
"Mengapa kau harus bersikap seperti itu, Tuan Hamilton. semua pria selalu mengatakan hal itu kalau di depan istrinya, kalau di belakang istrinya Dia akan menunjukkan sifat aslinya." ucap Helga.
"Jaga mulutmu itu nona Helga, jika kau benar-benar tidak mempunyai tata krama sama sekali, silahkan melakukan itu di luar perusahaan ku, ditempat ini tidak ada orang yang boleh melakukan hal itu. jika kau bersikap seperti itu maka lekas pergi dari perusahaan ku, aku tidak menerima wanita murahan sepertimu!!" seru Faisal yang kemudian mengajak sang istri untuk keluar dari kantornya.
"Kenapa kau harus bersikap seperti itu, mas. wanita ini kan hanya ingin berbicara denganmu, ajaklah Dia berbicara mungkin penyakit gilanya itu akan sedikit hilang." ucap Aruna yang benar-benar membuat Faisal menatap sang istri dengan tatapan mata yang begitu terkejut.
Bagaimana tidak, dengan terang-terangan Aruna mengatakan kalau Helga adalah wanita gila yang harus diperlakukan baik agar dia tidak mengamuk.
"Maaf ya Nyonya Felicia, saya ini tidak gila kenapa kamu bilang kalau aku ini gila, jika aku gila maka aku sudah berada di rumah sakit gila." jawab Helga yang seolah mengatakan kalau dia baik-baik saja, padahal wanita gila itu seharusnya dirawat secara hati-hati agar dia tidak melakukan sesuatu yang membahayakan orang lain.
"Sudahlah sayang, lebih baik kita pergi Mas. Ada urusan sedikit dengan beberapa perusahaan di luar sana, Jika kita tetap saja mengurusi wanita gila ini bisa-bisa kita akan ikut gila." ucap Faisal yang kemudian mengajak sang istri pergi.
Betapa marahnya Helga mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Faisal, dirinya disebut gila oleh Faisal karena dia sering sekali mengganggu Faisal dengan semua kemanjaan dan kata-katanya yang begitu manja agar mendapat perhatian kepada Faisal. mungkin kalau orang lain Helga akan langsung mendapatkan jawaban, tapi Faisal begitu berbeda. pria itu adalah pria yang begitu menghormati cinta istrinya, pria itu adalah pria yang begitu menghormati istrinya. dengan semua kebaikan dan ketulusan yang selalu diberikan oleh Aruna.
"Apa-apaan sih pria itu, begitu banyak pria berusaha mendekati ku. begitu banyak pria yang selalu meminta belas kasih cintaku, tapi apa pria ini...,selalu menolakku, cantik mana sih antara istrinya dan istriku. kan lebih cantik aku." gerutu Helga yang tidak terima selalu diperlakukan kan begitu buruk dimata Faisal.
Faisal dan Aruna yang sudah pergi dari perusahaan, nampak mereka berdua harus segera melakukan sesuatu kepada beberapa apa anak buahnya yang sudah disebar di beberapa perusahaan milik Surya.
"Halo Rudi, Faisal yang sudah menelpon Rudi.
"Ya Mas, ada apa?" jawab Rudi.
"Kamu datang ke salah satu tempat yang sudah biasa kita datangi, kamu bawa beberapa orang yang untuk mendiskusikan masalah yang sudah kita bicarakan beberapa hari yang lalu." ucap Faisal.
"Baik Mas, oya Mas. tadi ada sesuatu yang harus aku katakan." ucap Rudi.
"Nanti saja kau datanglah ke tempat itu, ajak beberapa orang itu." pinta Faisal.
"Baik Mas." jawab Rudi.
Di sebuah tempat yang tidak akan pernah diketahui oleh surya dan anak buahnya, sebuah tempat yang sudah menjadi tempat pertemuan Faisal dan orang-orang kepercayaannya.
"Selamat siang Mas!" seru Rudi yang sudah datang di tempat rahasia.
"Siang Rudi, Bagaimana?" tanya Faisal.
"Mereka semuanya sudah datang Mas." jawab Rudi.
"Baiklah kalau begitu, ajak mereka untuk masuk semuanya. Oh ya, apakah kamu sudah mendapat informasi mengenai beberapa tempat yang aku suruh untuk kau selidiki?" tanya Faisal.
