MOMMY

MOMMY
S2. Aruna terluka



Buk...


ponsel milik Rose tiba-tiba terjatuh tangan dari tangannya, pria itu menatap Faisal yang terlihat sudah gelisah.


"Ada apa Rudi?" tanya Faisal yang merasakan sesuatu yang benar-benar membuatnya begitu ketakutan.


"Kita harus segera kembali, Mas." ucap Rudi.


"Memangnya ada apa?" tanya Faisal yang terlihat menggoncang tubuh Rudi.


"Mas, ada berita...," ucap Rudi yang tidak dilanjutkan.


"Ada apa Rudi, kau jangan membuatku takut!" seru Faisal.


"Aruna mas, Aruna..," ucap Rudi kembali di


"Ada Apa Dengan istriku, Rudi?!" seru Faisal yang benar-benar sangat ketakutan.


Sesaat kemudian pria itu langsung membereskan barang-barangnya. "Apakah terjadi sesuatu dengan istriku, Rudi?" tanya Faisal.


"Aruna mengalami kecelakaan Mas." jawab Rudi yang membuat Faisal langsung terduduk di lantai. kedua kakinya terasa tidak mampu menahan berita yang diberikan oleh Rudi.


"Kau tidak bercanda kan Rudi?" tanya Faisal.


"Aruna,Aruna mengalami kecelakaan Mas." jawab Rudi yang kemudian mengambil segelas air untuk dia minum dan Faisal.


"Cepat kita kembali Rudi!!" seru Faisal yang sudah pergi dari tempat itu.


Terlihat Faisal benar-benar begitu ketakutan jika terjadi sesuatu kepada istrinya. Rose yang berada di rumah sakit sudah dioperasi oleh dokter Harlan, wanita itu nampak tidak berdaya. benar-benar tidak berdaya hingga membuat dokter Harlan terus menatap wajah seorang wanita yang sudah merawat putri Surya.


"Beritahu Sania dan Surya kalau wanita ini mengalami kecelakaan." pinta dokter Harlan kepada salah satu perawat.


"Baik dokter.' jawab si perawat.


Tatapan mata dokter Harlan menatap rose dengan wajah yang begitu pucat dan tubuh yang tidak berdaya.


"Wanita ini adalah wanita yang membesarkan Putri Surya, Apa yang terjadi dengannya." ucap dokter Harlan yang terlihat terus menatap Aruna.


Detak jantung Aruna terlihat begitu lemah, dokter Harlan terus memastikan agar wanita itu baik-baik saja. sekitar 30 menit kemudian Sania sudah datang bersama dengan Surya.


"Dokter, apa benar yang dikatakan oleh suster?" tanya Surya.


Terlihat dokter Harlan langsung menunjuk seorang wanita yang menggunakan peralatan medis begitu banyak.


"Aruna." ucap Surya.


"Sebaiknya kita keluar, biarkan wanita ini beristirahat, nanti dia terbangun." ucap dokter Harlan yang kemudian mengajak Sania dan Surya Keluar.


"Apa yang terjadi dokter?" tanya Surya.


"Wanita itu mengalami kecelakaan. Dia ditabrak oleh seseorang." jawab dokter Harlan.


"Tidak mungkin, Bagaimana mungkin..," ucap Surya.


"Tenanglah Mas, tenang." pinta Sania.


"Bagaimana aku bisa tenang, Sania. Lihatlah Aruna mengalami kecelakaan. beberapa waktu yang lalu kita baru bertemu, lalu tiba-tiba saja dia mengalami kecelakaan." ucap Surya.


"Tenanglah Surya, ingat..,kondisimu juga seperti itu. kau tidak boleh terlalu menekan dirimu." jawab dokter Harlan.


Surya mencoba untuk menenangkan dirinya, pria itu duduk di kursi di depan kamar Aruna.


"Dokter, apa yang terjadi?" tanya Sania dengan begitu lembut.


"Wanita itu mengalami kecelakaan, katanya mobilnya tiba-tiba ditabrak oleh truk." jawab dokter Harlan.


Sania nampak terdiam, wanita itu menatap sang suami yang tubuhnya sudah gemetar.


"Apakah keluarganya sudah diberitahu?" tanya dokter Harlan kepada salah satu perawat.


"Sudah Dokter, tadi ada salah satu keluarganya yang menelpon." jawab suster.


"Tolong telepon Bilqis, beritahu kepada putriku kalau ibunya mengalami kecelakaan." pinta Surya kepada istrinya.


"Iya mas, akan ku telepon. Mas Tenanglah..," ucap Sania yang kemudian menelepon rumah tempat Faisal. langkah kaki Bilqis memasuki rumah sakit itu dengan terburu-buru, wanita itu benar-benar sangat terkejut saat mendengar berita mommynya mengalami kecelakaan parah.


"Dokter, dokter!!" seru Bilqis.


