MOMMY

MOMMY
Surya pusing



"Semoga aku tidak pernah bertemu dengan pria brengsek itu, sudah tua gayanya sok-sokan lagi," gerutu Aruna di sepanjang jalan yang dilalui. Gadis itu terus bergumam tidak karuan seperti tidak ada orang yang melihat dirinya.


Akhirnya Aruna meninggalkan rumah sakit. terlihat Gadis itu sangat marah, jelas saja Gadis itu marah. toh dia sudah menolong kakek tua itu malah disemprot habis-habisan oleh seorang pria yang terlihat usianya lebih tua darinya.


"Oh Tuhan..., aku selalu berdoa padamu, semoga di hari-hari selanjutnya aku tidak akan bertemu dengan pria itu.'' ucap Aruna sambil merapal doa.


* 2 hari kemudian *


Terlihat kakek tua yang diselamatkan oleh Aruna sudah sadar, nampak tatapan mata pria itu mencari keberadaan seorang gadis muda yang telah menolongnya.


"Apa yang Ayah lakukan?" tanya Surya kepada ayahnya.


"Dimana Gadis itu?" tanya kakek tua


"Ayah mencari Siapa?" tanya Surya kepada ayahnya.


"Di mana gadis yang menolongku itu?!" seru Kakek tua kepada Surya.


"Ayah membicarakan gadis yang mana?" tanya Surya kepada ayahnya.


"Kau ini tidak melihat seorang gadis muda yang menolongku kemarin?!" seru kakek tua yang memarahi Surya.


"Aku tidak pernah melihat seorang wanita berada di tempat ini, Ayah. jadi tidak usah berteriak-teriak seperti itu." ucap Surya kepada ayahnya.


Terlihat pria itu menatap wajah Surya.


"Kau sedang berbohong kan!" seru kakek tua.


"Mengapa aku harus membohongi ayah, kau lihat sendiri kan di sini tidak ada gadis yang kau ucapkan." ucap Surya.


Terlihat disana kakek tua menatap Surya yang sedang duduk di kursi yang tidak jauh dari ranjangnya.


"Dasar anak kurang ajar, akan kutemukan Gadis itu!" seru kakek tua yang berteriak kepada Surya.


"Kau itu baru sembuh jadi tidak usah banyak bergerak, kalau tidak kau akan menjadi seonggok tulang yang terbujur kaku di atas ranjang." ucap Surya.


Memang Surya adalah seorang pria yang selalu suka mengatakan kata-kata yang sangat kasar. tidak peduli itu kepada keluarganya atau orang lain kata-kata Surya selalu terdengar begitu kasar.


"Jaga mulutmu ya, kalau tidak akan ku buat mulutmu itu menjadi stempel yang tidak bisa dilepas!" seru kakek tua.


Sedangkan di luar ruangan nampak parah anak buah Surya sedang mendengar Bos besar marah-marah kepada bos mereka.


"Lagian juga, Mengapa Bos mengusir wanita itu. bahkan wanita itu sudah menyelamatkan Bos besar." ucap anak buah Surya.


"Sudah jangan ikut campur, nanti Bos bakal marah sama kita." Jawab anak buah Surya yang lain.


"Kau tau tidak, tapi aku sangat suka dengan kehebatan yang dimiliki oleh wanita itu. soalnya wanita itu seperti seorang wanita super." ucap anak buah Surya.


"Seandainya kalai boleh kita menghayal, kalau wanita itu menjadi kekasih Bos. maka Apa yang akan terjadi?" canda anak buah Surya.


"Yang jelas pasti Bos akan menjadi seorang pria yang tidak akan bisa bergerak." jawab anak buah yang lain.


"Kau benar, bahkan wanita secara terang-terangan berani menantang bos di hadapan kita." ucap anak buah Surya. sedangkan di tempat lain nampak Kakek sedang marah-marah kepada Surya.


"Aku tidak mau tahu, pokoknya kau cari Gadis itu!" seru kakek tua yang melempari Surya dengan sebuah botol mineral.


Entah mengapa kakek tua sangat menyukai sosok Aruna, bahkan pria tua itu menatap Aruna dengan tatapan yang sangat berbeda.


