MOMMY

MOMMY
S2. Wanita pesolek yang menganggu



** Dua hari kemudian *"


"Apa yang kau lakukan di kantor tuan Faisal!!" seru Liliana.


"Aku kemari karena ingin bertemu dengan tuan Faisal." jawab Bilqis.


"Lancang, berani sekali kau berusaha memasuki kantor Tuan Faisal. Apakah kau itu tidak mempunyai tata krama sama sekali!" bentak Liliana.


"Memangnya kenapa, apa salahku?" tanya Bilqis yang menatap wajah Liliana.


Kalau dari cerita yang terdengar bahwa Liliyana adalah wanita yang berusaha untuk mendekati ayahnya. Hal itu membuat Bilqis ingin memberikan pelajaran kepada wanita pesolek yang ada di depannya itu.


"Lebih baik kau keluar dari tempat ini!" bentak Liliana kembali.


"Memangnya kenapa aku harus keluar dari sini, aku kan cuma ingin bertemu dengan Pak Faisal. Aku tidak mau keluar sebelum aku bertemu dengannya." jawab Bilqis yang agak ngeyel.


"Gadis muda yang tidak tahu diri, Jangan jangan kau berusaha untuk mendekati Tuan Faisal. karena kau ingin hidup senang! tapi kau tidak akan bisa karena yang aku tahu kalau Pak Faisal adalah pria yang sangat susah untuk didekati, walaupun dirimu adalah gadis muda yang terus berusaha untuk mendekatinya." ejek Liliana.


"Siapa yang mau mendekati pria tua seperti Pak Faisal, diluar sana Masih banyak pria muda yang sangat tampan dan sangat kaya. Buat apa juga aku harus mengejar-ngejar pria tua seperti Pak Faisal." jawab Bilqis yang membuat Liliana benar-benar begitu geram.


"Kau ini ya!!" teriak Liliana.


"Apa, ngomong apa!" jawab Bilqis yang sudah melihat tangan Liliana sudah terangkat, jika sampai wanita itu berusaha untuk menyentuh dirinya Bilqis tidak akan main-main. dia pasti akan menjotos Liliana sehingga tidak sadarkan diri.


"Ada apa ini?!" seru Faisal yang melihat putrinya dan Liliyana berdebat di depan kantornya.


"Ini lho Pak Faisal, wanita ini berusaha untuk masuk ke kantor Pak Faisal. Aku yakin dia mau melakukan sesuatu." ucap Liliana.


Faizal menatap putrinya, pria itu menggelengkan kepalanya sembari membuka pintu kantornya.


"Masuklah, dan kau Lilyana kembali kemejamu. kau ini membuat gaduh saja!!" benta Faisal yang kemudian masuk bersama dengan Rudi dan putrinya.


"Ada apa Sayang, kenapa kau bertengkar dengan wanita itu?" tanya Faisal kepada putrinya.


"Dia itu benar-benar menyebalkan, Ayah. yang aku dengar kalau wanita itu berusaha mendekati Ayah ternyata benar. Masa aku mau masuk kantor ayah dia langsung menghentikanku dengan kata-kata yang begitu menusuk hati." ucap Bilqis.


"Kau sendiri kan yang bilang kalau ayah tidak boleh mengatakan mengenai Siapa dirimu." ucap Faisal.


"Lagi pula Kenapa kau tidak mau diakui sebagai putri dari Ayahmu?" tanya Rudi.


"Bukan begitu Paman, kalau aku mengaku sebagai Putri Ayah orang-orang yang ada di kantor ini akan mencari perhatianku. mereka akan menempel pada ku dengan semua acting mereka, aku tidak suka dengan orang-orang yang bersifat busuk seperti itu." jawab Bilqis.


Bilqis memang benar-benar persis dengan Aruna, dia tidak suka dengan orang-orang yang selalu berusaha mendekatinya dengan 1000 kebohongan untuk mengambil hati mereka.


"Kau ini benar-benar putri dari Aruna, kau begitu mirip dengannya." ucap Rudi.


"Tentu saja paman, aku ini Putri dari mommy. Memangnya Paman mau bilang aku ini Putri siapa." sindir Bilqis yang membuat Rudi terdiam dan tidak bisa mengatakan apapun.


Kalau sampai satu kata diucapkan oleh Rudi maka gadis muda itu akan sangat marah padanya.