"Sudah Mas, kelihatannya tempat-tempat itu adalah tempat prostitusi." jawab Rudi.
"Apa, tempat apa Mas?" tanya Aruna kepada Rudi.
"Tempat prostitusi, Aruna." jawab Rudi sambil menatap Aruna.
"Tunggu-tunggu, maksudmu tempat prostitusi. jadi Surya mempunyai tempat jual beli wanita, begitu?" tanya Aruna yang sedikit terkejut dengan semua jawaban yang diberikan oleh Rudi.
"Tentu saja Aruna, Aku baru bisa menemukan tempat itu. disanalah awal dari cerita saudari perempuan ku." jawab Rudi.
"Maksudmu?" ditanya Aruna yang masih belum mengetahui mengenai masa lalu Rudi.
"Aku masuk ke lingkungan Surya hanya karena ingin membalas dendam kepada pria itu, karena pria itu sudah menghancurkan kehidupan saudari perempuan ku. dia menghancurkannya berulang kali, lalu menjadikan saudari perempuan ku pemuas nafsu di tempat itu. aku terus mencari tempat itu, aku terus mencari bukti-bukti untuk menjebloskan pria itu. begitu sulit dan begitu tidak mudah membuat pria itu masuk ke penjara hingga aku bertemu dengan Mas Faisal." jawab Rudi.
"Dia benar-benar tidak sanggup menatap kami semua Aruna, dia lebih memilih bunuh diri setelah terlepas dari kekangan Surya." jawab Rudi.
DEG...
Hati Aruna benar-benar sangat tersentak saat mendengar jawaban dari Rudi, jawaban yang begitu memilukan. ternyata selama ini Rudi bekerja dibawah pimpinan Surya hanya ingin membalas dendam kematian saudara perempuannya.
"Lalu, apakah kau sudah mendapatkan bukti-bukti itu?" tanya Faisal kepada Rudi.
"Sudah Mas, berkat bantuan yang Mas berikan aku sudah mendapatkan bukti-bukti itu. kemungkinan besar Surya dibantu oleh aparat kepolisian untuk lepas dari semua jerat hukum itu." jawab Rudi.
"Kita harus membuat Surya masuk penjara, Kita harus membuat pria itu mendekam seumur hidup. Entah berapa banyak wanita yang sudah dihancurkan oleh Surya termasuk Ibu dari Bilqis, jadi kita harus membuat pria itu hancur sehancur-hancurnya." ucap Faisal yang membuat Rudi mengangguk.
"Semua orang-orang itu sudah berada di sini." ucap Rudi.
"Suruh mereka masuk." jawab Faisal.
Beberapa orang yang sudah berada di tempat itu adalah orang-orang yang mengalami kepahitan sama seperti Rudi, Faisal harus mengumpulkan orang-orang itu untuk membuat Surya merasakan pembalasan yang begitu besar.
"Saya minta kepada kalian kerjasamanya, kita harus menghancurkan pria itu sampai ke akarnya hingga dia tidak bisa bangkit lagi. kalian tetaplah berada di perusahaan Surya, lakukan sesuai yang aku minta. jangan khawatir keluarga kalian akan aku jamin." ucap Faisal.
"Terima kasih Tuan, karena kau mau membantu kami. kehidupan putriku hancur, Dia sudah menjadi gila, Dua putriku hampir saja saling membunuh satu sama lain karena ulah pria itu." ucap seorang pria yang dahulunya adalah seorang pengusaha.
Pria itu mendekam di penjara beberapa tahun karena berusaha untuk membunuh Surya.
"Apakah pria itu belum mengetahui identitas mu, Tuan?" tanya Faisal.
"Tidak, aku tidak akan membiarkan hal itu. aku harus membalaskan dendam kedua putriku." ucap seorang pria yang bernama Pak Kholis.
"Tenang saja Tuan, kita akan membalaskan seluruh dendam kita bersama-sama. kita tidak boleh membiarkan pria itu tetap berjalan-jalan bebas di luar sana, Jika kita melakukannya akan banyak keluarga yang dihancurkan oleh pria itu." ucap Faisal.
"Baiklah, tuan." jawab orang-orang itu.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Black Rose
- Mommy
- Mantan terindah
- Suami keduaku cinta pertamaku
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- ijinkan aku bahagia bersamamu