di dalam sekolah.


"Putri kecilku tercinta, kau akan menjadi senjata untuk mendapatkan wanita yang benar-benar aku inginkan." ucap Surya.


"Apa yang akan kita lakukan, Tuan?" tanya anak buah Surya.


"Tentu saja aku harus mengambil putriku, dengan begitu seluruh rencanaku akan berjalan dengan sangat lancar." jawab Surya.


Setelah mengatakan hal itu akhirnya Surya keluar dari mobil, dia berjalan menuju taman kanak-kanak tempat sekolah Bilqis.


"Putri kecilku.., putri kecilku, kau akan menjadi jalan yang sangat ampuh untukku." guman Surya dalam hati.


"Selamat siang bu guru." panggil Surya kepada seorang guru taman kanak-kanak.


"Iya, ada yang bisa saya bantu Pak?" tanya salah satu guru Bilqis.


"Perkenalkan, nama saya adalah Surya. saya adalah paman dari Bilqis, saya datang kemari karena ingin menjemput gadis kecil itu." jawab Surya Sang Guru.


Tentu saja tidak mudah percaya dengan kata-kata yang diucapkan oleh Surya, sesaat kemudian terlihat Bilqis yang melihat Surya berada di tempat itu gadis kecil itu menyapa Surya dengan begitu hangat.


"Paman Surya, paman Surya lagi ngapain disini?" tanya Bilqis kepada Surya.


"Paman ke sini karena Paman ingin menjemput mu, tadi Paman sudah menelpon ayah dan Mommy mu. mungkin mereka sedang ada urusan jadi Paman diminta untuk menjemputmu." jawab Surya.


"Apakah tadi Paman sudah bertemu dengan ayah dan Mommy?" tanya Bilqis kepada Surya.


"Tentu saja, tadi Paman sudah bertemu dengan ayah dan Mommy mu. kalau tidak percaya akan Paman teleponkan kalau orang tuamu sedang tidak sibuk." jawab Surya.


Bilqis yang daritadi begitu kesal menunggu kedua orang tuanya akhirnya gadis kecil itu pergi dengan Surya.


"Ayo paman kita segera pergi dari sini, aku kesel karena Ayah tidak meneleponku." ucap Bilqis.


"Tentu saja, Oh ya. kamu mau jalan-jalan sama paman tidak?" tanya Surya kepada Bilqis.


"Memangnya Paman mau mengajakku ke mana?" tanya Bilqis kembali.


"Kemana saja yang kau mau, Memangnya kau mau kemana?" tanya Surya kepada gadis kecil yang ada di depannya itu.


"Aku mau minum es krim dahulu, apa Paman mau membelikanku di salah satu jalan raya itu, ada penjual es krim yang sangat lezat." ucap Bilqis.


"Tentu saja aku akan mengantarmu." jawab surya yang kemudian menggandeng tangan gadis kecil yang tidak lain adalah putrinya.


Begitu erat tangan Surya menggenggam tangan mungil Bilqis. "Sekali kau menggenggam tanganku kau tidak akan bisa lepas selamanya, mulai sekarang kau akan menjadi anak yang hanya menatapku seorang. kau tidak akan mengenal Faisal karena hanya aku yang akan menjadi ayahmu." guman Surya dalam hati.


Sekitar 30 menit kemudian akhirnya Faisal dan Surya menjemput Bilqis di sekolah taman kanak-kanak.


"Selamat siang Bu." Panggil Aruna.


"Selamat siang Ibu Aruna." jawab bu guru.


"Oh ya Bu, Apakah Bilqis sudah selesai belajar?" tanya Aruna kepada salah satu guru.


"Bilqis?" tanya Bu guru dengan seribu pertanyaan.


"Tentu saya harus segera membawa Bilqis, Bu. Saya tadi tidak tahu kalau pelajarannya cepat dan pulang pagi." ucap Aruna.


