MOMMY

MOMMY
Faisal mengambil ayahnya



"Mas, Apa kamu yakin dengan semua rencanamu itu?" tanya Aruna kepada sang suami.


"Tentu saja Sayang, aku harus segera mengambil Ayah dari rumah itu. jika tidak aku takut Surya akan mencelakai Ayah." jawab Faisal.


"Apa tidak sebaiknya kita melapor kepada polisi?" tanya Aruna kembali.


"Jangan, kita tidak boleh melapor kepada polisi. nanti itu akan membuat keadaan semakin kacau." jawab Faisal.


"Mas, Aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu. tapi kau jangan marah padaku ya." ucap Aruna.


"Memangnya ada apa?" tanya Faisal kepada sang istri.


"Mengapa kau harus terus-menerus mengalah kepada Surya, ada kalanya kau harus merebut sesuatu yang seharusnya menjadi milikmu. Jika kau terus menerus mengalah kepada Surya maka seperti inilah keadaannya, jika kau menjadi pria yang lebih tenang Namun Kau mempunyai sifat garang didalamnya itu akan lebih baik, kau sudah mempunyai keluarga Mas. jika kau ingin melindungi keluargamu maka kau harus menjadi pria seperti itu, walaupun lembut di luar tapi kau mempunyai kekuatan luar biasa di dalamnya. aku tidak menginginkan kekayaan yang dimiliki oleh orang tuamu, tapi yang ku inginkan hanyalah ketenangan." jawab Aruna.


Kata-kata yang keluar dari mulut Aruna bagaikan sambaran petir di siang bolong bagi Faisal, tidak pernah Aruna mengatakan hal itu. namun kali ini apa yang dikatakan oleh istrinya itu membuat Faisal benar-benar harus memikirkan apa yang Aruna katakan. kalau dia terus menerus mengalah kepada Surya maka dia akan kehilangan segalanya, istri keluarga dan kebahagiaannya.


"Ada kalanya yang kau katakan itu benar, istriku. tapi jika aku melakukan hal itu Apakah semuanya akan baik-baik saja?" tanya Faisal kepada sang istri.


"Memangnya Apa yang kau akan kau lakukan? apakah kau akan menyerang kepolisian, membunuh seseorang atau melakukan sesuatu kejahatan?" tanya Aruna yang membuat Faisal menatap sang istri.


Walaupun perbedaan usia mereka begitu jauh namun Aruna selalu bersikap begitu bijaksana. terkadang sifat dan sikap Aruna selalu barbar, namun Apa yang dilakukan Aruna hanyalah untuk melindungi dirinya dan orang yang dia cintai.


"Kau benar istriku, aku harus melakukan hal itu. jika aku tetap diam saja maka aku akan kehilangan segalanya, kehilangan dirimu, Bilqis dan keluargaku." jawab Faizal yang membuat Aruna tersenyum.


"Aku senang kalau kau bisa memikirkan hal itu, mas. karena Surya bukanlah orang yang pantas kita kasih, dia akan selalu menyakiti orang-orang yang kita cintai. dia akan selalu membuat kita tidak tenang, kehidupan surya adalah kehancuran bagi kita. jika kita tidak melawannya maka kitalah yang akan kehilangan segalanya." ucap Aruna sembari menatap sang suami.


Sekali lagi perkataan Aruna bagaikan tamparan di wajah Faisal, seluruh Perkataan wanita itu memang benar adanya. jika mereka tidak melawan maka mereka akan kehilangan.


"Aku begitu takjub dengan semua pemikiranmu, sayang. kau selalu membantuku untuk keluar dari semua kebingunganku, kau selalu membantuku dalam setiap jalan buntu yang tidak bisa aku dapatkan jalan keluarnya." ucap Faisal.


"Kita adalah suami-istri, Mas. aku pernah melakukan kesalahan dengan tidak mempercayai mu, suatu saat nanti jika aku melakukan kesalahan, apakah kau akan mempercayai ku?" tanya Aruna kepada sang suami.


"Tentu saja Sayang, aku akan selalu mempercayaimu. Aku tidak akan pernah melukaimu. Aku tidak akan pernah menjadi pria egois yang melihat istriku melakukan kesalahan tanpa meminta kejelasan." jawab Faisal.