"Memangnya apa yang diberikan oleh wanita itu, sehingga Ayah begitu membelanya?" tanya Surya yang terlihat marah kepada ayahnya.


"Aku tidak mau tahu, pokoknya segera kau cari tahu di mana keberadaan wanita itu. kalau tidak akan ku buat hidupmu semakin menderita!" seru kakek tua kepada Surya. hal itu membuat nafasnya kembali terengah-engah karena dia terus berteriak tidak ada henti-hentinya.


Sedangkan Surya yang melihat hal itu, nampak pria itu menghela nafasnya cara kasar. ingin sekali pria itu tidak bertemu dengan seorang wanita barbarnya tingkat dewa.


Di tempat lain terlihat seorang wanita sedang berada di toko kue Faisal.


"Aruna, Apakah semua pesanannya sudah selesai?" tanya Faisal.


"Sudah Pak Faisal, semuanya sudah selesai." jawab Aruna.


"Baguslah kalau begitu, setelah ini kau ikut aku untuk mengantar pesanan pesanan itu." pinta Faisal.


"Kan masih banyak yang bisa menemani Pak Faisal." ucap Harun.


"Tidak, kau saja yang mengantarnya bersamaku. karena kalau ditanya sesuatu aku tidak bisa menjawabnya sendiri." jawab Faisal yang sedang mencari alasan untuk mengajak Aruna pergi.


"Tapi, hari ini saya ada acara sama Putri saya, Pak." terlihat taruna sangat kebingungan. karena dia harus keluar dengan Faisal, namun dia ada janji dengan Bilqis.


"Kalau begitu kita bawa saja Bilqis bersama kita, anggap saja kita sedang jalan-jalan gitu." jawab Faisal.


"Tapi Pak.., nanti putriku itu mengganggu Bapak." ucap Aruna.


"Tidak apa-apa, daripada Kau membiarkan putrimu menunggumu terlalu lama." jawab Faisal yang terlihat menunjukkan senyumnya kepada Aruna.


"Bagaimana, Ayo kita berangkat. kita jemput putrimu dan kita ajak untuk mengantar ke acara pesta itu." ucap Faisal.


Akhirnya Aruna mengiyakan perkataan Bosnya itu. Gadis itu mengambil pakaiannya dan keluar dari toko kue, beberapa pegawai nampak mencibir Aruna dengan kata-kata yang begitu pahit. mereka selalu mengatakan kalau Aruna ingin merebut Faisal dari calon istrinya, padahal dari dulu Faisal tidak pernah menyukai Helena sama.


Sekali sekitar 10 menit kemudian akhirnya Aruna dan Faisal sudah meninggalkan toko kue, mereka sedang dalam perjalanan menuju rumah Aruna untuk menjemput Bilqis. beberapa menit kemudian akhirnya Aruna dan Faisal sudah sampai di tempat Bu RT.


"Aruna!!" seru bu RT.


"Di mana Bilqis, Bu?" tanya Aruna.


"Dia sedang ada didalam, sedang mengerjakan PR dari Tempat sekolahnya." jawab bu RT.


"Saya mau mengajak Bilqis keluar, bu." ucap Aruna.


"Ya sudah kalau begitu, panggil saja dia." jawab RT yang kemudian memanggil Bilqis.


Tatapan mata bu RT nampak menatap Faisal yang datang bersama Aruna.


"Mas juragan, apa yang Mas juragan lakukan bersama Aruna?" tanya bu RT.


"Kami mau keluar bu, mau mengantarkan pesanan pesanan kue untuk acara pengantin." jawab Faisal.


"Jadi kalian akan keluar bertiga ya?" tanya bu RT.


Faisal menganggukkan kepalanya, pria itu mengiyakan apa yang dikatakan oleh bu RT. tentu saja bu RT yang mendengar hal itu wanita tua itu tersenyum, bu RT selalu berharap Aruna mendapatkan pria yang baik dan mau menerima Bilqis apa adanya. walaupun bu RT belum mengetahui kalau ayah dari Bilqis sudah mencari Bilqis.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Mommy


- Mantan terindah


- Suami keduaku cinta pertamaku


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- ijinkan aku bahagia bersamamu.