"Tapi.., maaf Bu. tadi ada seseorang yang sudah menjemput Bilqis, yang saya tahu dia adalah pamannya Bilqis. Kalau tidak salah...," ucap Bu guru sambil memikirkan Siapa nama orang yang telah menjemput Bilqis.


"Maksud Bu Guru apa, Siapa yang telah menjemput putriku?!" seru Faisal.


"Namanya.., namanya adalah Tuan Surya. Kalau tidak salah namanya Tuan Surya." jawab bu guru.


"Aku tidak akan pernah memaafkan pria itu jika sampai dia membuat Putri ku terluka." ucap Faisal yang terlihat sangat emosi.


"Mas, mas harus tenang. mas tidak boleh seperti ini." ucap Aruna.


"Bagaimana kalau pria gila itu melakukan sesuatu kepada putri ku?" tanya Faisal yang membuat Aruna terdiam.


"Baiklah kalau begitu, Bu. kami harus segera pergi untuk menjemput putri kami." ucap Aruna yang kemudian menarik Faisal agar dia tidak terlalu marah.


"Kau harus hati-hati sayang, kau jangan berlari seperti itu." ucap Faisal.


"Seharusnya aku yang mengatakan hal itu mas, kau jangan sampai marah di tempat yang tidak seharusnya." jawab Aruna.


"Tentu saja aku marah ditempat yang benar, berani sekali Bu guru itu mengijinkan putriku dibawa oleh orang lain." jawab Faisal.


"Kau dengar sendiri kan, kalau Surya mengatakan dia adalah pamannya. Tentu saja dia adalah pamannya, apalagi Bilqis juga mengenalinya..,dengan begitu bu guru akan memberikan kebebasan untuk Surya membawa Bilqis." jawab Aruna.


"Aku benar-benar bisa gila karena seluruh kelakuan Surya." ucap Faisal.


"Kau tidak boleh mengatakan hal itu, mas. kau tidak boleh gila terlebih dahulu, Kalau kau gila sekarang Lalu siapa yang akan membantuku menemukan putri kita." ucap Aruna yang membuat Surya menggelengkan kepalanya.


"Apalagi perutku ini sudah mulai membesar, jika kau gila sekarang bagaimana nasib kedua anakku ini." canda Aruna yang membuat Faisal tersenyum.


"Kau ini Sayang, kepalaku sudah pusing malah kau bercanda seperti itu padaku." jawab Faisal yang kemudian mulai mencari keberadaan putrinya.


"Mas, Kenapa tidak telepon Bilqis aja?" tanya Aruna yang membuat Faisal menepuk dahinya.


"Aku lupa Sayang." jawab Faisal yang kemudian mengambil ponselnya dan menelepon Bilqis.


Sekitar 5 menit kemudian nampak Bilqis mengangkat ponselnya. "Halo Ayah." jawab Bilqis.


"Sayang, kau ada di mana?!" seru Faisal.


"Aku sedang bersama dengan paman Surya, Memangnya kenapa Ayah." jawab Bilqis.


"Kamu sekarang di mana, Sayang?" tanya Surya kembali.


"Di toko es krim yang biasa kita datangi, Ayah. jawab Bilqis.


"Kau jangan kemana-mana, jangan mau dibawa oleh Paman surya. Ayah akan segera kesana!!" seru Faisal yang kemudian mematikan ponselnya dan melajukan mobilnya sekencang mungkin untuk menuju salah satu kedai es krim.


"Ada apa mas?" tanya Aruna.


"Surya membawa Putri kita ke suatu tempat, entah apa yang direncanakan oleh pria itu." ucap Faisal.


"Sudahlah mas, kita tidak usah mengatakan hal itu. yang penting kita cari keberadaan Bilqis, aku takut terjadi sesuatu kepada putriku itu." jawab Aruna yang terlihat sedikit gugup.


"Kau tidak boleh terlalu berpikir seperti itu, ingat janin yang ada di kandunganmu." ucap Faisal yang membuat Aruna menganggukkan kepalanya.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Mommy


- Mantan terindah


- Suami keduaku cinta pertamaku


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- ijinkan aku bahagia bersamamu