Surya langsung berdiri, pria itu menatap putrinya yang sudah datang dengan wajah yang begitu sedih dan airmata yang sudah berlinang.


"Bilqis." Panggil Sania.


"Apa yang terjadi kepada mommy ku?!" seru Bilqis.


"Tenanglah, Bilqis. dokter akan memberitahumu." jawab Sania.


"Apa yang terjadi dokter?" tanya Juna.


"Masuklah dahulu, Lihatlah kondisi ibumu." jawab dokter Harlan.


Juna nampak memegang erat tubuh Bilqis, pria itu membawa Bilqis memasuki kamar ibunya.


"Tenanglah Bilqis." pinta Juna.


"Bagaimana aku bisa tenang Mas, ibuku...mommyku." jawab Bilqis.


"Tenanglah, kau tidak boleh menangis, kau harus tegar." pinta Juna.


Bilqis tidak akan bisa melakukan hal itu, air matanya sudah berlinang saat dia melihat begitu banyak alat bantu di tubuh ibunya.


"Ya Allah, kenapa ini harus terjadi." ucap Bilqis yang terlihat hendak memeluk ibunya.


"Jangan Bilqis." pinta Juna.


Air mata Bilqis mengalir begitu deras, wanita itu tidak mampu melihat kondisi ibunya seperti ini.


"Bagaimana Ayah...,apa yang akan terjadi kepada ayah jika ayah melihat kondisi Mommy." ucap Bilqis.


"Aku akan menelepon ayahmu." ucap Juna. terlihat Juna menelepon Rudi, ternyata sudah mengetahui kalau Aruna mengalami kecelakaan.


"Tenanglah." pinta Juna.


Beberapa saat kemudian Juna membawa Bilqis keluar, dia duduk di kursi yang ada di depan kamar Aruna. air matanya terus berlinang, gadis muda itu tidak mampu untuk melihat kondisi ibunya yang seperti itu.


"Bilqis..," Panggil Sania.


"Kenapa Mommy tiba-tiba mengalami kecelakaan, pagi tadi Mommy pergi dengan kondisi sehat." ucap Bilqis.


"Kami tidak tahu, beberapa orang yang membantunya mengatakan tiba-tiba ada truk yang menabrak ibumu." jawab Sania.


"Kenapa kemalangan selalu mendekat padaku, Kenapa harus Mommy ku." ucap Bilqis.


"Bilqis.." ucap Sania yang kemudian memeluk erat Bilqis.


Tak ada kata yang keluar dari mulut Bilqis, gadis muda itu terus menangis. dia terus memikirkan apa yang akan terjadi kepada dirinya, memikirkan Bagaimana kondisi ibunya dan memikirkan Bagaimana jika ibunya mengalami sesuatu.


"Mas, sebaiknya Mas minum obat dulu ya, kalau seperti ini terus kondisi Mas akan drop." pinta Sania.


"Tidak, aku tidak apa-apa. kau tenang saja." Jawab Surya.


"Kau harus ingat Surya, kondisimu sekarang itu sudah sekarat, kalau kau membuat kondisimu semakin sekarat bisa-bisa waktumu tidak akan lama lagi." ucap dokter Harlan.


Bilqis yang Mendengar hal itu nampak wanita itu menatap Surya dengan Tatapan yang penuh pertanyaan.


"Baiklah dokter Aku akan kembali ke kamarku, tolong kabari jika Aruna sudah sadar." pinta Surya.


"Tenang saja, aku akan mengabarimu. jagalah dirimu jangan sampai kau mengalami koma lagi, jika itu terjadi Aku tidak akan bisa menolong nyawamu." ucap dokter Harlan yang kemudian meminta Sania untuk membawa Surya pergi dari tempat itu.


Setelah Surya pergi nampak Bilqis menatap dokter Harlan, tatapan mata yang penuh pertanyaan membuat dokter Harlan mengerti.


"Pria itu mengalami kerusakan jantung dan kanker stadium 3." ucap dokter Harlan yang membuat Bilqis menatap Pria tua yang ada di depannya itu.


Ternyata kata-kata yang diucapkan oleh maminya waktu itu adalah penyakit Surya, dia ingin putrinya memaafkan pria yang telah menelantarkannya. memberikan Maaf agar hidupnya mendapatkan ketenangan jika Surya setiap waktu di ambil oleh Tuhan.


"Apakah pria itu tidak berobat, dokter?" tanya Bilqis.


"Sudah, pria itu sudah berobat. tapi ada beberapa kendala pada tubuhnya, saat pengobatan pertama berhasil tetapi ada beberapa kendala yang mungkin itu urusan pribadinya." jawab dokter Harlan.


Juna yang Mendengar hal itu pria itu tahu apa maksud dari dokter yang sudah merawat Surya.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Black Rose


- Mommy


- Mantan terindah


- Suami keduaku cinta pertamaku


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- ijinkan aku bahagia bersamamu


- jangan sakiti aku