"Oh ya, sore ini kau tidak pergi ke kampus?" tanya Rudi.


"Satu minggu ini aku libur Paman, jadi karena itu aku harus ke perusahaan Ayah. kata Mommy aku harus menjaga Ayah baik-baik." jawab Bilqis sembari tersenyum sambil menatap ayahnya.


"Mommy mu saja tidak secemburu ini, Bilqis. tapi keempat anak-anakku begitu cemburu luar biasa, kedua anak kembar itu selalu memantau ibunya hingga ibunya marah-marah padaku." ucap Faisal yang terlihat sudah duduk di kursi kebesarannya sembari membuka beberapa berkas-berkas perusahaan.


"Oh ya Bilqis, siapa pria yang mengantarmu kemarin?" tanya Rudi yang keceplosan.


Hal itu membuat Faisal langsung menoleh kearah kepada surya. "Pria, pria yang mana? pria siapa Bilqis?" tanya Faisal kepada Bilqis.


"Ada apa sih Bilqis, Kenapa kau menginjak kaki Paman." ucap Faisal Rudi.


"Mungkin Paman sedang buram matanya, Ayah. karena hal itu Dia mengira orang lain sebagai aku yang diantar oleh seseorang." jawab Bilqis sembari cengengesan.


"Kalau kau melakukan hal itu, bisa Bisa kau dijemur di atap rumah, Bilqis." ucap Faisal yang membuat Bilqis tersenyum sembari memegang lehernya.


"Paman ini tidak tahu situasi banget sih, Ngapain juga dia membicarakan hal itu di depan ayah. kalau sampai Mommy tahu bisa-bisa aku dibuat dendeng sama Mommy." human Bilqis dalam hati sembari menatap wajah Rudi.


"Sudah, jangan banyak bicara. cepat lakukan apa yang harus kau lakukan." ucap Faisal.


Di sebuah ruangan terlihat seorang pria menatap Bilqis dengan tatapan mata yang begitu tidak suka.


"Selamat siang, tuan Faisal!!" seru seorang pria yang bernama Fahrul.


"Selamat siang Fahrul, senang kau mau singgah ke perusahaan milik ku." ucap Faisal.


"Tentu saja Tuan Faisal, Saya kemari karena kita masih ada beberapa pekerjaan yang harus kita selesaikan." jawab Fahrul.


"Oh ya, kalau kau sudah selesai dengan semua pekerjaanmu kembalilah ke tempatmu. aku ada pekerjaan dengan salah satu rekan bisnis Ku." ucap Faisal.


"Baiklah kalau begitu Tuan Faisal, Saya pergi dulu." jawab Bilqis yang kemudian pergi dari kantor ayahnya.


Rudi yang berada di ruangan itu terus menatap seorang pria tidak lain adalah rekan bisnis Faisal. Entah mengapa Rudi tidak pernah menyukai kedatangan Fahrul, ada sesuatu yang membuat Rudi meragukan pria muda yang ada di depannya itu.


"Oh ya Mas, aku pergi dulu ya. aku harus meninjau beberapa lokasi yang akan kita jadikan sebuah pabrik." ucap Rudi.


"Baiklah Rudi, tolong kau tinjau dulu tempat itu, nanti kalau aku sudah selesai berbicara dengan Fahrul aku pasti akan ke tempat itu." jawab Faisal.


Tatapan mata Rudi menatap Fahrul, ada sesuatu yang benar-benar mencurigakan kan pada diri Fahrul.


"Bukankah wanita tadi adalah putrimu, Tuan Faisal." ucap Fahrul yang membuat Faisal menatap pria yang berusia 30 tahun tersebut.


"Wanita yang mana?" tanya Faisal yang berpura-pura.


"Bukankah dia adalah putrimu, karena yang saya tahu dia adalah gadis muda yang selalu menempel erat pada istrimu." jawab Fahrul yang membuat Faisal tersenyum.


"Kau benar, dia adalah Putri ku." jawab Fahrul.


Fahrul adalah seorang putra dari salah satu wanita yang sudah dihancurkan oleh Surya, Hal itu membuat Fahrul ingin membalas dendam kepada putri kandung dari Surya dia ingin melakukan sesuatu yang akan membuat Surya menangis.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Black Rose


- Mommy


- Mantan terindah


- Suami keduaku cinta pertamaku


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- ijinkan aku bahagia bersamamu