
* Hotel Sanjaya **
"Kau istirahatlah sebentar, nanti kita akan ralat dengan klien bisnis kita." ucap Faisal.
"Baiklah kalau begitu Tuan Faisal, saya istirahat sebentar." jawab Rudi yang kemudian masuk ke dalam kamarnya.
Helena yang berada di kamar sebelah kamar Faisal, nampak Wanita itu sudah merencanakan sesuatu. entah apa yang direncanakan Helena, yang pasti wanita itu merencanakan untuk menghancurkan pernikahan Aruna dan Faisal.
Sekitar 20 menit kemudian salah satu pelayanan Hotel nampak membawa makanan yang akan dibawa ke kamar Faisal, Helena yang melihat hal itu tentu saja wanita itu dengan senyum licik nya langsung meminta kepada sang pelayan untuk memberikan makanan itu.
"Saya tidak bisa Nona, saya harus membawanya sendiri kepada tuan yang menempati kamar 315." jawab si pelayan.
"Kau jangan khawatir, aku adalah teman bisnisnya. kami akan rapat Sebentar lagi, Jadi kau tidak usah khawatir dengan semua ini. lagi pula aku juga akan masuk ke kamar itu." jawab Helena.
Si pelayan nampak percaya setengah tidak, Namun karena Helena yang ngotot akhirnya si pelayan memberikan makanan itu kepada Helena. nampak Helena menunggu kepergian si pelayan terlebih dahulu, karena dia harus segera melakukan sesuatu agar dia bisa melaksanakan rencananya.
"Aku harus segera memberikan barang itu kepada Faisal, jika tidak aku pasti akan ketinggalan." ucap Helena yang kemudian menarik meja dorong itu ke kamarnya, Helena sudah merencanakan 1000 cara untuk menghancurkan rumah tangga Faisal dan Aruna. makanan yang ada di meja dengan sengaja Helena menaruh meja itu kembali di depan kamar Faisal, sebelum itu Helena mengetok pintu kamar Faisal terlebih dahulu.
"Sebentar lagi lihat saja aku pasti akan mendapatkanmu, Faisal." ucap Helena.
TOK..
TOK..
suara pintu kamar Faisal sudah diketok, pria itu nampak berjalan keluar sembari meletakkan ponsel yang ada di tangannya ke ranjang.
"Pasti makanan ku sudah datang, Aku lapar sekali." ucap Faisal yang kemudian membuka pintu kamarnya. tatapan mata Faisal menatap makanan yang sudah berada di luar kamar tanpa ada yang mengantarkannya.
"Kenapa makanan ini di sini, lalu dimana pelayan itu?" guman Faisal dalam hati.
Helena dapat melihat Faisal dari balik pintu kamarnya, wanita itu tersenyum saat melihat Faisal sudah memasukkan makanannya ke dalam kamarnya.
"Sebentar lagi aku akan melakukan sesuatu." ucap Helena.
Faisal makan-makanan itu Dengan begitu lahapnya, pria itu tidak akan tahu ada sebuah rencana yang sudah disiapkan oleh Helena. jari-jemari Faisal nampak terus menyelusuri ponselnya, pria itu sedang video call dengan Aruna dan Bilqis. begitu lahapnya Faisal memakan makanan itu, sekitar 15 menit kemudian tiba-tiba Faisal merasakan sesuatu di tubuhnya.
"Kenapa perasaanku jadi tidak enak seperti ini." ucap Faisal. "Kenapa tiba-tiba ruangan ini terasa panas, tubuhku seperti terbakar." ucap Faisal yang kemudian meletakkan ponselnya dan mengakhiri panggilan dengan sang istri.
CEKLEK..
pintu kamar Faisal sudah dibuka oleh Helena, wanita itu masuk secara diam-diam saat Faisal sedang masuk ke kamar mandi.
"Ternyata kau sudah merasakan semua itu, Faisal." ucap Helena. dengan segera Helena langsung melepas satu persatu pakaiannya, dia dengan sengaja membuat Faisal merasakan sesuatu yang tidak seharusnya dirasakan oleh Faisal untuk saat ini.
