MOMMY

MOMMY
Surya meminta bantuan kepada tuan Hamilton



Hari ini Surya benar-benar di buat emosi karena beberapa perusahaannya mengalami goncangan yang sangat luar biasa.


"Aku harus ketempat tuan Hamilton, aku harus membuatnya mengelontorkan dana untuk perusahaanku." ucap Surya yang terlihat begitu marah karena perusahaan benar-benar mengalami guncangan yang begitu hebat.


"Apa yang akan kita lakukan, tuan?" tanya anak buah Surya.


"Aku harus mencari tuan Hamilton, aku harus membuat pria itu mau mengelontorkan dana untuk perusahaanku." jawab Surya.


"Apakah anda yakin kalau Tuan Hamilton akan mau melakukan hal itu?" tanya anak buah Surya kepada bosnya.


"Tentu saja pria itu harus mau melakukan hal itu, jika dia tidak mau melakukannya maka beberapa perusahaan ku akan hancur. uang yang dia investasikan di perusahaan itu juga akan lenyap." jawab Surya.


"Tapi, Apa tidak sebaiknya kita melakukan sesuatu agar perusahaan kita selamat?" tanya anak buah Surya.


"Percuma saja, kalian saja sangat bodoh. bagaimana bisa kalian melakukan hal itu, aku sudah bilang tidak mungkin kalau perusahaan tiba-tiba hancur secara bersamaan. kalian tetap saja tidak menghiraukan hal itu, sekarang kalian lihat sendiri kan Bagaimana akibatnya jika sampai perusahaan itu hancur maka kalian semua juga akan hancur bersama dengan perusahaan itu." jawab Surya dengan nada suara yang begitu marah.


Bagaimana pria itu dia tidak akan marah Jika beberapa usahanya harus mengalami penekanan yang sangat luar biasa.


"Heh...," suara helaan nafas anak buah Surya.


"Apa yang harus aku lakukan jika sampai pria itu tidak mau menolongku." ucap Surya yang sangat kebingungan.


* Perkebunan Teh *


"Hoammm...," Rudi yang sedang menguap sembari menatap para pemetik teh.


"Apa yang sedang kau lakukan?" tanya Aruna yang sedang menatap wajah para wanita pemetik daun teh.


"Tidak ada." jawab Rudi.


"Ada yang kau lirik, tidak?" tanya Aruna kepada Rudi.


"Tidak ada." jawab Rudi


"Gadis yang di kuncir rambutnya itu cantik juga ya?" canda Aruna.


Raut wajah Rudi Seketika memerah saat Aruna mengatakan hal itu.


"Ada apa, sayang?" tanya Faisal yang sudah berada di belakang tubuh sang isteri.


"Itu lho mas, mas Rudi sedang melihat gadis yang sedang memetik daun Teh." jawab Aruna.


"Biarkan saja, kenapa kau harus mengatakan hal itu sayang." jawab Faisal.


"Tentu saja aku mengatakan hal itu, mas. lihat saja wajah Mas Rudi sudah bersemu merah saat menatap wajah Gadis itu." canda Aruna yang kemudian mencubit pinggang sang suami.


"Oh ya Rudi, Apakah semua pekerjaan yang aku berikan padamu itu sudah selesai?" tanya Faisal kepada Rudi.


"Sudah, mas." jawab Rudi.


"Ya sudah kalau begitu, kita lakukan rencana selanjutnya. aku yakin sekarang pria itu berusaha untuk mencari bantuan ke suatu tempat." ucap Aruna.


"Tentu saja, Sayang. pasti dia akan mencari bantuan kepada seseorang agar bisa mendirikan kembali perusahaannya." ucap Faisal yang kemudian tersenyum dengan penuh kemenangan.


Apa yang dikatakan oleh Faisal itu benar adanya, sekarang terlihat Surya sudah memutuskan untuk mencari keberadaan Hamilton untuk mencari bala bantuan.


DRERTTTTTT...


suara telepon Faisal terlihat sudah berdering, Hal itu membuat Faisal menatap ponselnya.


"Iya ada apa?" tanya Surya kepada salah satu anak buahnya.


"Tuan, tuan Rudi sudah berada di tempat anda." ucap anak buah Faisal.


"Minta dia datang atau kalau dia mau menungguku satu jam lagi, karena aku akan kesana satu jam lagi. bilang padanya kalau aku sedang berada di sebuah tempat." jawab Faisal yang terlihat tersenyum dengan informasi yang diberikan oleh anak buahnya.