"Alhamdulillah kalau begitu Mas, Kau adalah pria yang benar-benar memberikan aku cinta, pria yang benar-benar memberikan aku jalan yang begitu itu indah dan begitu menuntunku." ucap ucap Aruna.


Setiap langkah pernikahan Faisal dan Aruna cobaan selalu menerpa mereka, namun mereka berdua selalu mendapatkan jalan pada setiap cobaan itu.


"Tidak terasa kita akan mengarungi pernikahan ini 1 tahun, aku ingin pernikahan kita berjalan sampai nyawa kita di ujung tanduk." ucap Faisal yang memeluk sang istri.


"Aku sangat bersyukur mas, karena mendapatkan suami sepertimu. seorang pria yang selalu memberikan aku kepercayaan." jawab Aruna.


* Dua hari kemudian *


Siang itu Faisal dan Surya sudah merencanakan untuk mengambil Kakek Fajar, di rumah besar Beberapa pelayan sengaja mengalihkan perhatian agar Faisal dapat mengambil kakek Fajar. bibi tua bertugas untuk membawa kakek Fajar keluar, Hal itu membuat anak sebuah Surya tidak mencurigai Apa yang dilakukan oleh bibi tua.


Di seberang jalan yang sedikit jauh Faisal dan Rudi sudah menunggu kedatangan kakek Fajar, terlihat di sana bibi tua langsung membawa Kakek Fajar menuju tempat yang sudah direncanakan.


"Kita harus segera pergi dari tempat ini, jika tidak mereka akan tahu kita mengambil tuan Fajar." ucap bibi tua.


Dua jam perjalanan yang harus ditempuh oleh Faizal untuk membawa ayahnya ke tempat itu, di sebuah tempat yang sedikit terpencil. terlihat Faisal sudah mempersiapkan semuanya.


"Apakah semuanya baik-baik saja Mas?" tanya Aruna yang melihat sang suami sudah pulang.


"Semuanya baik-baik saja, Sayang. kau jangan khawatir." jawab Faisal.


"Ya sudah kalau begitu, aku takut kalau pria itu melakukan sesuatu." ucap Aruna yang kemudian pergi meninggalkan sang suami untuk mempersiapkan Apa yang di dibutuhkan untuk merawat kakek Fajar.


"Bagaimana kondisimu, Aruna?" tanya bibi tua yang melihat Aruna.


"Alhamdulillah Bik, kondisiku baik-baik saja. bagaimana kondisi bibi?" tanya Aruna.


"Seperti inilah kondisi ku dan kondisi ayah mertua mu, Surya benar-benar orang brengsek Dia terus-menerus memberikan sesuatu kepada Tuan Fajar hingga membuat pria itu seperti ini." ucap bibi tua yang membuat Aruna memeluk wanita tua itu.


"Mulai sekarang kita akan tinggal di sini, menjalani kehidupan baru dan melakukan sesuatu di sini." ucap Aruna.


"Baiklah kalau begitu." jawab bibi tua.


Kebahagiaan di tempat Faisal karena pria itu sudah mendapatkan ayahnya begitu berbeda dengan di rumah besar. Surya benar-benar begitu marah ketika dia mengetahui kalau Faisal sudah mengambil ayahnya.


"Kalian ini benar-benar bodoh, bagaimana bisa kalian kehilangan Ayahku!!" seru Surya.


"Kami tidak tahu Tuan, tiba-tiba saja tuan besar dan pembantu itu sudah tidak ada di sini." jawab anak buah Surya.


"Kalian inilah yang bodoh, bagaimana bisa kalian dibohongi oleh wanita tua itu!!!" teriak Surya dengan nada yang begitu keras.


Tak ada yang berani menjawab perkataan Surya, jika mereka berani melakukan hal itu maka satu pukulan akan melayang ke tubuh mereka.


"Cari keberadaan pria tua itu sampai ketemu, jika tidak kalian akan tahu bagaimana aku akan menghukum kalian!!" seru Surya yang membuat seluruh anak buahnya bergegas meninggalkan rumah itu.


Mereka secepatnya harus bisa mendapatkan keberadaan kakek Fajar, jika tidak mereka akan mengalami sesuatu yang benar-benar tidak akan bisa mereka pikirkan.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Mommy


- Mantan terindah


- Suami keduaku cinta pertamaku


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- ijinkan aku bahagia bersamamu