Sebuah senyum yang menyebalkan terus tergambar di wajah Helena, Wanita itu sudah mempersiapkan segala rencananya dengan begitu matang. Rudi yang berada di ruang bersebelahan dengan Faisal nampak pria itu keluar dari kamarnya, karena sudah hampir dua jam Faisal belum juga menelponnya.
Karena sedikit kebingungan akhirnya Rudi pergi ke kamar Faisal.
TOK..
TOK..
TOK..
Rudi mengetuk pintu kamar Faisal, tidak ada suara yang menyahut, sesaat kemudian Rudi kembali mengetuk pintu kamar Faisal kembali. tetap saja tidak ada sahutan.
Saat Rudi akan pergi tiba-tiba tangannya terasa tersangkut di pintu kamar Faisal, Hal itu membuat pintu itu terbuka.
"Kenapa Pak Faisal tidak menutup pintunya," guman Rudi. tatapan mata Rudi nampak menatap pintu yang sudah terbuka itu, "Mungkin Pak Faisal lupa menguncinya atau dia mau keluar tapi ada barang yang ketinggalan." ucap Rudi.
"Siapa kau!" seru Rudi.
"Helena yang berada di atas ranjang!" seru Rudi.
Nampak Helena sangat terkejut karena tiba-tiba saja Rudi sudah berada di kamar Faisal, dengan segera Helena berpura-pura tersenyum kepada Rudi sembari menarik selimut yang ada di ranjang itu.
"Lancang sekali kau masuk ke kamar ini tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, Rudi!!" ucap Helena yang seolah menggoda Rudi.
"Apa yang kau lakukan disini, Nona Helena?" tanya Rudi.
"Kau lihat sendiri kan apa yang terjadi, tentu saja seperti yang kau lihat, kalau kau sedang mencari tuan mu? dia ada di kamar mandi, Dia sedang membersihkan diri." jawab Helena.
Rudi sangat tersentak dengan kata-kata Helena, pria itu menatap Helena dengan tatapan mata yang penuh pertanyaan, memang Rudi bekerja dengan Faisal tidak terlalu lama. Namun Rudi yakin kalau Faisal bukanlah orang seperti itu.
Sekitar 5 menit kemudian Faisal sudah keluar dari kamar mandi, pria itu hanya mengenakan celana pendek sembari mengusap rambutnya. tatapan mata Rudi menatap Bosnya itu, Hal itu membuat Faisal yang baru keluar dari kamar mandi ikut menatap Rudi.
"Rudi, kau sudah ada di sini!" tanya Faisal yang masih belum melihat kalau Helena berada di ranjangnya.
"Tuan Faisal." ucap Rudi.
"Ada apa, Rudi. Kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Faisal.
Sorot mata Rudi mengarah ke atas ranjang. Hal itu membuat Faisal yang melihat tatapan mata Rudi mengikuti tatapan mata itu, betapa terkejutnya Faisal saat melihat Helena sudah berada di kamarnya. apalagi di atas ranjangnya tanpa memakai pakaian sama sekali.
"Helena, apa yang kau lakukan disini?!" seru Faisal yang sangat terkejut saat melihat Helena berada di kamar itu.
"Apa yang kau lakukan, Faisal. kenapa kau harus berpura-pura, bukankah tadi kita sudah menghabiskan gairah cinta kita." ucap Helena.
Faisal menatap Helena, pria itu benar-benar tidak akan pernah mengira kalau Helena akan berbicara seperti itu.
"Apa maksudmu, Helena. Aku tidak mengerti dengan perkataanmu." jawab Faisal.
"Kau Jangan berlagak seperti itu, Faisal. bukankah kita tadi sudah melakukan hal itu, kenapa kau harus malu-malu dengan anak buahmu. semua pria kan biasa melakukan hal itu, walaupun dia sudah mempunyai isteri." ucap Helena sambil tersenyum.
Sesaat kemudian Helena meraih pakaiannya di lantai, wanita itu menggunakan selimut yang ada di ranjang dan berlari masuk ke kamar mandi.
"Apa yang terjadi, tuan?" tanya Rudi.
Faisal sangat kebingungan, pria itu tidak bisa menjawab pertanyaan Rudi.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Mommy
- Mantan terindah
- Suami keduaku cinta pertamaku
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- ijinkan aku bahagia bersamamu
** Dua hari kemudian **