Faisal mematikan ponselnya, pria itu menatap sang istri dan Rudi sambil tersenyum.


"Ada apa Sayang?" tanya Aruna kepada sang suami.


"Kau tahu sayang, ternyata pria itu sudah berada di rumah kita. mungkin saja apa yang aku rencanakan itu sudah masuk ke otaknya dan dia akan masuk ke jebakan kita."ucap Faisal.


"Baguslah kalau begitu, Mas. Dengan begitu kita tidak perlu mencari cara untuk menjebaknya. Dia datang sendiri dengan semua kebingungannya." ucap Aruna.


Langkah kaki Faisal Bersama sang istri dan Rudi sudah keluar dari tempat itu, mereka akan menemui Surya di salah satu mansion mewah yang tidak jauh dari rumah di perkebunan teh.


Di sebuah rumah yang begitu Mega, terlihat Surya terus mondar-mandir. dia menunggu kedatangan Tuan Hamilton yang ternyata tidak ada di rumah.


"Apakah Tuan Hamilton masih lama?" tanya Surya kepada salah satu anak buah tuan Hamilton.


"Sekitar 1 jam lagi, Tuan. karena Hamilton sedang mengurus masalah yang sangat penting." jawab anak buah Faisal.


"Satu jam lagi?" tanya Surya.


"Tentu Tuan, satu jam lagi kalau anda bersedia menunggu silakan Anda tunggu. Kalau Anda tidak bersedia menunggu hingga satu jam lagi Anda boleh kembali lagi nanti." jawab anak buah Faisal yang terlihat juga ingin mempermainkan pria yang ada di hadapannya itu.


Surya akan melakukan hal itu, jika dia tidak mau menunggu maka dia juga akan kehilangan seluruh kesempatannya.


"Baiklah kalau begitu, aku akan menunggu pria itu." ucap Faisal yang terlihat menghela nafasnya.


Mau bagaimana lagi, Dia harus melakukan hal itu agar dia mendapatkan dukungan dari tuan Hamilton. "Aku terpaksa harus mengemis pada pria itu, jika aku sudah bisa mendirikan seluruh perusahaan ku akan ku buat tuan Hamilton merasakan sesuatu yang tidak anda fikirkan. berani sekali dia mempermainkan ku." ucap Surya dalam hati.


Satu jam kemudian akhirnya Faisal atau Tuan Hamilton sudah datang ke rumah megah miliknya. Surya yang berada di tempat itu nampak pria itu terus melihat-lihat seluruh kediaman yang super duper Mega itu, bahkan lebih mewah dari rumah besar milik ayahnya. pantas saja pria ini sangat kaya, rumah singgah nya saja seperti ini. entah bagaimana rumahnya yang ada di beberapa negara itu." ucap surya yang terlihat terus menatap rumah yang begitu indah seperti istana.


"Apakah kau suka dengan rumahku ini, Tuhan Surya?" seru tuan Hamilton yang sudah masuk kedalam rumahnya.


Surya yang dari tadi menatap rumah itu tentu saja pria itu sangat terkejut karena pemilik rumah sudah datang dan menegurnya.


"Tuan Hamilton." ucap Surya.


"Bagaimana, Apakah kau suka dengan dekorasi rumah ku ini?" hanya Tuan Hamilton.


"Tentu saja tuan, rumah Anda benar-benar sangat istimewa. bahkan rumah Anda seperti istana para bangsawan." ucap Surya.


"Terima kasih atas pujianmu, ini hanyalah rumah kecilku yang ada di Indonesia. mungkin kalau kau tahu rumahku yang lain yang ada di beberapa negara.., kau akan sangat terpukau dengan dekorasinya." ucap Tuan Hamilton yang membuat Surya benar-benar terkejut. jika rumah itu adalah rumah sederhana lalu Bagaimana bentuk dari rumah mewah miliknya yang ada di beberapa negara.


"Oh ya Tuan Surya, Ada apa kau kemari? Apakah ada urusan yang mendesak?" tanya Tuan Hamilton kepada Surya.


"Tentu saja Tuan, saya ada urusan yang sangat mendesak." jawab Surya.


"Memangnya ada apa?" tanya Faisal yang membuat Surya memikirkan sesuatu agar Tuan Hamilton mau membantunya.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Black Rose


- Mommy


- Mantan terindah


- Suami keduaku cinta pertamaku


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- ijinkan aku bahagia bersamamu